Analisis Efektivitas Asesmen Diagnostik Terhadap Identifikasi Kebutuhan Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi IPA SMP
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.656Keywords:
Asesmen Diagnostik, Kebutuhan Belajar SiswaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas asesmen diagnostik dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik pada pembelajaran IPA berbasis diferensiasi di tingkat SMP. Penerapan asesmen diagnostik menjadi bagian penting dalam Kurikulum Merdeka karena membantu guru memperoleh informasi mengenai kemampuan awal, minat, kesiapan belajar, serta karakteristik siswa sebelum proses pembelajaran dilaksanakan. Informasi tersebut digunakan sebagai dasar dalam menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif evaluatif. Subjek penelitian terdiri atas guru IPA dan siswa SMP yang terlibat dalam pelaksanaan asesmen diagnostik pada kegiatan pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui tingkat efektivitas asesmen diagnostik terhadap pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik mampu membantu guru memahami kondisi dan kebutuhan belajar siswa secara lebih menyeluruh sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kemampuan dan karakteristik peserta didik. Selain itu, asesmen diagnostik juga membantu guru menentukan metode, media, dan bentuk pembelajaran yang lebih tepat. Meskipun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, kesiapan guru dalam menyusun instrumen, serta pengelolaan hasil asesmen yang belum optimal. Dengan demikian, asesmen diagnostik dinilai efektif dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPA di SMP.
Downloads
References
Alfarisi, M. (2024). Analisis hasil asesmen diagnostik sebagai dasar pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya, 4(1).
https://doi.org/10.58218/lambda.v4i1.848
Arikunto, S. (2018). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.
Ariani, D., Susongko, P., Kusuma, M., & Fatkhomi, F. 2024. “Implementasi Asesmen pada Pembelajaran IPA Berdiferensiasi: Studi Inkuiri Naratif.” JPMP (Jurnal Pendidikan MIPA Pancasakti), Vol. 8, No. 1. Tegal: Universitas Pancasakti Tegal.
https://doi.org/10.24905/jpmp.v8i1.47
Faiz, A., & Purwati, P. 2021. “Koherensi Program Pertukaran Pelajar Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan General Education.” Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, Vol. 3, No. 3, hlm. 649–655. Padang: Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai.
https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i3.378
Marlina. (2020). Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Inklusif. Padang: Afifa Utama.
Marya Ulfha, Woro Sumarni, & Barokah Isdaryanti. (2025). Asesmen Diagnostik dalam Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Dasar: Tinjauan Literatur Sistematik. Cokroaminoto Journal of Primary Education
https://doi.org/10.30605/cjpe.8.3.2025.6383
Nurjanah, S., & Rahayu, W. (2023). Diagnostic assessment in differentiated learning to improve students’ learning outcomes. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 12(2), 145–156.
https://doi.org/10.15294/jpii.v12i2.45678
OECD. (2021). Formative assessment and feedback for learning.
https://www.oecd.org/education/formative-assessment-and-feedback-for-learning.pdf
Pane, A., & Dasopang, M. D. 2021. “Belajar dan Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Merdeka.” Fitrah: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, Vol. 7, No. 2, hlm. 333–352. Padangsidimpuan: IAIN Padangsidimpuan.
https://doi.org/10.24952/fitrah.v3i2.945
Putri, T. S., Rery, U., & Agustina, A. 2023. “Kegiatan P5 guna Mengatasi Learning Loss dalam Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah.” Jurnal Inovasi Pendidikan Sains (JIPS), Vol. 4, No. 1, hlm. 10–16. Purworejo: Universitas Muhammadiyah Purworejo.
https://doi.org/10.37729/jips.v4i1.3066
Rosyada, D. (2020). Paradigma Pendidikan Demokratis. Jakarta: Kencana.
Seffi, S., & Perseveranda, M. E. (2024). Tantangan pelaksanaan asesmen diagnostik dalam implementasi pembelajaran berdiferensiasi di SMAN 2 Fatuleu Barat. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(4).
https://doi.org/10.54371/jiip.v8i4.7550
Septianto, A. (2024). Analisis asesmen diagnostik sebagai dasar pembelajaran berdiferensiasi. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(1), 19–28.
https://doi.org/10.33603/dj.v11i1.9717
Setyosari, P. (2016). Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Prenadamedia Group.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suharsimi, A. (2019). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Sulistianingsih, & Wismanto, A. (2024). Efektivitas asesmen diagnostik dalam pembelajaran berdiferensiasi dengan pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) di SMA. Jurnal Bastra, 9(3), 664–675.
DOI resmi: https://doi.org/10.36709/bastra.v9i3.544
Tomlinson, C. A. (2017). How to Differentiate Instruction in Academically Diverse Classrooms (3rd ed.). Alexandria, VA: ASCD.
Utami, R., & Fitria, Y. (2022). Pengaruh Asesmen Diagnostik terhadap Kesiapan Belajar Peserta Didik. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4780–4789. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2491
Widodo, A., Rochsantiningsih, D., & Suryani, N. (2020). Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Meningkatkan Keterlibatan Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(2), 201–210.
https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i2.1765
Wulandari, G. A. P. T., Putrayasa, I. B., & Martha, I. N. (2023). Efektivitas asesmen diagnostik dalam pembelajaran berdiferensiasi pada pelajaran Bahasa Indonesia. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia, 3(3), 433–448.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















