Konstruksi Ideologi Dalam Kritik Korupsi Agamawan Pada Podcast Youtube: Analisis Wacana Kritis Fairclough

Authors

  • Azizah Azizah Universitas Madura
  • Ria Kasanova Universitas Madura

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.612

Keywords:

Analisis Wacana Kritis, Konstruksi Ideologi, Podcast Youtube, Fairclough

Abstract

Perkembangan pesat media digital telah mengubah podcast YouTube menjadi ruang yang berpengaruh dalam membentuk opini publik, khususnya terkait isu sensitif seperti korupsi yang melibatkan tokoh agama. Dalam konteks ini, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai medium konstruksi ideologi dan legitimasi sosial. Penelitian ini menganalisis konstruksi ideologi dalam wacana kritik terhadap korupsi religius pada podcast YouTube dengan menggunakan kerangka Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan memanfaatkan tuturan verbal dari salah satu episode podcast Deddy Corbuzier sebagai data utama, yang ditranskripsikan secara verbatim dan dianalisis melalui dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi dibangun melalui beberapa strategi yang saling berkaitan. Pada tingkat tekstual, penggunaan leksikon religius seperti “agama”, “Tuhan”, dan “amanah” berfungsi untuk mensakralisasi isu korupsi sekaligus memperkuat kecaman moral terhadap pelaku. Pada tingkat praktik diskursif, wacana dibentuk melalui strategi disclaimer, reframing dari kasus individual menuju persoalan sistemik, perbandingan historis, serta pergeseran argumentasi dari ranah hukum menuju ranah etika. Pada tingkat praktik sosial, korupsi religius direpresentasikan sebagai pelanggaran multidimensional yang mencakup aspek hukum, moral, dan transendental sekaligus mencerminkan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap otoritas keagamaan. Temuan ini menunjukkan bahwa podcast YouTube tidak hanya merefleksikan realitas sosial, tetapi juga secara aktif mereproduksi ideologi melalui strategi representasi dan legitimasi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan Analisis Wacana Kritis dalam konteks media digital serta menegaskan pentingnya literasi kritis dalam menafsirkan wacana keagamaan di ruang publik digital kontemporer.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The SAGE handbook of qualitative research (5th ed.). SAGE Publications.

Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. Longman.

Fairclough, N. (2013). Critical discourse analysis: The critical study of language (2nd ed.). Routledge.

Hajrah, H., Jufri, J., & Dalle, A. (2024). Representasi kekuasaan dalam teks pidato Presiden Joko Widodo: Analisis wacana kritis Norman Fairclough. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(3), 2472–2483. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i3.3858

Hani, N. A., Haryanti, S. D., & Utomo, A. P. Y. (2022). Analisis tindak tutur dalam podcast Indonesia “Sudah lulus pendidikan, terus apa?”. Widya Accarya, 13(1), 1–14. https://doi.org/10.46650/wa.13.1.1149.1-14

Ibrahim, I., & Isa, A. (2025). Pergeseran wacana hukum ke etika dalam komunikasi publik: Perspektif analisis wacana kritis. Jurnal Komunikasi dan Wacana, 7(1), 45–58.

Kasanova, R., Oktasari, A. F., Sumaryanti, L., & Nofitria, A. (2025). Membongkar bahasa, membaca kuasa: Pengantar analisis wacana kritis. Eureka Media Aksara.

Khotimah, K., & Khotimah, K. (2024). Wacana kritis Norman Fairclough pada berita media massa daring: Jepang buang limbah nuklir. PRASASTI: Journal of Linguistics, 9(1), 46–60. https://doi.org/10.20961/prasasti.v9i1.80878

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.

Patton, M. Q. (2002). Qualitative research and evaluation methods (3rd ed.). SAGE Publications.

Rahmayani, A., Hidayat, A., Anjasmara, A., & Andriyana, A. (2024). Penggunaan bahasa oleh komika Kiky Saputri dalam acara HUT Indosiar: Analisis wacana kritis Norman Fairclough. Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2), 81–88. https://doi.org/10.25134/ajpm.v4i2.49

Rumaf, N., Anshori, D. S., Damaianti, V. S., Sastromiharjo, A., & Al Jumroh, S. F. (2025). Representasi kekuasaan dalam teks pidato Presiden Prabowo Subianto: Tinjauan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 11(2), 2111–2124. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i2.5790

Silverman, D. (2016). Qualitative research (4th ed.). SAGE Publications.

Siswanto, A., & Febriana, P. (2017). Representasi Indonesia dalam stand up comedy (Analisis wacana kritis Norman Fairclough dalam pertunjukan Pandji Pragiwaksono “Mesakke bangsaku”). KANAL: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(2), 121–130. https://doi.org/10.21070/kanal.v5i2.1508

Wodak, R., & Meyer, M. (2016). Methods of critical discourse studies (3rd ed.). SAGE Publications.

Downloads

Published

2026-05-07

How to Cite

Azizah, A., & Kasanova, R. (2026). Konstruksi Ideologi Dalam Kritik Korupsi Agamawan Pada Podcast Youtube: Analisis Wacana Kritis Fairclough. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(2), 1392–1401. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.612