Kajian Etnomusikologi Heringu Kanigi Sebagai Nyanyian Tanam Dan Panen Suku Wewewa Di Sumba Barat Daya
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.661Keywords:
Heringu Kanigi, Etnomusikologi, Suku Wewewa, Sumba Barat Daya, Nyanyian Tanam Dan Panen, MarapuAbstract
Penelitian ini mengkaji tradisi Heringu Kanigi, nyanyian tanam dan panen yang hidup dalam praktik agraris Suku Wewewa, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Sebagai warisan budaya yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi, tradisi ini menyimpan kekayaan makna yang melampaui fungsinya sebagai nyanyian kerja semata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi dan peran musik vokal dalam tradisi Heringu Kanigi secara musikal, sekaligus menelaah bagaimana tradisi ini menjadi dimensi penting dalam sistem kepercayaan dan nilai budaya masyarakat Sumba. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi yang meliputi observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi lapangan. Analisis dilakukan menggunakan teori etnomusikologi Alan P. Merriam dan teori Tujuh Dimensi Agama Ninian Smart sebagai kerangka kerja utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Heringu Kanigi disajikan secara responsorial dengan ritme yang stabil, di mana irama nyanyian sekaligus berfungsi sebagai pengatur gerak tubuh para petani saat bekerja di sawah. Tradisi ini berperan sebagai media hiburan, pembangun semangat kolektif, dan perekat sosial melalui syair yang mengandung humor, sindiran ringan, dan ungkapan rasa syukur. Di sisi lain, Heringu Kanigi memuat nilai spiritual yang mendalam sebagai bagian dari sistem kepercayaan Marapu yang memandang manusia, alam, dan leluhur sebagai satu kesatuan yang harmonis. Meskipun tidak secara langsung dipersembahkan sebagai ritual kepada Marapu, tradisi ini menjadi bentuk penghormatan tidak langsung kepada leluhur melalui pelestarian warisan yang mereka tinggalkan. Namun, sejak tahun 2000-an praktik ini semakin jarang dilakukan akibat perubahan gaya hidup dan lemahnya pewarisan budaya kepada generasi muda.
Downloads
References
Aishah, S., & Abdullah, C. H. U. (2025). Comparative Analysis of Eschatological Beliefs in Malaysian Chinese Buddhism and Islam: Insights through Ninian Smart’s Dimensions of Religion. 95, 112–131.
Arnold, V. J., Kabnani, J., & Salau, T. (2021). Kajian Antropolinguistik Bentuk Lingual Umbu pada Masyarakat Melolo. 179–191.
Dieter, M. (1995). Apresiasi Musik Pop. Yayasan Pustaka Nusantara.
Djawa, A. R. (2014). Ritual Marapu di Masyarakat Sumba Timur. 2(1).
Fachrina, & Putra, R. E. (2013). Antropologi Indonesia. Antropologi Indonesia: Indonesian Journal of Social and Cultural Anthropology, 34(2), 101–112.
Fischer, R. (2011). The Functions of Music-Listening across Cultures: The Development of a Scale Measuring Personal, Social and Cultural Functions of Music. ScholarWorks @ GVSU.
Hana, P. (2023). Jurnal Pendidikan dan Konseling. 5, 3961–3975.
Huka, R. Y., Letma, I., & Nafi, N. M. (2022). Tambur. 2(2), 85–108.
Koentjaraningrat. (1992). Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Dian Rakyat.
Levi-Strauss, C. (1997). Mitos, Dukun dan Sihir. Kanisius.
Luthfiyani, P. W., & Murhayati, S. (2024). Strategi Memastikan Keabsahan Data dalam Penelitian Kualitatif. 8, 45315–45328.
Naeem, M., Ozuem, W., Howell, K., & Ranfagni, S. (2024). A Step-by-Step Process of Thematic Analysis to Develop a Conceptual Model in Qualitative Research. International Journal of Qualitative Methods, 22, 1–18. https://doi.org/10.1177/16094069231205789
Rahmawati, S., & Rahima, A. (2020). Makna Kontekstual dalam Lagu Lukah Gilo pada Masyarakat Kabupaten Tebo Provinsi Jambi (Struktural Hermeneutik). Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. https://doi.org/10.33087/aksara.v3i2.137
Widiningsih, A., Rohayati, N., & Hidayat, T. (2023). Kebudayaan dan Unsur-Unsur Budaya dalam Masyarakat Indonesia. Jurnal Diksatrasia, 7(1), 88–101.
Wrahatnala, B. (2019). Fungsionalisme Struktural dalam Kajian Etnomusikologi. Laporan Akhir Penelitian Pustaka, 7(2), 1–59.
Yizriel Pote Pasa, Y. P. P., Ni Luh Putu Tejawati, N. L. P. T., & I Nyoman Bayu Pramartha, I. N. B. P. (2023). Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Tradisi Pasola di Desa Pero Batang Kecamatan Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya. Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial, 4(2), 142–152. https://doi.org/10.59672/nirwasita.v4i2.3097
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















