Dari Kesalahan Ke Pemahaman: Peran Asesmen Formatif Dalam Mendeteksi Kesulitan Operasi Hitung Campuran Siswa SD
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.582Keywords:
Asesmen Formatif, Operasi Hitung Campuran, Kesulitan Belajar, Analisis Kesalahan, Pembelajaran BerdiferensiasiAbstract
Operasi hitung campuran adalah salah satu kompetensi dasar matematika yang sering menjadi fokus pembelajaran bagi siswa Sekolah Dasar (SD), terutama dalam memahami urutan pengerjaan operasi dan penguasaan fakta aritmatika. Permasalahan ini sering tidak terlihat sejak awal, sehingga baru muncul saat dilakukan evaluasi akhir. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penggunaan assessment formatif sebagai alat diagnostik dalam mengidentifikasi kesulitan belajar siswa secara langsung dan terus-menerus. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, didukung oleh tinjauan literatur. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 3 di salah satu sekolah dasar swasta yang terletak di Jakarta Selatan. Operasi hitung campuran merupakan salah satu materi matematika dasar yang sering menjadi kendala bagi siswa SD, khususnya dalam memahami urutan pengerjaan operasi dan kemampuan dalam menguasai fakta-fakta aritmatika. Permasalahan ini sering kali tidak terdeteksi sejak awal, sehingga baru terlihat saat dilakukan evaluasi sumatif. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari cara menggunakan penilaian formatif sebagai alat bantu dalam mengidentifikasi kesulitan belajar siswa secara langsung dan dalam waktu nyata. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, didukung oleh tinjauan literatur. Subjek penelitian ini adalah para siswa kelas tiga yang belajar di sebuah sekolah dasar swasta yang terletak di wilayah Jakarta Selatan. Teknik pengumpulan data mencakup pengamatan, evaluasi hasil tugas siswa, serta pemberian penilaian formatif berupa soal terbuka dan refleksi singkat. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga kategori utama kesalahan siswa, yaitu kesalahan konseptual sebesar 42,9%, yang berarti siswa kurang memahami arti operasi dan urutan pengerjaannya. Kemudian ada kesalahan prosedural sebesar 28,6%, yang menunjukkan langkah-langkah penyelesaian soal tidak tepat. Selain itu, ada kesalahan fakta dasar sebesar 28,6%, yang menunjukkan kelemahan dalam melakukan perhitungan dasar seperti perkalian dan pembagian. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih merasa kesulitan dalam memahami konsep dasar yang mendasari operasi hitung campuran. Jadi, penilaian formatif terbukti berguna sebagai cara untuk mengetahui kesulitan belajar siswa sejak awal. Dengan memakai peta yang tepat, guru bisa menggunakan cara mengajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga bisa mencegah kesalahan pemahaman yang terus mengumpul dan meningkatkan pemahaman matematika siswa secara terus menerus.
Downloads
References
Anderson, J. (2020). Learning Mathematics In Elementary Schools (Pp. 45–67). Routledge.
Black, P., & Wiliam, D. (2021). Classroom Assessment And Pedagogy (Pp. 23–40). Routledge.
Brookhart, S. M. (2020). How To Give Effective Feedback To Your Students (Pp. 15–32). ASCD.
Fitriani, N. (2021). Pengaruh Asesmen Formatif Terhadap Hasil Belajar Matematika. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 25–34.
Hattie, J. (2020). Visible Learning: Feedback In Education (Pp. 78–102). Routledge.
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran Dan Asesmen Kurikulum Merdeka (Pp. 10–25). Kemdikbud.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi. (2023). Asesmen Pembelajaran Berbasis Kompetensi (Pp. 33–50). Kemdikbudristek.
Kusuma, D. (2021). Analisis Kesalahan Siswa Dalam Operasi Hitung Campuran. Jurnal Pendidikan Matematika, 9(1), 55–63.
Lestari, K. E., & Yudhanegara, M. R. (2020). Penelitian Pendidikan Matematika (Pp. 89–105). Refika Aditama.
Mulyasa, E. (2021). Implementasi Kurikulum Merdeka (Pp. 60–75). Remaja Rosdakarya.
National Council Of Teachers Of Mathematics. (2020). Principles To Actions: Ensuring Mathematical Success (Pp. 12–30). NCTM.
Ningsih, S. (2022). Kesulitan Belajar Matematika Pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 14(1), 40–52.
Organisation For Economic Co-Operation And Development. (2021). Education At A Glance 2021 (Pp. 100–120). OECD Publishing.
Pratiwi, D. (2023). Peran Asesmen Formatif Dalam Pembelajaran Matematika. Jurnal Edukasi, 15(2), 70–82.
Rahmawati, Y. (2022). Analisis Kesalahan Konseptual Dan Prosedural. Jurnal Matematika Dan Pendidikan, 10(2), 65–74.
Santoso, B. (2020). Strategi Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar (Pp. 45–58). Kencana.
Susanti, R. (2023). Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi. Jurnal Pendidikan Inovatif, 16(1), 95–110.
Suryadi, D. (2021). Didactical Design Research Dalam Pembelajaran Matematika (Pp. 120–135). Rizqi Press.
Tomlinson, C. A. (2020). The Differentiated Classroom: Responding To The Needs Of All Learners (Pp. 50–65). ASCD.
Utami, R. (2022). Penggunaan Asesmen Diagnostik Di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(2), 88–97.
Widodo, A. (2021). Kesalahan Siswa Dalam Operasi Hitung Campuran. Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2), 45–53.
Wiliam, D. (2021). Embedded Formative Assessment (Pp. 35–60). Solution Tree Press.
Yuliana, S. (2023). Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 17(1), 20–30.
Zahroh, L. (2020). Evaluasi Pembelajaran Di Sekolah Dasar (Pp. 70–85). Bumi Aksara.
Zulkardi. (2021). Realistic Mathematics Education (Pp. 95–110). Unsri Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















