Makna Komunikasi Simbolik Ula-Ula Pada Pernikahan Suku Bajo Di Desa Bhontu-Bhontu, Kecamatan Towea Kabupaten Muna

Authors

  • Abelia Abelia Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara
  • Nasruddin Suyuti Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara
  • Hasdi Syahid Kasim Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.953

Keywords:

Komunikasi Simbolik, Ula-ula, Suku bajo, Makna Simbolik, Tradisi Pernikahan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna komunikasi simbolik ula-ula pada pernikahan masyarakat Suku Bajo di Desa Bhontu-Bhontu, Kecamatan Towea, Kabupaten Muna serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlangsungan tradisi tersebut. Penelitian dilatarbelakangi oleh masih dipertahankannya penggunaan ula-ula sebagai simbol adat dalam prosesi pernikahan di tengah perkembangan modernisasi yang berpotensi menggeser nilai-nilai budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan teori interaksionisme simbolik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat Suku Bajo yang memahami tradisi ula-ula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ula-ula memiliki makna komunikasi simbolik yang beragam, yaitu sebagai simbol identitas budaya masyarakat Bajo, penghormatan terhadap adat dan leluhur, perlindungan dari marabahaya, serta penanda status sosial dalam kehidupan masyarakat. Makna tersebut terbentuk melalui proses interaksi sosial yang berlangsung secara turun-temurun dan terus dipertahankan melalui interpretasi bersama dalam lingkungan masyarakat. Selain itu, keberlanjutan penggunaan ula-ula dipengaruhi oleh faktor budaya dan tradisi yang diwariskan leluhur, nilai simbolik yang terkandung di dalamnya, kepercayaan masyarakat terhadap adat, identitas budaya, lingkungan sosial, serta kesadaran masyarakat dalam melestarikan warisan budaya lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ula-ula bukan sekadar atribut pelengkap dalam pernikahan adat, melainkan simbol budaya yang mengandung nilai komunikasi simbolik yang kuat dan berperan penting dalam menjaga identitas budaya masyarakat Suku Bajo.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, A. D., Fabriar, S. R., Rachmawati, F., & Azida, M. 2023. Komunikasi Antarbudaya: Keharmonisan Sosial dalam Masyarakat Multikultur. Pekalongan: Penerbit NEM.

Albar, M. 2018. Semiotika dalam Kajian Budaya dan Komunikasi. Bandung: CV Pustaka Setia.

Arehsa, S., Ma’mun, H. A., Mulyana, H. B., & Sutresna, N. 2025. Menjelajah Lautan, Merajut Tradisi: Suku Bajo dan Olahraga Air dalam Harmoni Lingkungan. Tasikmalaya: Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia.

Asrianto, M. 2023. Tradisi Ula-Ula pada Pernikahan Suku Bajo Desa Latondu Kabupaten Kepulauan Selayar. Skripsi. Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Atabik, A., & Mudhiiah, K. 2016. Pernikahan dan Hikmahnya Perspektif Hukum Islam. Yudisia, 5(2): 293–304.

Berger, C. R., Roloff, M. E., & Roskos-Ewoldsen, D. R. 2021. Komunikasi Antarbudaya: Handbook Ilmu Komunikasi. Jakarta: Kencana.

Butar, C. 2021. Semantik. Medan: UMSU Press.

Dewantara, B. W., Harati, S., & Nurdin. 2024. Tradisi Ruwat Bumi dalam Perspektif Hukum Adat. Pekalongan: Penerbit NEM.

Efendi, E., Kamala, M. Y., & Arianti, M. 2023. Komunikasi Sebagai Proses Simbolik: Studi Literatur. Journal on Education, 6(1): 1120–1128.

Erawati, D. 2023. Sosiologi Komunikasi Sebuah Pengantar. Malang: Unisma Press.

Gafur, A. 2021. Agama, Tradisi Budaya dan Peradaban. Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam, 21(2): 45–64.

Hasanah. 2016. Makna Komunikasi dalam Interaksi Sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2): 45–53.

Hafiz Rafi Uddin, S. H., & Kristiono, N. 2025. Hukum Islam dalam Masyarakat Indonesia. Jakarta: PT Adab Indonesia Grup.

Jasnawati, & Basri, L. O. A. 2022. Orang Bajo di Desa Santiri Pulau Balu Kecamatan Tiworo Utara Kabupaten Muna Barat (1980–2022). Kendari: Universitas Halu Oleo.

Koentjaraningrat. 2020. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

La Ode Ali Basri, & Ratna. 2019. Adat Perkawinan Suku Bajo di Desa Sainoa Kecamatan Bungku Selatan Kabupaten Morowali. Journal Idea of History, 2(2): 45–56.

Lagu, M. 2016. Komunikasi Antarbudaya di Kalangan Mahasiswa Etnik Papua dan Etnik Manado di Universitas Sam Ratulangi Manado. Acta Diurna, 5(3): 1–12.

Latif, M., Juarta, & Elviana. 2023. Adat Bersendi Syara, Syara Bersendi Kitabullah. Padang: Penerbit Andalas.

Liliweri, A. 2022. Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya. Jakarta: Prenada Media.

Maimun, M. 2022. Pernikahan dalam Kompilasi Hukum Islam dan Perdata. Jurnal Al-Mizan, 9(1): 12–21.

Malik Adharsyah, M., Sidqi, M., & Rizki, M. A. 2024. Pernikahan dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam, 2(1): 44–53.

Poedjowibowo, D. 2024. Permukiman Suku Bajo di Desa Tumbak Kecamatan Posumaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Jurnal Arsitektur DASENG, 5(1): 1–12.

Prasetyo, D., & Irwansyah. 2020. Memahami Masyarakat dan Perspektifnya. Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial, 1(1): 163–175.

Ratna, & Basri, L. O. A. 2019. Adat Perkawinan Suku Bajo di Desa Sainoa Kecamatan Bungku Selatan Kabupaten Morowali Tahun 1976–2017. Journal Idea of History, 2(2): 30–42.

Riyanto, B. 2024. Komunikasi Antarbudaya. Surakarta: Unisri Press.

Rofiq, A. 2019. Tradisi Slametan Jawa dalam Perspektif Pendidikan Islam. Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 15(2): 93–107.

Rusandi, & Rusli, M. 2021. Merancang Penelitian Kualitatif Dasar/Deskriptif dan Studi Kasus. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 2(1): 48–60.

Sahlan, S. 2023. Studi Masyarakat Sosial dalam Perspektif Kelompok Sosial dan Stratifikasi Sosial. JUPSI: Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia, 1(1): 11–18.

Setiawan. 2021. Makna Simbolik dalam Interaksi Sosial dan Budaya. Jakarta: Penerbit Ilmu Sosial Indonesia.

Setiawan, J. L., & Sanjaya, E. 2023. Building a Strong Marriage: Membangun Pernikahan yang Kokoh untuk Co-Parenting yang Efektif. Surabaya: Penerbit Universitas Ciputra.

Sihabudin, A. 2022. Komunikasi Antarbudaya: Satu Perspektif Multidimensi. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Sulaiman. 2023. Membentuk Keluarga Sakinah dengan Seksualitas. Yogyakarta: Deepublish.

Sumarto, S. 2018. Budaya, Pemahaman dan Penerapannya: Aspek Sistem Religi, Bahasa, Pengetahuan, Sosial, Kesenian dan Teknologi. Jurnal Literasiologi, 1(2): 16–27.

Suyuti, H. N. 2011. Orang Bajo di Tengah Perubahan. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Tita Melia Milyane, dkk. 2023. Komunikasi Antarbudaya. Bandung: Widina Media Utama.

Umar, S. 2019. Pendidikan Masyarakat Berbasis Masjid. Yogyakarta: Deepublish.

Wahid, A. 2019. Gagasan Dakwah: Pendekatan Komunikasi Antarbudaya. Jakarta: Prenada Media.

Wawan Hernawan. 2021. Komunikasi Antarbudaya. Bandar Lampung: Pusaka Media.

Zain, A. A., Amaliah, T. H., & Badu, R. S. 2024. Akuntansi dalam Tradisi Hileiya. Gorontalo: Selat Media.

Zakiah. 2022. Komunikasi Verbal dan Nonverbal dalam Interaksi Sosial. Jakarta: Penerbit Komunikasi Indonesia.

Downloads

Published

2026-06-09

How to Cite

Abelia, A., Suyuti, N., & Kasim, H. S. (2026). Makna Komunikasi Simbolik Ula-Ula Pada Pernikahan Suku Bajo Di Desa Bhontu-Bhontu, Kecamatan Towea Kabupaten Muna. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(2), 4170–4177. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.953