Pemanfaatan Grup Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Dalam Sekaa Teruna Teruni Ardhya Garini Di Desa Adat Nyitdah
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.862Keywords:
Grup WhatsApp, komunikasi organisasi, Sekaa Teruna TeruniAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Grup WhatsApp sebagai media komunikasi dalam Sekaa Teruna Teruni (STT) Ardhya Garini di Desa Adat Nyitdah, khususnya terkait karakteristik penggunaan, motif pemanfaatan fitur, serta perannya dalam mendukung komunikasi organisasi dan hubungan sosial anggota. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling yang melibatkan pengurus dan anggota aktif STT. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grup WhatsApp telah menjadi media utama komunikasi organisasi yang mendukung transformasi komunikasi dari tatap muka menuju komunikasi digital yang lebih cepat, fleksibel, dan partisipatif. WhatsApp dimanfaatkan untuk koordinasi kegiatan adat dan organisasi, penyebaran informasi, pembagian tugas, serta pemeliharaan hubungan sosial melalui komunikasi informal. Berbagai fitur seperti chat, voice note, dokumen, foto, dan polling digunakan secara adaptif sesuai kebutuhan komunikasi kelompok. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan, seperti penyebaran informasi pada beberapa grup, information overload, miskomunikasi, dan belum optimalnya norma komunikasi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas komunikasi digital dalam organisasi pemuda adat tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh struktur komunikasi, aturan kelompok, dan kemampuan organisasi mengelola interaksi digital secara sistematis.
Downloads
References
Aulianto, D. R. (2018). WhatsApp sebagai media komunikasi: Studi fenomenologi motif pengaturan privasi chatting pengguna WhatsApp dalam komunikasi antarpribadi. Commed: Jurnal Komunikasi dan Media, 3(2), 150–160. https://doi.org/10.33884/commed.v3i2.1031
Burgoon, M., Hunsaker, F. G., & Dawson, E. J. (2002). Human communication. Sage.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
Fan, M., Huang, Y., Qalati, S. A., Shah, S. M. M., Ostic, D., & Pu, Z. (2021). Effects of information overload, communication overload, and inequality on digital distrust. Frontiers in Psychology, 12, 643981. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.643981
Gunaratne, C., Baral, N., Rand, W., Garibay, I., & Senevirathna, C. (2020). The effects of information overload on online conversation dynamics. Computational and Mathematical Organization Theory, 26(3), 255–276. https://doi.org/10.1007/s10588-020-09314-9
Jailobaev, T., Jailobaeva, K., Baialieva, M., Baialieva, G., & Asilbekova, G. (2021). WhatsApp groups in social research: New opportunities for fieldwork communication and management. International Sociology, 36(1), 104–117. https://doi.org/10.1177/0759106320978337
Johns, A., & Cheong, N. (2021). The affective pressures of WhatsApp: From safe spaces to conspiratorial publics. Continuum, 35(5), 732–746. https://doi.org/10.1080/10304312.2021.1983256
Katz, E., Blumler, J. G., & Gurevitch, M. (1973). Uses and gratifications research. Public Opinion Quarterly, 37(4), 509–523.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Pradhipta, A. Y., & Fiani, I. D. (2025). Group communication patterns of Universitas Terbuka students’ online community on WhatsApp. LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(1). https://doi.org/10.30656/lontar.v13.i1.10294
Rambe, P., & Chipunza, C. (2021). Mobile instant messaging for organisational communication and collaboration. Journal of African Business, 22(4), 545–562.
Rosyadi, M. (2024). Membangun komunitas online: Studi etnografi digital tentang dinamika kelompok di platform WhatsApp. Komunika: Jurnal Ilmiah Komunikasi, 2(1), 21–27. https://doi.org/10.70437/komunika.v2i1.1066
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Suparmo, L. (2017). Uses and gratifications theory dalam media sosial WA (WhatsApp). Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(2), 27–37. https://doi.org/10.21009/communicology.062.02
Soomro, K. A., et al. (2024). Digital communication and interpersonal connectivity in mobile messaging environments. International Journal of Communication.
Trisnani. (2018). Pemanfaatan WhatsApp sebagai media komunikasi dan kepuasan dalam penyampaian pesan di kalangan tokoh masyarakat. Jurnal Komunika: Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika, 6(3), 1–12. https://doi.org/10.31504/komunika.v6i3.1227
Tuckman, B. W., & Jensen, M. A. C. (1977). Stages of small-group development revisited. Group & Organization Studies, 2(4), 419–427.
Walther, J. B. (1996). Computer-mediated communication: Impersonal, interpersonal, and hyperpersonal interaction. Communication Research, 23(1), 3–43. https://doi.org/10.1177/009365096023001001
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.
Zhu, Q., Esteve-Del-Valle, M., & Meyer, J. K. (2022). Safe spaces? Grounding political talk in WhatsApp groups. New Media & Society. https://doi.org/10.1177/14614448221136080
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















