Investigation of Compressive Strength of Concrete River Sand Together with sea sand as a constituent material for concrete

Authors

  • Adnan Adnan Prodi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Wahyuni Aris Prodi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Parepare

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v2i3.167

Keywords:

Kuat tekan, Pasir laut, Batu pecah sungai, Beton

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kuat tekan beton pasir laut yang layak sebagai agregat halus perkerasan kaku (Rigit Pavement) jalan pantai. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan benda uji kuat tekan berbentuk silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm dengan persentase pasir laut 0%, 10%, 15%, 20% dan 25% pada umur umur 3, 7, 14, 21 dan 28 hari. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan beton, terjadi peningkatan kekuatan pada beton yang memakai pasir laut persentase 10%, 15%, 20% dan 25% pada saat umur 7, 14, 21 dan 28 hari. Kuat tekan terbesar terjadi pada beton dengan persentase 25% pasir laut sebesar 26,29 MPa pada umur perawatan 28 hari, sedangakn kuat tekan terendah terjadi pada umur perawatan 3 hari sebesar 16,00 MPa. Semakin lama umur perawatan beton maka semakin meningkat kuat tekan beton yang dihasilkan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Departemen Pekerjaan Umum, (1971). Peraturan Beton Indonesia. Dep. Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, Direktor jendral Tjipta Karya.

Departemen Pekerjaan Umum, (1982). Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Dipohusodo, I., (1993), Struktur Beton Bertulang, Berdasarkan SK SNI T-15-1991 03, Departemen Pekerjaan Umum RI, PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta

Dumyati, Ahmad. (2015). Analisis Penggunaan Pasir Pantai Sampur Sebagai Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton. Bangka Belitung. Jurnal Fropi: UBB.

Iduwin, Tommy. (2017). Penggunaan Pasir Laut Terhadap Kuat Tekan Beton Kota Bengkulu. Jakarta (ID): Sekolah Tinggi Teknik PLN Jakarta. Journal Forum Mekanika.

Imran, Muhammad. (2017). Analisis Kuat Tekan Beton Yang Menggunakan Pasir Laut Sebagai Agregat Halus Pada Beberapa Quarry Di Kabupaten Fakfak. Papua (ID): Politeknik Negeri Fakfak. Journal Intek. DOI: https://doi.org/10.31963/intek.v4i1.96

Joedono, Mudji Wahyudi. (2014). Penggunaan Pasir Silica Dan Pasir Laut Sebagai Agregat Beton. Mataram. Jurnal Rekayasa.

Kementerian kelautan dan perikanan RI, (2019). Siaran Pers Nomor: SP204/SJ.04/VIII/2019 “Laut Masa Depan Bangsa, Mari Jaga Bersama”. Jakarta.

Pandhu, Ahmad Dkk. (2017). “Pengaruh Penambahan Serat Bendrat, Pada Beton Mutu Tinggi Metode America Concrete Institute (ACI)Terhadap Kuat Geser Beton”. Jurnal matriks Teknik Sipil. Surakarta.

Pujo Aji Ir. M.t Dr. Tcchn (2010). Pengendalian mutu beton sesuai SNI, ACI, dan ASTM. Seri 1.

Siswanto, Roby, Dkk.(2017). Pengaruh Penggunaan Pasir Pantai Sebagai Agregat Halus Dan Cangkang Kerang Sebagai Subtitusi Parsial Semen Terhadap Kuat Tekan Beton. Jember. Jurnsl Teoritis Dan Terapan Bidang Rekayasa Ketekniksipilan Dan Lingkungan 2017. DOI: https://doi.org/10.19184/jrsl.v1i02.6895

SK SNI T-15-1990-03, (1990), Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

SNI 03-2834-2000, (2000). Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal, Badan Standarisasi Nasional.

SNI-15-7064-2004. (2004). Semen portland komposit, Badan Standarisasi Nasional.

Tjaronge, M.W, Dkk. (2016). Kuat Lentur Beton Yang Menggunakan Air Laut, Pasir Laut Dan Semen PCC. Makassar (ID): Universitas Hasanuddin, Gowa.

Tjokrodimuljo, (2007). Teknologi Beton.Biro Penerbit, Yokyakarta.

Wora, Mikael, Dkk. (2015). Penggunaan Sebagian Pasir Laut Sebagai Pengganti Agregat Halus Pada Campuran Beton Dapat Meningkatkan Mutu Beton. Universitas Flores Ende.Teknosiar 2015

Downloads

Published

2024-09-30

How to Cite

Adnan, A., & Aris, W. (2024). Investigation of Compressive Strength of Concrete River Sand Together with sea sand as a constituent material for concrete. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 2(3), 189–199. https://doi.org/10.69693/ijim.v2i3.167