Evaluasi Kenyamanan Termal Pada Bangunan Universitas Multimedia Nusantara Dengan Penerapan Sistem Secondary Skin

Authors

  • Muhammad Farhan Hendrian Universitas Gunadarma
  • Agus Suparman Universitas Gunadarma
  • Dimyati Dimyati Universitas Gunadarma
  • Wahyu Prakosa Universitas Gunadarma
  • Didiek Pramono Universitas Gunadarma

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.654

Keywords:

Kenyamanan Termal, Secondary Skin, Bangunan Pendidikan, ASHRAE 55, SNI 6390:2011, Universitas Multimedia Nusantara

Abstract

Kenyamanan termal merupakan salah satu aspek penting dalam kualitas lingkungan bangunan, khususnya pada bangunan pendidikan yang digunakan dalam durasi waktu relatif lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kenyamanan termal pada Gedung D Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang menerapkan sistem secondary skin sebagai elemen pengendali panas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan dukungan pengukuran kuantitatif fisik termal. Pengukuran dilakukan secara langsung di lapangan pada area outdoor, koridor, dan ruang kelas di beberapa lantai terpilih, yaitu lantai 1, 5, 10, 15, dan 20, pada rentang waktu pukul 13.00 16.00 WIB. Parameter yang diukur meliputi suhu udara, kelembaban relatif, dan kecepatan udara. Data hasil pengukuran kemudian dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan standar kenyamanan termal SNI 6390:2011 dan ASHRAE Standard 55 (2020), serta dievaluasi menggunakan CBE Thermal Comfort Tool pada kondisi representatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu ruang kelas umumnya berada dalam rentang yang dapat diterima secara termal, dengan selisih suhu antara ruang luar dan ruang dalam berkisar 2 4°C, yang mengindikasikan peran secondary skin dalam mengurangi beban panas bangunan. Namun demikian, tingkat kelembaban relatif yang cukup tinggi dan kecepatan udara yang sangat rendah di ruang kelas menjadi faktor pembatas utama dalam pencapaian kenyamanan termal optimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa secondary skin efektif sebagai strategi pasif pengendalian panas, namun perlu didukung oleh strategi ventilasi yang lebih optimal untuk meningkatkan kualitas kenyamanan termal pengguna ruang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ashrae. (2020). Ashrae Standard 55: Thermal Environmental Conditions For Human Occupancy. Atlanta: American Society Of Heating, Refrigerating And Air-Conditioning Engineers.

Center For The Built Environment (Cbe). (2023). Cbe Thermal Comfort Tool.

Fanger, P. O. (1970). Thermal Comfort: Analysis And Applications In Environmental Engineering. New York: Mcgraw-Hill.

Givoni, B. (1998). Climate Considerations In Building And Urban Design. New York: John Wiley & Sons.

International Organization For Standardization. (2005). Iso 7730: Ergonomics Of The Thermal Environment Analytical Determination And Interpretation Of Thermal Comfort Using Calculation Of Pmv And Ppd Indices. Geneva: Iso.

Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat. (2011). Sni 6390:2011 Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi Dan Pengkondisian Udara Pada Bangunan Gedung. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Koenigsberger, O. H., Ingersoll, T. G., Mayhew, A., & Szokolay, S. V. (1974). Manual Of Tropical Housing And Building. London: Longman Group Ltd.

Nicol, J. F., & Humphreys, M. A. (2002). Adaptive Thermal Comfort And Sustainable Thermal Standards For Buildings. Energy And Buildings, 34(6), 563–572.

Olgyay, V. (2015). Design With Climate: Bioclimatic Approach To Architectural Regionalism. Princeton: Princeton University Press.

Prianto, E. (2017). Arsitektur Tropis: Adaptasi Bangunan Terhadap Iklim Panas Lembab. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Rachmad, A., & Prasetyo, A. (2019). Pengaruh Secondary Skin Terhadap Kinerja Termal Bangunan Pada Iklim Tropis. Jurnal Arsitektur Dan Lingkungan Binaan, 6(2), 85–94.

Szokolay, S. V. (2008). Introduction To Architectural Science: The Basis Of Sustainable Design. Oxford: Architectural Press.

University Of California, Berkeley. Diakses Dari: Https://Comfort.Cbe.Berkeley.Edu/

Wiryomartono, A. B. P. (2016). Arsitektur Tropis Dan Kenyamanan Termal. Jakarta: Gramedia.

Yeang, K. (1996). The Skyscraper Bioclimatically Considered: A Design Primer. London: Academy Editions.

Downloads

Published

2026-05-11

How to Cite

Hendrian, M. F., Suparman, A., Dimyati, D., Prakosa, W., & Pramono, D. (2026). Evaluasi Kenyamanan Termal Pada Bangunan Universitas Multimedia Nusantara Dengan Penerapan Sistem Secondary Skin. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(2), 1732–1744. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.654