Analisis Konstruksi Legitimasi Kepemimpinan dan Relasi Gender dalam Organisasi Mahasiswa Fakultas dengan Dominasi Pengurus Perempuan

Authors

  • Zhiland Arizky Universitas Siliwangi
  • Annisa Wahyu Azzahra Universitas Negeri Semarang
  • Hasna Afifah Kiswaningrum Universitas Siliwangi
  • Nabila Rakha Setyani Universitas Siliwangi
  • Riesya Khairunnisa Rosnandy Universitas Siliwangi
  • Qotrunnada Dwi Marsha Universitas Siliwangi
  • Rizki Annisa Ramadhani Universitas Siliwangi
  • Sri Maywati Universitas Siliwangi

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.935

Keywords:

Legitimasi Kepemimpinan, Relasi Gender, Organisasi Mahasiswa

Abstract

Artikel ini menganalisis konstruksi legitimasi kepemimpinan dan relasi gender dalam organisasi mahasiswa fakultas yang secara kuantitatif didominasi oleh pengurus perempuan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan desain studi multikasus, penelitian ini membandingkan dua konteks organisasi yakni Ormawa FIK UNSIL dan LK-BSO FK UNNES. Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan studi dokumen berupa AD/ART, kemudian dianalisis menggunakan Thematic Analysis dari Braun dan Clarke. Dua teori utama yang digunakan sebagai pisau analisis adalah Role Congruity Theory oleh Eagly dan Karau serta Gendered Organization Theory oleh Joan Acker, keduanya dibingkai dalam paradigma konstruktivisme sosial Berger dan Luckmann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi kuantitatif perempuan dalam kepengurusan tidak secara otomatis menghasilkan legitimasi kepemimpinan yang setara di ruang-ruang politik kemahasiswaan tingkat universitas. Inkonsistenti antara representasi internal dan penerimaan eksternal ini mencerminkan mekanisme gendering yang bekerja di luar batas organisasi formal. Kedua kasus memperlihatkan pola legitimasi yang berbeda, di mana Ormawa FIK UNSIL menghadapi sentimen berbasis gender yang lebih eksplisit dari pihak-pihak eksternal, sementara LK-BSO FK UNNES mengalami toleransi gender asimetris di tingkat internal yang terbungkus dalam normalisasi informal, namun dalam beberapa evidensi juga mendapatkan tindakan diskriminatif oleh pihak-pihak eksternal. Artikel ini berargumen bahwa legitimasi kepemimpinan perempuan dalam organisasi mahasiswa terkonstruksi secara berlapis, di mana faktor kelembagaan, modal sosial-politik, dan reproduksi norma gender di ruang informal memainkan peran yang sama besarnya dengan komposisi keanggotaan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Acker, J. (1990). Hierarchies, jobs, bodies: A theory of gendered organizations. Gender and Society, 4(2), 139-158. https://doi.org/10.1177/089124390004002002

Acker, J. (2006). Inequality regimes: Gender, class, and race in organizations. Gender and Society, 20(4), 441-464. https://doi.org/10.1177/0891243206289499

Aini, N. N., Afifah, N., dan Ayu, D. (2021). Kesetaraan gender dalam lingkup organisasi pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya tahun 2021. Jurnal Ilmiah Psikologi dan Terapan, 1(2), 31-40.

Antasari, R. R., Nilawati, N., Adib, H. S., Sari, R. K., dan Sobari, D. (2022). Gender mainstreaming problems in student organizations at Islamic religious colleges. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 14(2), 2161-2172. https://doi.org/10.35445/alishlah.v14i2.1402

Berger, P. L. and Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Doubleday.

BPS (Badan Pusat Statistik). (2024). Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia mengalami penurunan yang signifikan menjadi 0,447, menunjukkan perbaikan yang stabil dalam kesetaraan gender. BPS. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2024/05/06/2387

Braun, V. and Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Braun, V. and Clarke, V. (2022). Conceptual and design thinking for thematic analysis. Qualitative Psychology, 9(1), 3-26. https://doi.org/10.1037/qup0000196

Britton, D. M. and Logan, L. (2008). Gendered organizations: Progress and prospects. Sociology Compass, 2(1), 107-121. https://doi.org/10.1111/j.1751-9020.2007.00071.x

Clark-Saboda, D. (2023). Revisiting Acker's gendered organizational theory: What women overcome to stay in the superintendency. Frontiers in Education, 8. https://doi.org/10.3389/feduc.2023.1160225

Darusman, Y., Nurlaila, N., Mumu, M., Hamdan, A., Megantara, B. D. N., dan Aulia, A. (2025). Gender and leadership issues (a study on student organizations in higher education in Tasikmalaya City). JETL (Journal of Education, Teaching and Learning), 10(1). https://doi.org/10.26737/jetl.v10i1.6924

Deephouse, D. L., Bundy, J., Tost, L. P., and Suchman, M. C. (2017). Organizational legitimacy: Six key questions. In R. Greenwood, C. Oliver, T. Lawrence, and R. Meyer (Eds.), The SAGE Handbook of Organizational Institutionalism (2nd ed., pp. 27-54). SAGE.

Destianti, K. dan Afrizal, S. (2024). Eksistensi kepemimpinan perempuan di organisasi kampus. Edusociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 7(1), 98-106.

Du, X., Feng, F., and Lv, W. (2022). Bibliometric overview of organizational legitimacy research. SAGE Open, 12(2). https://doi.org/10.1177/21582440221099524

Eagly, A. H. and Karau, S. J. (2002). Role congruity theory of prejudice toward female leaders. Psychological Review, 109(3), 573-598. https://doi.org/10.1037/0033-295X.109.3.573

Farqi, A. et al. (2023). Penerapan kesetaraan gender pada organisasi mahasiswa (BEM) di perguruan tinggi. Jurnal Sosiologi, 5(2), 2441-2455.

Febriana, E. W. K. (2023). Analysis of gender equality in student organizational leadership. Jurnal Pendidikan, 5(2), 2441-2455.

Galea, N., Powell, A., Loosemore, M., and Chappell, L. (2020). The gendered dimensions of informal institutions in the Australian construction industry. Gender, Work and Organization, 27(6), 1214-1231. https://doi.org/10.1111/gwao.12433

Gonzales, A. B., Martin, F., and Miotto, G. (2023). Achieving legitimacy through gender equality policies. SAGE Open, June, 1-13. https://doi.org/10.1177/21582440231172953

Komnas Perempuan. (2025). Catatan Tahunan (Catahu) 2024: Menata data, menajamkan arah: Refleksi pendokumentasian dan tren kasus kekerasan terhadap perempuan 2024. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan.

Morgan, D. L. (2019). Basic and advanced focus groups. SAGE.

Suchman, M. C. (1995). Managing legitimacy: Strategic and institutional approaches. Academy of Management Review, 20(3), 571-610. https://doi.org/10.2307/258788

Triana, M. del C., Song, R., Um, C. T., and Huang, L. (2024). Stereotypical perception in management: A review and expansion of role congruity theory. Journal of Management, 50(3). https://doi.org/10.1177/01492063231180836

Tremmel, M. and Wahl, I. (2023). Gender stereotypes in leadership: Analyzing the content and evaluation of stereotypes about typical, male, and female leaders. Frontiers in Psychology, 14. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1034258

UNDP Indonesia. (2021). Gender equality and social inclusion strategy UNDP Indonesia 2021-2025. United Nations Development Programme. https://www.undp.org/indonesia/publications/gender-equality-and-social-inclusion-strategy-undp-indonesia-2021-2025-0

Weber, M. (1968). Economy and society: An outline of interpretive sociology (G. Roth and C. Wittich, Eds.). University of California Press. (Original work published 1922)

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE.

Downloads

Published

2026-06-06

How to Cite

Arizky, Z., Azzahra, A. W., Kiswaningrum, H. A., Setyani, N. R., Rosnandy, R. K., Marsha, Q. D., … Maywati, S. (2026). Analisis Konstruksi Legitimasi Kepemimpinan dan Relasi Gender dalam Organisasi Mahasiswa Fakultas dengan Dominasi Pengurus Perempuan. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(2), 4062–4062. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.935