Efektivitas Penggunaan Antidiabetes Terhadap Penurunan Hba1c Dan GDS Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di RSU PKU Muhammadiyah Gubug Grobogan

Authors

  • Ramadhani Annisa Rahim Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Endang Setyowati Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Intan Adevia Rosnarita Universitas Muhammadiyah Kudus

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.825

Keywords:

Efektivitas, Antidiabetes, Hba1c, GDS, Diabetes

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengobatan antidiabetik terhadap kadar glukosa pada pasien diabetes di wilayah Gubug. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan metode observasional analitik dan pendekatan retrospektif. Subjek penelitian terdiri dari 60 responden yang datanya diperoleh melalui rekam medis pasien. Kriteria inklusi penelitian ini mencakup pasien laki-laki dan perempuan yang terdiagnosis DM berusia 35-85 tahun, pasien yang menerima terapi antidiabetes, serta memiliki data hasil pemeriksaan HbA1c dan GDS. Hasil data responden menunjukkan bahwa usia 35-60 tahun 36 (60%) merupakan kelompok paling sering mengalami Diabetes Mellitus, dengan perempuan lebih banyak 38 (63,3%), hasil durasi terapi paling dominan yaitu hasil terapi selama 2 bulan 33 (55%), hasil data lab HbA1c sebelum terapi paling banyak yaitu hasil diabetes (≥6,5) sebanyak 53 (44,1%). Sedangkan data lab GDS sebelum terapi paling banyak angka tidak normal yaitu (>200 mg/dL) sebanyak 35 (29,1%). Hasil profil penggunaan obat antidiabetes terapi kombinasi paling banyak digunakan yaitu metformin 500 mg dan glimepirid 3 mg sebanyak 15 (25%). Hasil persentase penggunaan obat antidiabetes paling dominan digunakan yaitu metformin 500 mg mencapai 32 (27,3 %). Hasil efektivitas ADO terhadap penurunan HbA1c dan GDS secara statistik menunjukkan terjadi perbedaan atau efektivitas karena data memenuhi syarat yaitu dibawah 0,05. Hasil Efektivitas HbA1c secara klinis menunjukkan data normal (<5,7) sebanyak 15 (12,5%). Hasil data lab GDS secara klinis sesudah terapi angka normal (<200 mg/dL) sebanyak 49 (40,8%).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggi, Edy Haryanto, Museyaroh, A. (2024). Hubungan Kadar Glukosa Darah dengan Tekanan Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Analisis Kesehatan Sains (e-Journal), 13, 1–23.

Apriliany, F., Cholisah, E., & Erlianti, K. (2022). Efek Pemberian Metformin dan Metformin+Glimepiride terhadap Kadar HbA1c pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. (Journal of Management and Pharmacy Practice), 12(2), 97. https://doi.org/10.22146/jmpf.72192

Dinkes Grobogan. (2023). Profil Kesehatan Profil Kesehatan. Buku, 19, 14.

Dinkes Jateng. (2023). Profil Kesehatan Jawa Tengah Tahun 2023. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

DKK. (2023). Profil Kesehatan Kabupaten Kudus. Kudus: Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus. 2023.

Febrianti, I. K., & Ekawati, D. (2026). Korelasi Kadar Gula Darah Puasa dengan HbA1c pada Paien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Lubuk Basung. Scientific Journal, 5(1), 33–39. https://doi.org/10.56260/sciena.v5i1.299

Glucose, P., Patients, I. N., Diabetes, W., As, I., Of, A. M., & Control, G. (2019). Correlation Of Hemoglobin A1c With Fasting Blood Plasma Glukose In Patiens With Diabetes Mellitus And Its Implication As A Marker Of Glukose Control. Indonesian Journal of Global Health Research, 2(4), 2625–2634. https://doi.org/10.37287/ijghr.v2i4.250

Imansyah, R. F. R., Rahayuningsih, A., & Yuliharni, S. (2019). An Overview Of Diabetes Mellitus Patiens. Indonesian Journal of Global Health Research, 2(4), 861–866. https://doi.org/10.37287/ijghr.v2i4.250

Kemenkes RI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia 2023 Dalam Angka. In Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Muhajiriansyah, & Binuko, R. S. D. (2023). Hubungan antara Kadar HBA1C dan Gula Darah Sewaktu (GDS) dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sakit Darmayu Ponorogo. Health Information : Jurnal Penelitian, 15(2), 1–7.

Nuraini, N., & Lestari, P. P. (2024). Faktor Risiko Penyakit Diabetes Mellitus. Jurnal Kesehatan, 9(3), 140–149.

Pambagyanik, A. A., Lorensia, A., & Rahem, A. (2023). Analisis Cost-Effectiveness Kombinasi Glimepiride-Metformin Dengan Glimepiride-Pioglitazone pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Rawat Jalan. MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana), 5(2), 107–116. https://doi.org/10.24123/mpi.v5i2.5541

Pasaeno, N. A., Ridwan, B. A., & Useng, Y. (2025). Hubungan Rasionalitas Penggunaan Obat Antidiabetes Dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe II di UPTD Puskesmas Laosu. Jurnal Pharmacia Mandala Waluya, 4(4).

Pattian, T., Shafriani, N. R., Aulia, I., & Mu, U. (2025). Gambaran Hasil Pemeriksaan HbA1c Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sakit Nur-Hidayah Tahun 2024. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9, 35374–35379.

Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). (2021). Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia Tahun 2021. Pb Perkeni.

Rosnarita, I. A., Khudzaifi, M., & Priswa, N. (2025). Safety Evaluation of Oral NSAID Treatment on Blood Pressure in Osteoarthritis Patients : Preventive Study to Cardiovascular Events. Majalah Farmaseutikaseutik, 20(1), 30–36.

Rusli, Nurisyah, Dewi, R., Rianti, A. E., & Khafifah. (2024). Kesesuaian Penggunaan Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Berdasarkan Algoritma Terapi Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Dan Puskesmas Tarakan Kota Makassar. Jurnal Medika Analis Kesehatan, 15(2), 112–123.

Unja, E. E., & Trihandini, B. (2024). Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Hipertensi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk Tiram Kota Banjarmasin Tahun 2024. In Journal of Nursing Invention (Vol. 5, Issue 2).

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

Rahim, R. A., Setyowati, E., & Rosnarita, I. A. (2026). Efektivitas Penggunaan Antidiabetes Terhadap Penurunan Hba1c Dan GDS Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di RSU PKU Muhammadiyah Gubug Grobogan. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(2), 3690–3700. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.825