Pendekatan Konseling Berbasis Al-Qur’an: Analisis Tafsir Tematik Terhadap Konsep Kejiwaan Dan Implikasinya Dalam Bimbingan Dan Konseling

Authors

  • Widya Sagita Universitas Mahmud Yunus Batusangkar
  • Hasan Zaini Universitas Mahmud Yunus Batusangkar
  • Irman Irman Universitas Mahmud Yunus Batusangkar

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.556

Keywords:

Nafs, Self-Regulation, Konseling Islam, Tazkiyatun Nafs, Model Integratif

Abstract

Keterbatasan pendekatan psikologi modern dalam menjelaskan dimensi spiritual mendorong kebutuhan akan kajian kejiwaan yang lebih komprehensif berbasis sumber wahyu. Pendekatan psikologi yang dominan cenderung menekankan aspek kognitif dan perilaku, namun belum sepenuhnya mampu menjelaskan dinamika kejiwaan yang melibatkan dimensi moral dan spiritual manusia. Artikel ini mengkaji konsep nafs dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik serta menganalisis implikasinya dalam pengembangan bimbingan dan konseling Islam yang integratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research), melalui analisis tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan konsep nafs, serta integrasi dengan literatur psikologi kontemporer, khususnya teori self-regulation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nafs merupakan struktur kejiwaan yang bersifat holistik, dinamis, dan berlapis, yang terdiri atas nafs ammarah, nafs lawwamah, dan nafs mutma’innah. Ketiga tingkatan ini beroperasi melalui mekanisme self-awareness, self-regulation, dan kontrol spiritual yang saling berinteraksi dalam membentuk perilaku individu. Selain itu, dinamika antar tingkatan nafs menunjukkan adanya proses perkembangan spiritual yang berkelanjutan dan membutuhkan intervensi yang tepat dalam konteks konseling. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi kerangka konseptual yang mengintegrasikan konsep nafs dengan teori self-regulation secara operasional dalam praktik konseling. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konseling berbasis Al-Qur’an dapat diimplementasikan melalui teknik muhasabah, tazkiyatun nafs, serta integrasi pendekatan kognitif-behavioral dengan praktik spiritual seperti dzikir dan tawakkal. Dengan demikian, model ini berpotensi meningkatkan efektivitas layanan bimbingan dan konseling yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga transformatif, preventif, dan holistik dalam mengembangkan kesejahteraan psikologis serta spiritual individu secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abu Zayd Al-Balkhi. (2013). Sustenance Of The Soul (Masalih Al-Abdan Wa Al-Anfus). International Institute Of Islamic Thought.

Al-Attas, S. M. N. (1990). The Nature Of Man And The Psychology Of The Human Soul. International Institute Of Islamic Thought And Civilization (ISTAC).

Syed Muhammad Naquib Al-Attas. (1995). Prolegomena To The Metaphysics Of Islam. International Institute Of Islamic Thought And Civilization (ISTAC).

Al-Ghazali. (2010). Ihya’ ‘Ulum Al-Din. Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyyah.

Amaliya, R. N. (2024). Konsep Nafs Dalam Perspektif Psikologi Islam. Jurnal Kajian Psikologi Islam, 5(1), 45-58.

Apriyanti, A., Rahman, M., & Hidayat, T. (2023). Exploring The Concept Of Nafs In Islamic Counseling. Heutagogia: Journal Of Islamic Education, 3(1), 1-10.

Aziz, M. A., Rahman, F., & Hidayati, N. (2022). Spiritual-Based Counseling Interventions In Reducing Anxiety: An Islamic Perspective. Journal Of Islamic Psychology, 4(2), 85-97.

Malik Badri. (1979). The Dilemma Of Muslim Psychologists. MWH London Publishers.

Albert Bandura. (1991). Social Cognitive Theory Of Self-Regulation. Organizational Behavior And Human Decision Processes, 50(2), 248-287.

Roy F. Baumeister., & Kathleen D. Vohs. (2007). Self-Regulation, Ego Depletion, And Motivation. Social And Personality Psychology Compass, 1(1), 115-128.

Edward L. Deci., & Richard M. Ryan. (2000). The “What” And “Why” Of Goal Pursuits: Human Needs And The Self-Determination Of Behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227-268.

Erwahyudin, D. D., Sari, L., & Putra, A. (2024). The Concept Of Nafs In Islamic Psychology And Its Relevance To Modern Counseling. Al-Misykat: Journal Of Islamic Psychology, 6(1), 23-35.

Fitriani, N., Suryani, L., & Hadi, A. (2021). Religious Cognitive Restructuring And Emotional Regulation In Counseling. Journal Of Counseling And Psychology, 8(2), 120-132.

Hasanah, U., Mulyani, S., & Rahmawati, D. (2023). The Effectiveness Of Dhikr-Based Therapy In Reducing Stress Levels. Indonesian Journal Of Islamic Psychology, 5(1), 33-47.

Hidayat, A., & Amin, M. (2021). Self-Reflection And Emotional Awareness In Islamic Counseling. Journal Of Islamic Guidance And Counseling, 4(2), 67-79.

Ibn Qayyim Al-Jawziyyah. (2004). Madarij Al-Salikin. Dar Al-Kutub Al-‘Ilmiyyah.

Daniel Kahneman. (2011). Thinking, Fast And Slow. Farrar, Straus And Giroux.

Rahman, A., Yusuf, M., & Karim, L. (2020). Religiosity And Self-Control: An Islamic Psychological Approach. Journal Of Muslim Mental Health, 14(1), 45-60.

Carol D. Ryff. (1989). Happiness Is Everything, Or Is It? Explorations On The Meaning Of Psychological Well-Being. Journal Of Personality And Social Psychology, 57(6), 1069-1081.

Saputra, H., & Kurniawan, D. (2024). Cognitive Reframing In Islamic Counseling: A Qur’anic Approach. Journal Of Counseling Studies, 9(1), 15-28.

M. Quraish Shihab. (2007). Wawasan Al-Qur’an. Lentera Hati.

Trinurmi, S. (2020). Bimbingan Dan Konseling Islam Dalam Perspektif Psikologi. Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 8(1), 15-28.

Irvin D. Yalom. (1980). Existential Psychotherapy. Basic Books.

Downloads

Published

2026-04-29

How to Cite

Sagita, W., Hasan Zaini, & Irman, I. (2026). Pendekatan Konseling Berbasis Al-Qur’an: Analisis Tafsir Tematik Terhadap Konsep Kejiwaan Dan Implikasinya Dalam Bimbingan Dan Konseling. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(2), 874–881. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.556