Kebertahanan Agama Adat Orang Mapor Bangka Di Tengah Penetrasi Agama Kristen, Islam Dan Pendidikan Formal

Authors

  • Vebriansyah Pratama Putra Universitas Bangka Belitung
  • Iskandar Zulkarnain Universitas Bangka Belitung
  • Herza Herza Universitas Bangka Belitung

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.824

Keywords:

Penetrasi Agama, Kebertahana Agama Adat, Orang Mapor, Tradisi Besar, Tradisi Kecil

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penetrasi agama Kristen dan Islam serta kebertahanan agama adat Orang Mapor di Dusun Air Abik, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Fokus penelitian diarahkan pada respons masyarakat adat terhadap masuknya agama formal dan strategi yang dilakukan Orang Mapor dalam mempertahankan agama adat yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari ketua adat, lembaga adat, tokoh adat, serta masyarakat adat Orang Mapor yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori Tradisi Besar (Great Tradition) dan Tradisi Kecil (Little Tradition) dari Robert Redfield sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetrasi agama Kristen dan Islam dalam kehidupan Orang Mapor berlangsung secara bertahap melalui bantuan sosial, pelaksanaan kebaktian, pemanfaatan kesamaan kultur, pendidikan, dakwah, pengajian, perkawinan, dan pendirian institusi keagamaan. Penetrasi tersebut membawa perubahan sosial dan religius dalam kehidupan masyarakat adat, terutama terhadap pola pikir, praktik religius, dan hubungan sosial Orang Mapor. Respons masyarakat adat terhadap penetrasi agama formal ditunjukkan melalui bentuk penerimaan, penolakan, dan negosiasi budaya yang berlangsung sesuai dengan kondisi sosial masyarakat. Di tengah kuatnya penetrasi agama formal, agama adat Orang Mapor tetap bertahan melalui berbagai strategi, seperti pewarisan ajaran ketuhanan Mapur Dangkel, mendirikan kelembagaan penghayat kepercayaan, dan pelestarian ritus-ritus Orang Mapor yang diwariskan leluhur.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Acciaioli, G. (2001). Grounds Of Conflict, Idioms Of Harmony: Custom, Religion, And National Politics In A Lindu Community. Canberra: The Australian National University.

Adhitama, S. (2023). Konsep Religiusitas Masyarakat Adat Musi – Talaud. Jayapangus Press Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 6(1), 56–68.

Aragon, L. V. (2000). Fields Of The Lord: Animism, Christian Minorities, And State Development In Indonesia. Honolulu: University Of Hawaii Press.

Cantika, V. M., Hernawan, A. H., & Dewi, L. (2025). Pendidikan Masyarakat Adat Dalam Kerangka Kurikulum Indonesia. Ideguru : Jurnal Ilmiah Guru, 10(1), 682–690.

Darmawan, B., Saputra, P. P., & Hidayat, N. (2024). Tergerusnya Kearifan Lokal Orang Mapur Di Tengah Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit PT. GPL Di Dusun Air Abik, Kabupaten Bangka. Academy Of Education Journal, 15(1), 121–135. Https://Doi.Org/10.47200/Aoej.V15i1.2142

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Pratiwi, A. E., Triyono, S., Rezkiyanto, I., Asad, A. S., Khollimah, A., & Yogyakarta, U. N. (2018). Eksistensi Masyarakat Adat Di Tengah Globalisasi. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 15(2), 95–102.

Ramadhani, B., & Ervan, N. M. (2023). Keterkaitan Budaya Mitos Yang Dipercaya Masyarakat Terhadap Pandangan Agama Islam. Jurnal Dinamika Sosial Dan Budaya, 25(2), 14–19.

Redfield, R. (1956). Peasant Society And Culture: An Anthropological Approach To Civilization. The University Of Chicago Press.

Redfield, R., Linton, R., & Herskovits, M. J. (1936). Memorandum For The Study Of Acculturation. WILEY: American Antrhropological Association, 38(1), 149–152.

Scott, J. C. (1985). Weapons Of The Weak: Everyday Forms Of Peasant Resistance. New Haven: Yale University Press.

Spradley, J. P. (1979). The Ethnographic Interview. New York: Holt, Rinehart And Winston.

Smith, L. T. (1999). Decolonizing Methodologies: Research And Indigenous Peoples. London: Zed Books.

Wirazilmustaan, W., Robuwan, R., & Agustian, R. A. (2020). Urgensi Pembentukan Lembaga Adat Urang Lom Guna Memberikan Perlindungan Suku Lom. PROGRESIF: Jurnal Hukum, 15(2), 169–192. Https://Doi.Org/10.33019/Progresif.V15i2.1983

Zulkarnain, I., Soetarto, E., Sunito, S., & Adiwibowo, S. (2018). Pembungkaman Suara Politik Pengakuan Masyarakat Adat Dalam Perspektif Ekonomi Politik (Studi Kasus Di Suku Mapur Lom Bangka Belitung). Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6(3), 237–245.

Downloads

Published

2026-05-26

How to Cite

Putra, V. P., Zulkarnain, I., & Herza, H. (2026). Kebertahanan Agama Adat Orang Mapor Bangka Di Tengah Penetrasi Agama Kristen, Islam Dan Pendidikan Formal. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(2), 3193–3206. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.824