Bertumbuh dalam Keluarga Bercerai: Kesejahteraan Psikologis Remaja dan Dukungan Sosial Orang Tua
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.980Keywords:
Kesejahteraan Psikologis, Dukungan Sosial Orang Tua, Remaja, Perceraian Orang TuaAbstract
Perceraian orang tua memberikan banyak dampak yang dimana hal tersebut dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis anak remaja. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis adalah dukungan sosial. Remaja yang sedang bertumbuh memerlukan rasa aman dan dukungan besar dari orang tua agar terciptanya kesejahteraan psikologis yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh dukungan sosial orang tua terhadap kesejahteraan psikologis para remaja yang orang tuanya bercerai. Responden dalam penelitian ini adalah 128 remaja berusia 12-22 tahun yang memiliki orang tua bercerai. Dalam memperoleh responden, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ryff’s Psychological Well-Being Scale yang disusun oleh Ryff dan Social Provisions Scale yang disusun oleh Cutrona dan Russel. Teknik analisis data menggunakan regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh yang signifikan antara dukungan sosial orang tua terhadap kesejahteraan psikologis remaja yang orang tuanya bercerai sebesar 25,6% dan sisanya 74,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.
Downloads
References
Abror, H. K. (2017). Hukum perkawinan dan perceraian. Yogyakarta: Ladang Kata.
Ancok, D. & Suroso, F. N. (1994). Psikologi islam: solusi islam atas problem-problem psikologi. Pustaka Pelajar.
Amato, P. R. & Booth, A. (1991). Consequences of parental divorce and marital unhappiness for adult well-being. Journal Social Forces, 69(3). 895-914. https://psycnet.apa.org/doi/10.2307/257948
Amato, P.R.. (2000). The consequences of divorce for adults and children. Journal of Marriage and Family, 62, 1269-1287.
Amato, P. R. (2014). The Consequences of Divorce for Adults and Children: An Update. Drustvena Istrazivanja, 23(1), 5–24. doi:10.559/di.23.1.01
Amichai, Y. H. (2009). Technology and kesejahteraan psikologis. New York: Cambridge University Press.
Arfianto, M. A., Mustikasari, & Wardani, I. Y. (2020). Apakah dukungan sosial berhubungan dengan kesejahteraan psikologis ibu pekerja. Jurnal Keperawatan Jiwa, 8 (4), 505 – 514.
Aronson, E., Wilson, T. D., Akert, R., M., & Sommers, S. (2013). Social psychology: nine edition. United Stated: Pearson
Azwar, S. (2012). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Badan Pusat Statistik. (2016). Jumlah nikah, talak, dan cerai, serta rujuk. https://www.bps.go.id/indicator/27/176/1/jumlah-nikah-talak-dan-cerai-serta-rujuk.html
Bano, A. (2014). Impact of meaning in life on kesejahteraan psikologis and stress among university students. Existenzanalyse, 21–25.
Batubara, M., Meidina, A., dan Rahman, S. S. (2022). Kontribusi dukungan sosial dosen pembimbing dan orang tua terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Journal Psychological. 4(2), 71-77.
Budiastuti, D. & Bandur, A. (2018). Validitas dan reliabilitas penelitian. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Buchanan, C. M., Maccoby, E. E., & Dornbusch, S. M. (1996). Adolescents after divorce. Harvard University Press.
Butler, I., dkk. (2003). Divorcing children. London: Jessica Kingsley Publishers
Chamberlain, K. & Zika, S. (1992). Religiosity, meaning in life, and kesejahteraan psikologis. Journal Religion and Mental Health, 138-148.
Ciarrochi, J., Morin, A.J.S., Sahdra, B., Litalien, D., & Parker, P.D. (2017). A Longitudinal person-centered perspective on youth social support: Relations with psychological wellbeing. Developmental Psychology, 53(6). 10.1037/dev0000315
Cohen S., Mermelstein R., Kamarck T., & Hoberman, H.M. (1985). Measuring the functional components of social support. Social support: theory, research, and applications, 73-94.
Cutrona, C. E. & Russell, D. W. (1987). The provisions of social relationships and adaption to stress. Advances in personal relationships, 1, 37-67.
Ginting, J. (2020, Agustus 29). Remaja bunuh diri diduga depresi karena orang tua bercerai.Riauonline.https://www.riauonline.co.id/nasional/read/2020/08/29/remaja-bunuh-diri-diduga-depresi-karena-orang-tua-bercerai
Dewi, N. F. dan Hendrianti, W. (2014). Faktor protektif untuk mencapai resiliensi pada remaja setelah perceraian orangtua. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 3(3), 37-43.
Gunarsa, S. D., & Gunarsa, Y. S. D. (2008). Psikologi perkembangan anak dan remaja. BPK Gunung Mulia.
Hedayati, M., & Khazaei, M. (2013). An investigation of the relationship between depression, meaning in life and adult hope. Social and Behavioral Sciences, 114, 598-601. doi: 10.1016/j.sbspro.2013.12.753
Helsen, M., Vollebergh, W., & Meeus, W. (2000). Social support from parents and friends and emotional problems in adolescence. Journal of Youth and Adolescence, 29, 319-335
Indrawati, T. (2017). Peranan kecerdasan emosi dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis siswa SMP terbuka di Cirebon. Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 70-88.
Laela, F. N. (2017). Bimbingan konseling keluarga dan remaja. Surabaya: UIN Sunan Ampel Press.
Lavasani, M. G., Borhanzadeh, S., Afzali, L., & Hejazi, E. (2011). The relationship between perceived parenting styles, social support with psychological well- being. Procedia Social and Behavioral Sciences, 1852–1856.
Lestari, S. (2012). Psikologi keluarga. Jakarta: Kencana Media Group.
Latipun, L. & Amalia, D. R. (2019). Relation social support and kesejahteraan psikologis among schizophrenic patients: self-care as mediation variable?. Social Science, Education and Humanities Research, 304, 1-5.
Mbindi, M. M. A. (2015). Hubungan antara persepsi terhadap dukungan sosial orang tua dan kesejahteraan psikologis siswa siswi X dan XI SMA Stella Maris Teluk Gong. Jurnal Psiko-Edukasi, 13(1), 28-36.
Mone, H. F. (2019). Dampak perceraian orang tua terhadap perkembangan psikososial dan prestasi belajar. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 6(2), (155-163).
Murdock, G. P. (1965). Social structure. New York: The McMillan Company.
Muri’ah, S., & Wardan, K. (2020). Psikologi perkembangan remaja dan anak. Literasi Nusantara.
Nugroho, A. Y. (2019). Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kesejahteraan psikologis pada narapidana anak di lapas klas 1 kutoarjo. Cognicia, 7, (4). 465-474.
Octavia, S. A. (2020). Motivasi belajar dalam perkembangan remaja. Deepublish.
Pierce, G. R., Sarason, B. R., & Sarason, I. G. (1996). Handbook of social support and the family. New York: Plenum Press.
Pradana, A. P. & Kustanti, R. (2017). Hubungan antara dukungan sosial suami dengan kesejahteraan psikologis pada ibu yang memiliki anak autisme. Jurnal Empati, 6 (2), 83 – 90.
Putri, A. A. H., Latipun., & Fasikhah, R. R. (2020). Treatment resiliensi berbasis formulasi gambar: penanganan kepada remaja dengan orang tua bercerai. Malang: Psychology Forum.
Poudel, A., Gurung, B., & dan Khanal, G. P. (2020). Perceived social support and psychological wellbeing among Nepalese adolescents: the mediating role of self-esteem. BMC Psychology, 8(43), 1-8.
Ramadhani, T., Djunaedi, & Sismiati, A. (2016). Kesejahteraan psikologis (kesejahteraan psikologis)siswa yang orangtuanya bercerai (studi deskriptif yang dilakukan pada siswa di smk negeri 26 pembangunan jakarta). Jurnal Bimbingan Konseling, 5(1), 108-115.
Risnawati. (2018). Perceraian berdampak pada psikologis anak usia remaja. Yogyakarta: Deepublish
Ryff, C. D. & Singer, B. H. (2008). Know thyself and become what you are: a eudaimonic approach to kesejahteraan psikologis. Journal of Happiness Studies, 9(1), 13-39. 10.1007/s10902-006-9019-0.
Ryff, C. D. (2013). Kesejahteraan psikologis revisited: advances in the science and practice of eudaimonia. Psychother Psychosom, 83, 10-28. 10.1159/000353263
Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of kesejahteraan psikologis. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069-1081. 0022-3514/89/s00.75
Ryff, C. D. & Keyes, L.M. (1995). The structure of kesejahteraan psikologis revisited. Journal of Personality and Social Psychology, 69(4), 719-727. 0022-3514/95/s3.00
Ryff, C. D. (1995). Kesejahteraan psikologis in adult life. Current Directions in Psychological Science, 4(4), 99-104. http://www.jstor.org/stable/20182342
Santrock, J. W. (2012). Life-span development (13th ed.). Jakarta: Erlangga.
Sarfudin & Darwin, H. (2018). Sosiologi keluarga. Yogyakarta: Deepublish
Sarafino, E. P. & Smith, T. W. (2012). Health psychology: biopsychosocial interactions. United State: John Wiley & Sons.
Sebayang, W., Sidabutar, E. R. & Gultom, D. Y. (2018). Perilaku seksual remaja. Yogyakarta: Deepublish.
Simanjuntak, P. N. H. (2015). Hukum perdata Indonesia. Jakarta: Kencana.
Subekti. (2003). Pokok-pokok hukum perdata. Jakarta: Intermasa.
Sugiarto, J. A. S., & Soetjiningsih, C. H. (2021). Dukungan sosial orang tua dan psychological well-being pasca putus cinta pada dewasa awal. Psikologi Konseling, 18(1), 833-843.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Taylor, S. E. (2018). Healty psychology. Los Angeles: McGraw-Hill Education
Tumanggor, R., Ridho. K., & Nurochim (2017). Ilmu sosial dan budaya. Jakarta: Kencana
Umberson, D., Chen, M. D., House, J. S., Hopkins, K., & Slaten, E. (1996). The effect of social relationships on kesejahteraan psikologis: are men and women really so different?. American Sociological Review, 61(5), 837-857.
Wells, I. E. (2010). Kesejahteraan psikologis. New York: Nova Science Publishers, Inc.
Zimet, G. D., Dahlem, N. W., Zimet, S. G., & Farley, G. K. (1988). The multidimensional scale of perceived social support. Journal of Personality Assessment, 52.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















