Filter Bubble Algoritma Tiktok Dalam Pandangan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Terhadap Fenomena Mafia Skincare

Authors

  • Mita Hurma Ababil Universitas Nahdatul Ulama Sulawesi Tenggara
  • Muslan Muslan Universitas Nahdatul Ulama Sulawesi Tenggara
  • Abdul Sarlan Menungsa Menungsa Universitas Nahdatul Ulama Sulawesi Tenggara

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.639

Keywords:

Filter Bubble, Mafia Skincare, Hoaks, Literasi Media, Tiktok

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya penyebaran informasi skincare di TikTok yang dipengaruhi oleh algoritma filter bubble, sehingga menciptakan ruang informasi yang seragam dan berpotensi menyebarkan hoaks terkait fenomena mafia skincare. Permasalahan utama adalah bagaimana keterbatasan variasi informasi memengaruhi persepsi mahasiswa Ilmu Komunikasi dan apa dampak serta cara mengeliminasinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pandangan mahasiswa terhadap filter bubble, persepsi mereka terhadap hoaks skincare, serta mengidentifikasi dampak negatif dan strategi eliminasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan 20 mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara angkatan 2022–2025. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah Teori Filter Bubble (Eli Pariser, 2011) dan Teori Uses and Gratifications (Blumer & Katz, 1974). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menyadari kerja algoritma TikTok yang bersifat personal sehingga membatasi variasi konten dan memperkuat narasi mafia skincare. Mahasiswa menunjukkan persepsi kritis sebagai khalayak aktif dengan menggunakan literasi media untuk menilai kredibilitas konten. Dampak negatif meliputi menyempitnya sudut pandang, munculnya salah persepsi, serta kerugian kesehatan kulit, ekonomi, dan psikologi. Mahasiswa mampu mengeliminasi dampak tersebut melalui fitur "Tidak Tertarik", verifikasi BPOM Mobile, rujukan dokter, serta penerapan literasi media secara konsisten.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bariq, A., & Muthohar, M. (2023). Viralisasi bermakna: Etika dan efektivitas strategi FYP dalam merekonstruksi konsumen Gen-Z. Jurnal Riset Ekonomi dan Akuntansi, 2(1), 88–102.

Bozdag, E. (2023). Bias dalam penyaringan dan personalisasi algoritmik. Etika dan Teknologi Informasi, 25(1), 12–28.

Dewi, R. K., & Suparman, S. (2025). Algoritma TikTok dan pandangan mahasiswi: Mengungkap pengaruh filter bubble dalam kasus mafia skincare. AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis, 5(2), 1157–1167. DOI: https://doi.org/10.37481/jmh.v5i2.1458

Faznidatul, F., et al. (2024). Peran literasi media digital pada Generasi Z dalam menghadapi penyebaran berita hoax. Jurnal Cahaya Nusantara, 1(1), 36–44.

Ginting, S. R. R., Suparman, & Mulyono. (2025). Algoritma cerdas TikTok: Mengubah cara Generasi Z mengonsumsi informasi. Jurnal Komunikasi Digital Indonesia. DOI: https://doi.org/10.53682/edutik.v5i3.11840

Haim, M., Graefe, A., & Brosius, H. B. (2018). Burst of the filter bubble?: Effects of personalization on the diversity of Google News. Digital Journalism, 6(3), 330–343. DOI: https://doi.org/10.1080/21670811.2017.1338145

Husairi, M. S., et al. (2025). Seberapa besar algoritma TikTok dalam mempengaruhi opini publik tentang kebijakan kesehatan di Jakarta Selatan. Jurnal Ilmu Komunikasi. DOI: https://doi.org/10.56832/edu.v5i2.1360

Liu, H. (2024). Kesadaran algoritma dan risiko filter bubbles di kalangan pengguna muda. Jurnal Asia untuk Penelitian Opini Publik, 13(4), 400–422.

Nasrullah, R. (2024). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.

Nguyen, C. T. (2024). Echo chambers dan gelembung epistemik. Episteme: Jurnal Epistemologi Individu dan Sosial, 21(2), 141–161. DOI: https://doi.org/10.1017/epi.2018.32

Pariser, E. (2011). The filter bubble: What the internet is hiding from you. Penguin Press. DOI: https://doi.org/10.3139/9783446431164

Sari, D. P., & Ramadani, L. (2024). Mapping the skincare mafia: Network analysis of illegal cosmetics distribution in Southeast Asia. International Journal of Consumer Criminology, 12(3), 88–105.

Syukur, A., et al. (2025). Peran literasi media dalam memerangi berita hoax pada media sosial. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 4(1), 823–836.

Zaharia, M., et al. (2024). AI personalization tools and digital engagement: A TikTok case study. Journal of Marketing Technology, 11(2), 85–101.

Zhou, F. (2024). Penyaringan kolaboratif dan homogenisasi konten di media sosial. Jurnal Internasional Interaksi Manusia-Komputer, 40(3), 190–205.

Downloads

Published

2026-05-09

How to Cite

Ababil, M. H., Muslan, M., & Menungsa, A. S. M. (2026). Filter Bubble Algoritma Tiktok Dalam Pandangan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Terhadap Fenomena Mafia Skincare. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(2), 1576–1590. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.639