Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Kader Tim Pendamping Keluarga Dalam Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Konawe Selatan Melalui Motivasi Pelayanan Publik Sebagai Variabel Mediasi

Authors

  • Paskaria Bita Bangapadang Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.729

Keywords:

Gaya Kepemimpinan, Motivasi Pelayanan Publik, Kinerja Kader

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadapa Kinerja Kader Tim Pendamping Keluarga Dalam Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Konawe Selatan Melalui Motivasi Pelayanan Publik Sebagai Variabel Mediasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif (positivism). Populasi dalam penelitian ini adalah tim kader pendamping keluarga di Kabupaten Konawe Selatan yang berjumlah 79 Orang. Karena jumlah populasi terbatas maka semua populasi dalam penelitian dijadikan responden (sensus). Jenis penelitian kuantitatif. Untuk dapat membantu proses pengolahan data-data didalam penelitian ini maka, menggunakan alat bantu program Statistic Last Square (PLS)4.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh langsung dan signifikan terhadap kinerja kader TPK. Secara operasional, kepemimpinan yang memberikan arahan yang jelas, koordinasi yang rutin, komunikasi yang baik, serta pengawasan yang konsisten mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, ketepatan waktu pelayanan, dan pencapaian target program oleh kader TPK. Gaya kepemimpinan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi pelayanan publik. Secara operasional, kepemimpinan yang partisipatif, komunikatif, dan suportif mampu meningkatkan semangat kerja kader melalui keterlibatan dalam pengambilan keputusan, pemberian penghargaan, serta dukungan moral, sehingga mendorong kader lebih berinisiatif dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Motivasi pelayanan publik terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja kader TPK. Secara operasional, kader yang memiliki motivasi pelayanan yang tinggi menunjukkan perilaku kerja yang lebih disiplin, bertanggung jawab, aktif dalam kegiatan pelayanan, serta mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.  Motivasi pelayanan publik terbukti memediasi secara parsial pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja kader TPK. Secara operasional, kepemimpinan yang memberikan arahan, dukungan, dan apresiasi mampu meningkatkan motivasi kader, yang pada akhirnya mendorong kader bekerja lebih disiplin, aktif, dan responsif dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adriani, M. (2012). Peranan gizi dalam siklus kehidupan manusia. Jakarta: Kencana.

Akbar, M., & Mutia, R. (2022). Pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja kader posyandu. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(2), 115–124.

Anwar, F., Khomsan, A., & Mauludyani, A. (2014). Gizi dan kesehatan masyarakat. Jakarta: Rajawali Pers.

Arif, F. (2009). Pemberian ASI eksklusif dan faktor yang mempengaruhinya. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Avolio, B. J., & Bass, B. M. (2004). Transformational leadership and job performance: The mediating role of motivation. Journal of Organizational Behavior, 25(8), 899–917.

Bass, B. M., & Avolio, B. J. (1994). Improving organizational effectiveness through transformational leadership. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Bass, B. M., & Riggio, R. E. (2006). Transformational leadership (2nd ed.). Mahwah, NJ: Lawrence Erlbaum Associates.

Benjamin, B., & Flynn, F. J. (2006). Leadership style and regulatory mode: Value from fit? Organizational Behavior and Human Decision Processes, 100(2), 216–230.

Bernardin, H. J., & Russell, J. E. A. (1993). Human resource management: An experiential approach. New York: McGraw-Hill.

BKKBN. (2021). Panduan pelaksanaan pendampingan keluarga. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

BKKBN. (2024). Laporan pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Indonesia. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Boyne, G. A. (2002). Public and private management: What’s the difference? Journal of Management Studies, 39(1), 97–122.

Burhanudin. (2015). Perilaku organisasi. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Choi, Y. (2016). The effects of public service motivation and organizational citizenship behavior on performance. Korean Journal of Public Administration, 54(1), 23–45.

Denhardt, R. B., & Denhardt, J. V. (2015). The new public service: Serving, not steering. New York: Routledge.

Fuadilah Habib. (2021). Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan. Bandung: Alfabeta.

Ghozali, I. (2012). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gibson, J. L., Ivancevich, J. M., & Donnelly, J. H. (2012). Organizations: Behavior, structure, processes (14th ed.). New York: McGraw-Hill.

Hakim, A. (2014). Pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan. Jurnal Manajemen dan Organisasi, 5(2), 150–162.

Hartono, T., & Sari, D. (2021). Transformational leadership and employee performance: The mediating role of public service motivation in Indonesian local government. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 18(3), 45–57.

Hidayatu Munawaroh, et al. (2022). Strategi partisipatif dalam pemberdayaan masyarakat untuk penanganan stunting. Surabaya: UINSA Press.

Herlina, S. (2019). Kinerja kader kesehatan ditinjau dari kepemimpinan dan lingkungan kerja. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 7(1), 45–56.

Kemenkes RI. (2011). Pedoman umum gizi seimbang. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2016). Pedoman intervensi gizi dalam pencegahan stunting. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2018). Situasi balita pendek (stunting) di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kim, S. (2012). The impact of transformational leadership on public sector performance: Mediating role of public service motivation. Public Administration Review, 72(4), 531–542.

Kristiastanti, T. (2018). Partisipasi anggaran dan kinerja organisasi publik. Jakarta: Pustaka Utama.

Kusuma, D. W., & Wahyu, S. (2014). Pengaruh motivasi pelayanan publik terhadap kinerja pegawai sektor publik. Jurnal Administrasi Publik, 8(1), 20–30.

Laili, U., Permana Putri, E. B., & Khusnul Rizki, L. (2022). Peran pendamping keluarga dalam menurunkan stunting. Jurnal Kesehatan Reproduksi dan Gizi, 2(1), 45–56.

Lestari, R. (2022). Pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai melalui motivasi pelayanan publik di BKKBN Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Kebijakan Publik Indonesia, 5(2), 120–132.

Lestari, D. (2022). Determinan kinerja kader kesehatan: Peran motivasi dan dukungan kepemimpinan. Jurnal Kebijakan Kesehatan, 10(3), 201–214.

Mahsun, M. (2019). Pengukuran kinerja sektor publik. Yogyakarta: BPFE.

Mahmud, A., & Nurhidayah, S. (2023). Pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja tenaga kesehatan di puskesmas. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 10(1), 75–84.

Ningsih, A., & Haris, F. (2019). Motivasi pelayanan publik sebagai variabel mediasi dalam hubungan kepemimpinan dan kinerja pegawai. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 8(2), 77–89.

Pawar, B. S., & Eastman, K. K. (1997). The nature and implications of contextual influences on transformational leadership: A conceptual examination. Academy of Management Review, 22(1), 80–109.

Park, S., & Rainey, H. (2010). The effect of transformational leadership on nurses’ performance: Mediating role of motivation and job satisfaction. Public Personnel Management, 39(2), 159–177.

Pasolong, H. (2013). Metode penelitian administrasi publik. Bandung: Alfabeta.

Perry, J. L. (1996). Measuring public service motivation: An assessment of construct reliability and validity. Journal of Public Administration Research and Theory, 6(1), 5–22.

Perry, J. L., & Wise, L. R. (1990). The motivational bases of public service. Public Administration Review, 50(3), 367–373.

Purnama, I., et al. (2024). Program PKH dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 12(1), 32–45.

Pratiwi, G. (2020). Motivasi pelayanan publik sebagai prediktor kinerja aparatur pemerintah desa. Jurnal Pemerintahan Desa, 5(1), 33–42.

Rahmawati, S. (2021). Pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja kader kesehatan melalui motivasi kerja di Puskesmas Kabupaten Bantul. Jurnal Administrasi Publik dan Kesehatan, 7(2), 101–113.

Rahman, A., & Dewi, L. (2021). Hubungan gaya kepemimpinan dengan kinerja tenaga kesehatan di puskesmas. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 12(3), 140–150.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Perilaku organisasi (Edisi ke-16). Jakarta: Salemba Empat.

Samsuddin, A., & Putri, A. (2023). Model peningkatan kinerja kader melalui kepemimpinan dan motivasi pelayanan publik. Jurnal Administrasi Publik, 11(1), 1–13.

Sutrisno, E., & Rahmawati, T. (2021). Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai dengan motivasi sebagai variabel mediasi. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 9(2), 98–112.

Saragih, S. (2007). Kepemimpinan transformasional dan perubahan organisasi. Medan: USU Press.

Schmidt, R. (2014). Stunting: Causes and consequences. European Journal of Nutrition, 53(1), 3–9.

Selvi, N., et al. (2021). Pemberdayaan ekonomi keluarga dalam pencegahan stunting. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Indonesia, 5(2), 145–160.

Sondang, P. S. (2021). Teori kepemimpinan dan perilaku organisasi (Edisi revisi). Jakarta: Bumi Aksara.

Sundari, N. (2022). Kepemimpinan efektif dalam organisasi publik. Bandung: Alfabeta.

Supartha, I. (2016). Kepemimpinan transformasional dalam organisasi modern. Denpasar: Udayana University Press.

Susana, R. (2018). Kepemimpinan transformasional dan pemberdayaan karyawan. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. (2017). 100 kabupaten/kota prioritas untuk intervensi stunting. Jakarta: TNP2K.

Usman, H. (2014). Metodologi penelitian sosial. Jakarta: Bumi Aksara.

Utami, D. (2022). Pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai dengan motivasi sebagai variabel mediasi pada Dinas Kesehatan Kota Semarang. Jurnal Manajemen dan Organisasi Publik, 9(2), 55–67.

Utomo, A. (2002). Kepemimpinan transformasional dalam organisasi modern. Yogyakarta: Andi.

Vandenabeele, W. (2014). Transformational leadership, public service motivation, and job performance: A study of local government employees. Public Administration, 92(4), 885–902.

Vandenabeele, W. (2017). Public service motivation: State of the art and conceptual refinement. Public Policy and Administration, 32(4), 345–367.

Wiratna Sujarweni, V. (2014). Metode penelitian: Lengkap, praktis, dan mudah dipahami. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Wright, B. E., Moynihan, D. P., & Pandey, S. K. (2012). Pulling the levers: Transformational leadership, public service motivation, and mission valence. Public Administration Review, 72(2), 206–215.

Wijayanti, S. (2020). Kepemimpinan dan motivasi pelayanan publik dalam meningkatkan kinerja aparatur desa. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 6(2), 55–67.

Yusuf, H., & Sari, L. (2021). Pengaruh kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja relawan kesehatan. Jurnal Relawan dan Pelayanan Publik, 4(1), 22–34.

Yuliani, H. (2023). Pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai dengan motivasi pelayanan publik sebagai variabel mediasi pada Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 11(1), 88–99.

Downloads

Published

2026-05-18

How to Cite

Bangapadang, P. B. (2026). Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Kader Tim Pendamping Keluarga Dalam Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Konawe Selatan Melalui Motivasi Pelayanan Publik Sebagai Variabel Mediasi. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(2), 2340–2355. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.729