Daya Terima Dan Analisis Zat Gizi Protein, Zat Besi Berbasis Tepung Kacang Hijau Dan Kacang Tanah Dengan Penambahan Wijen Hitam, Kurma, Dan Madu Sebagai Selingan Alternatif Ibu Hamil Anemia
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.702Keywords:
Anemia Ibu Hamil, Snack Bar, Tepung Kacang Hijau, Kacang Tanah, Daya TerimaAbstract
Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 48,9% berdasarkan Riskesdas 2018. Defisiensi zat besi dan protein menjadi penyebab utama kondisi ini. Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui daya terima dan kandungan zat gizi protein dan zat besi dari sncak bar berbasis tepung kacang hijau dan kacang tanah dengan penambahan kurma, wijen hitam, serta madu sebagai selingan alternatif bagi ibu hamil anemia. Motode yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan rancangan posttest design, mengujikan tiga formulasi F1 (tepung kacang hijau 75%:kacang tanah 25%), F2 (50%:50%), dan F3 (75%:25%), dengan kurma, wijen hitam, serta madu dalam jumlah tetap sebagai variabel kontrol. Uji hedonik dilakukan di Puskesmas Moncongloe pada 22 April 2026 melibatkan 20 panelis tidak terlatih yang seluruhnya merupakan ibu hamil anemia. Penilaian meliputi warna, aroma, rasa, dan tesktur menggunakan skala 1-5. Analisis Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan pada parameter warna (p=0,022) dan tekstur (p=0,005), namun tidak signifikan pada aroma (p=0,894) dan rasa (p=0,432). Formula F3 memperoleh nilai tertinggi pada seluruh parameter dan ditetapkan sebagai formula terpilih. Kandungan gizi per sajian F3 melipuyi energi 44,4 kkal, protein 1,4 g, lemak 2,0 g, karbohidrat 6,0 g, dan zat besi 0,44 mg. Dalam satu siklus produksi 25 pcs, total zat besi mencapai 11,2 mg atau 41% dari AKG zat besi harian ibu hamil (27mg). Snack bar formula F3 layak dijadikan selingan alternatif berbasis pangan lokal untuk mendukung pemenuhan zat gizi ibu hamil anemia.
Downloads
References
1. Agriculture, U. S. D. O. (2020). USDA FoodData Central. U.S. Department of Agriculture.
2. Amartia, J., Septiani, B. D. S., Sulistiawati, F., Arista, N., & Andayani, D. (2025). Perbedaan Sifat Organoleptik dan Kandungan Zat Gizi Makro Roti Tawar Nutriloaf Dengan Substitusi Tepung Kedelai (Glycine max) dan Beras Merah (Oryza nivara). Jurnal Gizi dan Pangan, 5(1), 1–12.
3. Bogdanov, S., Jurendic, T., Sieber, R., & Gallmann, P. (2008). Honey for nutrition and health: A review. Journal of the American College of Nutrition, 27(6), 677–689.
4. DeMan, J. M. (1999). Principles of Food Chemistry (3rd ed.). Aspen Publishers.
5. Fennema, O. R. (2008). Food Chemistry (4th ed.). CRC Press.
6. Gorissen, S. H. M., Crombag, J. J. R., Senden, J. M. G., Waterval, W. A. H., Bierau, J., Verdijk, L. B., & van Loon, L. J. C. (2018). Protein content and amino acid composition of commercially available plant-based protein isolates. Amino Acids, 50(12), 1685–1695.
7. Hurrell, R., & Egli, I. (2010). Iron bioavailability and dietary reference values. The American Journal of Clinical Nutrition, 91(5), 1461S–1467S.
8. Kementerian Kesehatan RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI.
9. Kementerian Kesehatan RI. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Kemenkes RI.
10. Kementerian Kesehatan RI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes RI.
11. Lestari, S., Yuliantini, E., & Suryani, D. (2024). Proximate Analysis and Organoleptic Acceptance of Snack Bar Based on Green Pea Flour (Vigna Radiata) and Red Pea Flour (Phaseolus Vulgaris L). Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA), 6(3), 519–531.
12. Mottram, D. S. (1994). Flavor formation in meat and meat products: A review. Food Chemistry, 62(4), 415–424.
13. Muchtadi, T. R., Sugiyono, & Ayustaningwarno, F. (2010). Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Alfabeta.
14. Nabila, F., & Hadi, A. (2025). Pengaruh penambahan tepung kacang kedelai terhadap daya terima organoleptik dan proksimat pada mie instant buah naga. Jurnal Gizi Indonesia, 2(1), 1–10.
15. Pamungkas, W., Vanessia, M., & Kandriasari, A. (2025). Pengembangan Fukien Ikan Kembung Banjar dengan Substitusi Tepung Talas Belitung (Xanthosoma Sagittifolium): Mutu Sensori, Daya Terima Konsumen, dan Rintisan Usaha. Jurnal Pangan dan Gizi, 10(1), 1–12.
16. Rifqi, M. A., Ahmad, M., Aila, I., & Alaiyu, F. (2019). Pie Formula Biscuit Flour and Soy Protein Isolate as Alternative of High Protein Snack for Toddler. Indian Journal of Public Health Research & Development, 10(3), 1017–1022.
17. Shahidi, F., Liyana-Pathirana, C. M., & Wall, D. S. (2006). Antioxidant activity of white and black sesame seeds and their hull fractions. Food Chemistry, 99(3), 478–483.
18. Siegel, S., & Castellan, N. J. (1988). Nonparametric Statistics for the Behavioral Sciences (2nd ed.). McGraw-Hill.
19. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). (2017). Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.
20. Waryana. (2010). Gizi Reproduksi. Pustaka Rihama.
21. WHO. (2021). Haemoglobin concentrations for the diagnosis of anaemia and assessment of severity. Vitamin and Mineral Nutrition Information System. World Health Organization.
22. Winarno, F. G. (2004). Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama.. Jumlah refernsi minimal 20 sumber dari artikel jurnal.
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















