Dialektika Politik Hukum Dalam Pembentukan RUU Masyarakat Adat Di Indonesia Antara Rekognisi Dan Kepentingan Negara

Authors

  • Frans Tory Damara Pradipta Universitas Bangka Belitung
  • Alfiki Istumetia Utami Risqilah Universitas Bangka Belitung
  • Dzea Natasya Universitas Bangka Belitung
  • Irvan Ansyari Universitas Bangka Belitung
  • Apsas Saputra Universitas Bangka Belitung

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.724

Keywords:

Politik Hukum, Masyarakat Adat, Konflik Agraria, Hak Ulayat, RUU Masyarakat Adat

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih lemahnya pengakuan dan perlindungan hukum terhadap masyarakat hukum adat di Indonesia yang berdampak pada meningkatnya konflik agraria dan ketidakpastian hukum terhadap wilayah adat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika politik hukum dalam pengakuan masyarakat adat serta urgensi pengesahan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat dalam sistem hukum nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, Naskah Akademik RUU Pengakuan dan Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Adat, serta berbagai literatur ilmiah terkait masyarakat adat dan politik hukum di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan masyarakat adat masih menghadapi persoalan tumpang tindih regulasi sektoral, lemahnya implementasi kebijakan, dan dominasi kepentingan ekonomi dalam pengelolaan sumber daya alam. Kondisi tersebut menyebabkan konflik agraria, kriminalisasi, dan perampasan wilayah adat terus terjadi di berbagai daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengesahan RUU Masyarakat Adat menjadi langkah penting untuk memperkuat kepastian hukum, perlindungan hak ulayat, serta mewujudkan politik hukum nasional yang lebih berkeadilan terhadap masyarakat adat di Indonesia.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman. (2015). Draft laporan pengkajian hukum tentang mekanisme pengakuan kesatuan masyarakat hukum adat. Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM RI.

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara. (2016). Naskah akademik RUU pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat. AMAN.

Anindyajati, T. (2017). Politik hukum tentang peran Mahkamah Konstitusi dalam melindungi eksistensi kesatuan masyarakat hukum adat di Indonesia. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 19(1), 1–14. https://doi.org/10.14203/jmb.v19i1.378

Ariyani, A. D. (2024). Implementasi hukum adat sebagai dasar hukum dalam membangun sistem hukum di Indonesia. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(12).

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik kelapa sawit Indonesia 2024. BPS.

Baso Madiong, et al. (2023). Legal protection of indigenous peoples over natural resources and paradigm shift of traditional and modern values in South Sulawesi, Indonesia. Journal of Law and Sustainable Development, 11(9). https://doi.org/10.55908/sdgs.v11i9.458

Bettinger, K. A. (2015). The fight over the forest: The state, rural communities, and customary law in Indonesia. Worldviews: Environment, Culture, Religion, 19(2), 123–143. https://doi.org/10.1163/15685357-01902004

Cahyaningrum, D. (2015). Implikasi putusan Mahkamah Konstitusi mengenai status hutan adat sebagai hutan hak. Jurnal Kajian DPR, 20(1), 1–16.

CIFOR. (2024). Kajian kebijakan hak-hak masyarakat adat di Indonesia. Center for International Forestry Research.

Danggur, K. (2019). Politik hukum penyelesaian konflik pengelolaan konservasi yang humanis: Suatu kajian berbasis kearifan lokal masyarakat adat. Uti Possidetis: Journal of International Law, 1(2), 219–243. https://doi.org/10.22437/ujh.1.2.219-243

Farina, T., Nugraha, S., Mulyawan, A., & Wijaya, A. (2024). Pengakuan dan perlindungan hutan adat dalam mewujudkan hak masyarakat hukum adat di Provinsi Kalimantan Tengah. Unes Law Review, 6(3), 9377–9389.

Fuzain, N. A. (2023). Konflik sengketa lahan antara masyarakat adat Rempang dengan BP Batam terhadap pembangunan Rempang Eco City. Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains, 2(11), 1081–1088. https://doi.org/10.58812/jhhws.v2i11.798

Hardiyanti, M., & Sugiyanto, S. (2023). Relevansi living law theorie dalam RUU masyarakat adat pada sistem negara hukum prismatik. Progressive Law and Society, 1(1).

Hammar, R. K. R. (2018). The existence of customary rights of customary law community and its regulation in the era of special autonomy of Papua. Journal of Social Studies Education Research, 9(1), 201–213. https://doi.org/10.17499/jsser.06135

Ifrani, Abby, F. A., Barkatullah, A. H., Nurhayati, Y., & Said, M. Y. (2019). Forest management based on local culture of Dayak Kotabaru in the perspective of customary law for a sustainable future and prosperity of the local community. Resources, 8(2). https://doi.org/10.3390/resources8020078

Isdiyanto, I. Y., & Putranti, D. (2021). Perlindungan hukum atas ekspresi budaya tradisional dan eksistensi masyarakat hukum adat Kampung Pitu. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 15(2), 231–256. https://doi.org/10.30641/kebijakan.2021.V15.231-256

Karim, N., Hadisi, L., Ramli, Lubis, M., & Anhusadar, L. (2024). Environmental conservation of coral reefs in the Wakatobi region based on Islamic education and customary law approaches. Samarah, 8(3), 1547–1565. https://doi.org/10.22373/sjhk.v8i3.24067

Konsorsium Pembaruan Agraria. (2024). Catatan akhir tahun konflik agraria 2024. KPA.

Mandasari, Z. (2016). Politik hukum pengaturan masyarakat hukum adat (Studi putusan Mahkamah Konstitusi). Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 21(2), 227–250. https://doi.org/10.20885/iustum.vol21.iss2.art4

Mayastuti, A., Wiwoho, J., & Purwadi, H. (2022). The guarantees for the fulfillment of the constitutional rights of customary law community in Indonesia. Res Militaris, 12(2), 3336–3341.

Mubarok, A., Alviana, A., Marselina, F. P., Febriansyah, M. A. B., Shabrina, S., & Gayatri, T. I. (2024). Perlindungan hak atas tanah masyarakat adat di era otonomi. Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora, 1(2), 69–77.

Rumalutur, F. I. (2024). Recognition of indigenous peoples’ jurisdiction over water: Comparison of law in Indonesia and New Zealand. Sociological Jurisprudence Journal, 7(2), 132–140. https://doi.org/10.22225/scj.7.2.2024.132-140

Sati, D. (2019). Politik hukum di kawasan hutan dan lahan bagi masyarakat hukum adat. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 5(2), 234–252. https://doi.org/10.38011/jhli.v5i2.94

Sihotang, A. P., & Rato, D. (2024). Legal status of customary communities, customary law communities and indigenous communities as custom law subjects. Journal of Ecohumanism, 3(6), 1690–1702. https://doi.org/10.62754/joe.v3i6.4128

Siska, S., Utomo, L., Sara, R., & Rozikin, I. (2025). Urgensi dan dinamika proses rancangan undang-undang masyarakat hukum adat di Indonesia. Journal of Governance and Policy Innovation (JGPI), 5(1). https://doi.org/10.51577/jgpi.v5i1.759

Yulia, A., & Putri, F. A. J. (2025). Politik hukum agraria terhadap hak ulayat masyarakat hukum adat di Indonesia. Jurnal Locus: Penelitian dan Pengabdian, 4(9). https://doi.org/10.58344/locus.v4i9.4876

Zainurohmah, Z. (2024). Ensuring legal certainty for customary law communities in Indonesia. Contemporary Issues on Interfaith Law and Society, 3(1). https://doi.org/10.15294/ciils.v3i1.78878

Downloads

Published

2026-05-18

How to Cite

Pradipta, F. T. D., Risqilah, A. I. U., Natasya, D., Ansyari, I., & Saputra, A. (2026). Dialektika Politik Hukum Dalam Pembentukan RUU Masyarakat Adat Di Indonesia Antara Rekognisi Dan Kepentingan Negara. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(2), 2273–2287. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.724