Karakteristik Ibu Hamil Dengan Kejadian Emesis Gravidarum
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.678Keywords:
Karakteristik, Emesis Gravidarum, Ibu HamilAbstract
Emesis gravidarum merupakan keluhan yang umum dialami oleh ibu hamil terutama pada trimester pertama, ditandai dengan mual dan muntah yang disebabkan oleh perubahan hormon selama kehamilan, khususnya peningkatan hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dan estrogen. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, dehidrasi, dan gangguan nutrisi apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu hamil dengan kejadian emesis gravidarum di wilayah kerja UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Selatan tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan total sampling terhadap seluruh ibu hamil trimester I yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 233 orang. Data sekunder diperoleh melalui dokumen register KIA dan rekam medis, kemudian dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase tiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) berada pada usia reproduksi sehat 20–35 tahun. Sebagian besar (66,1%) primigravida, mayoritas pendidikan tinggi (97,4%), dan sebagian (46,8%) bekerja sebagai pegawai swasta. Dapat disimpulkan bahwa kejadian emesis gravidarum lebih banyak dialami oleh ibu hamil usia reproduksi sehat, berpendidikan tinggi, dengan paritas primigravida, dan bekerja sebagai pegawai swasta. Hasil ini diharapkan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi dan upaya pencegahan dini terhadap emesis gravidarum, khususnya pada kelompok ibu primigravida.
Downloads
References
Anderson, F. G. (2020). Williams Obstetrics (27th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Anjayati, S. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Deepublish.
Arifin, A., dan Juliarti, E. (2022). Asuhan Kebidanan Patologis pada Kehamilan Trimester I: Pendekatan Praktik Berbasis Bukti. Jakarta: CV Trans Info Media.
Artini, N. K. M., Erawati, N. L. P. S., dan Senjaya, A. A. (2023). Hubungan Paritas dan Usia Ibu dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Bali Royal Hospital . Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery), 11(1), 33–40. https://doi.org/10.33992/jik.v11i1.2312
Ariani, L., & Suryani, D. (2021). Hubungan paritas dan usia kehamilan dengan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Jurnal Kebidanan Nusantara, 9(2), 87–95.
Al Roby, M. (2017). Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil. Jakarta: Salemba Medika.
BPOM RI. (2015). Laporan Tahunan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Jakarta: BPOM.
Cholifah, N., dan Nuriyanah, N. (2017). Terapi Komplementer dalam Kehamilan. Bandung: Alfabeta.
Claudia, M. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I. Jurnal Kebidanan Indonesia, 8(1), 45–52.
Cunningham, F. G., Leveno, K. J., Bloom, S. L., Dashe, J. S., Hoffman, B. L., dan Spong, C. Y. (2022). Williams Obstetrics (27th ed.). New York: McGraw-Hill.
Deepika, S., Sharma, R., dan Patel, N. (2022). Nausea and Vomiting in Pregnancy: A Global Perspective. International Journal of Obstetric Health, 9(3), 221–229.
Fitriah, N., Rahmawati, D., dan Lestari, W. (2022). Hubungan Usia dan Paritas dengan Kejadian Emesis Gravidarum. Jurnal Kesehatan Reproduksi Indonesia, 11(2), 134–140.
Harti, N., Yuwinten, A., dan Dewi, R. (2018). Penggunaan Obat Antiemetik pada Kehamilan: Tinjauan Efektivitas dan Keamanan. Jurnal Ilmiah Farmasi Indonesia, 16(1), 33–41.
Haryani, S. (2022). Etika Penelitian Kesehatan dan Kebidanan. Jakarta: EGC.
Haifa, N. M. (2025). Metodologi Penelitian Kebidanan. Jakarta: Penerbit Mitra Wacana Media.
Idyawati, S., Afrida, B. R., Aryani, N. P., dan Jannati, S. H. (2024). The Relationship of Age and Gravida Status with The Incident of Anemia in Pregnant Women in Tanjung Karang Community Health Center. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery), 12(1), 44–50. https://doi.org/10.33992/jik.v12i1.3222
Jennings, B., dan Krywko, D. (2021). Morning Sickness and Hyperemesis Gravidarum: Clinical Review. Obstetrics & Gynecology Journal, 138(4), 567–575.
Juwita, D. (2024). Hubungan Paritas dengan Kejadian Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester Pertama. Jurnal Ilmu Kebidanan Nusantara, 12(1), 1–7.
Kementerian Pendidikan Nasional. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Kemendiknas.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2022. Jakarta: Kemenkes RI.
Kusmiyati, Y. (2020). Budaya dan Kesehatan Reproduksi Perempuan di Indonesia. Yogyakarta: UGM Press.
Kusumawati, E., dan Dewi, P. (2020). Riwayat kehamilan dan kejadian hiperemesis gravidarum di fasilitas kesehatan primer. Jurnal Ilmu Kebidanan Indonesia, 5(3), 112–120.
Karmilasari, P. M., Senjaya, A. A., dan Novya Dewi, I. G. A. A. (2022). Hubungan Keteraturan Pemeriksaan Antenatal Care dengan Kesiapan Menghadapi Persalinan Pada Ibu Hamil Primigravida Trimester III Pada Masa Pandemi COVID-19. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery), 10(2), 152–161. https://doi.org/10.33992/jik.v10i2.2072
Lestari, D. (2019). Patofisiologi Emesis Gravidarum: Kajian Fisiologis dan Hormonal. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan, 10(2), 75–82.
Lestari, D. (2022). Hubungan status gizi dengan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 10(2), 45–52.
Liu, C., dkk. (2022). Emerging Progress in Nausea and Vomiting of Pregnancy and Hyperemesis Gravidarum. (Review). PMC.
Manuaba, I. B. G. (2018). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan (Edisi Revisi). Jakarta: EGC.
March of Dimes. (2020). Healthy Pregnancy Guidelines. Washington DC: March of Dimes Foundation.
Mochtar, R. (2020). Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi, Patologi dan Operatif. Jakarta: EGC.
Mujayati, N., Ariyani, N. W., Ariyani, N. W., Mauliku, J., dan Mauliku, J. (2022). Efektivitas Aromaterapi Lemon Pada Penurunan Derajat Emesis Gravidarum Di Praktek Mandiri Bidan. Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery), 10(1), 73–79. https://doi.org/10.33992/jik.v10i1.1635
Notoatmodjo, S. (2018). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nur, L. (2024). Teknik Pengolahan dan Analisis Data Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Andi Offset.
Nurjanah, S., Pertiwi, H., dan Sari, R. (2020). Hubungan Paritas dan Usia dengan Kejadian Emesis Gravidarum. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional, 5(3), 199–205.
Pertiwi, H., dan Lestari, W. (2023). Hubungan Usia Ibu dan Tingkat Pendidikan terhadap Kejadian Emesis Gravidarum. Jurnal Ilmu Kebidanan Indonesia, 13(1), 22–29.
Prawirohardjo, S. (2016). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Proverawati, A. (2019). Pendidikan Kesehatan untuk Ibu Hamil. Yogyakarta: Nuha Medika.
Purwoastuti, E., dan Walyani, E. S. (2015). Asuhan Kebidanan Ibu Hamil. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Rasida, S. (2020). Komplikasi Emesis Gravidarum dan Penanganannya. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Medika, 7(2), 111–118.
Rofi’ah, N., Suryati, I., dan Anisa, R. (2017). Efektivitas Pemberian Vitamin B6 terhadap Penurunan Frekuensi Mual Muntah pada Ibu Hamil. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 5(1), 25–31.
Runiari, N. (2019). Perubahan Fisiologis dan Hormonal pada Emesis Gravidarum. Jurnal Kesehatan Prima, 13(1), 33–40.
Rahmawati, S., & Putri, N. (2021). Faktor maternal yang berhubungan dengan emesis gravidarum pada kehamilan trimester pertama. Jurnal Kebidanan Nusantara, 6(1), 12–20.
Salaheldin Abdelhamid, A. M., Madkour, W. A. I., dan Ghandour, A. (2013). Prognostic value of ultrasound markers versus biochemical markers in asymptomatic pregnant patients and patients with threatened first-trimester abortion. Evidence Based Womenʼs Health Journal, 3(2), 64–69. https://doi.org/10.1097/01.ebx.0000427045.03867.3b
Saifuddin, A. B. (2020). Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo (Edisi Revisi). Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Salsabila, I. (2025). Hubungan Paritas dengan Kejadian Emesis Gravidarum di Puskesmas Sumberrejo. Jurnal Kebidanan Berdaya, 8(1), 56–63.
Saridewi, D. (2018). Efek Samping Penggunaan Antihistamin pada Ibu Hamil. Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan, 9(2), 145–151.
Sari, M., Handayani, R., & Fitriani, A. (2020). Defisiensi mikronutrien dan kejadian mual muntah pada kehamilan. Jurnal Gizi dan Kebidanan, 5(3), 101–108.
Sari, W., & Putri, A. (2020). Hubungan jarak kehamilan dengan kejadian emesis gravidarum pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Kebidanan, 4(4), 89–98.
Subhaktiyasa, I. W. (2024). Statistik dan Metodologi Penelitian Kesehatan. Denpasar: Poltekkes Kemenkes Denpasar Press.
Suryati, I., Yuwinten, A., dan Rofi’ah, N. (2018). Penanganan Farmakologis Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil. Jurnal Kesehatan Madaniyah, 11(3), 211–219.
Sabda Nirwana, B., Lutfiasari, D., Awatiszahro, A., Firdaus, N., Rofiah, K., Kesehatan, F. I., & Kadiri, U. (2025). Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamilprimigravida Trimester I Tentang Emesis Gravidarum. Jurnal Bidan Pintar │Vol, 6(1).
Varney, H., Kriebs, J. M., & Gegor, C. L. (2018). Varney’s Midwifery (6th ed.). Jones & Bartlett Learning.
Wahyuni, T. (2018). Psikologi Reproduksi Perempuan dan Kehamilan. Bandung: Alfabeta.
World Health Organization (WHO). (2016). Environmental Health Criteria: Reproductive Effects of Chemicals. Geneva: World Health Organization.
World Health Organization (WHO). (2021). Antenatal Care Recommendations for a Positive Pregnancy Experience (2nd ed.). Geneva: WHO.
World Health Organization (WHO). (2022). Global Health Observatory Data: Maternal Health Statistics. Geneva: WHO.
World Health Organization (WHO). (2023). Pregnancy and Childbirth Guidelines. Geneva: WHO.
Wulandari, D. (2020). Faktor Risiko Kehamilan pada Usia Reproduksi Lanjut. Jurnal Bidan Cendekia, 5(2), 87–93.
Wulandari, N., Setiawan, R., dan Putri, H. (2021). Hubungan Usia dengan Kejadian Emesis Gravidarum di Wilayah Puskesmas Mandiri. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 14(2), 67–74.
Yuwinten, A. (2018). Terapi Non-Farmakologis Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil. Surabaya: Airlangga University Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















