Percepatan Biaya dan Waktu dengan Metode Crashing pada Proyek Rumah Susun dan Prasarana Mabesad Jakarta Pusat
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.549Keywords:
Crashing, Biaya, Waktu, Lintasan KritisAbstract
Keterlambatan dalam pelaksanaan proyek dapat memberikan dampak signifikan terhadap biaya dan waktu yang telah direncanakan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, metode crashing digunakan sebagai pendekatan dalam pengendalian biaya dan waktu yang bersifat fleksibel. Berbeda dengan metode percepatan lain yang umumnya memerlukan investasi awal yang besar, metode crashing memungkinkan percepatan dilakukan secara bertahap serta memberikan kemudahan dalam penyesuaian apabila target waktu dan biaya belum tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas pada lintasan kritis, menganalisis biaya dan durasi proyek sebelum dan sesudah percepatan dengan metode crashing, serta menentukan kombinasi biaya dan waktu yang optimal. Data penelitian diperoleh melalui pengumpulan data sekunder dan studi literatur pada lokasi proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif percepatan yang paling efisien adalah penambahan waktu kerja lembur selama 1 jam per hari. Penerapan metode tersebut menyebabkan peningkatan biaya proyek dari Rp66.044.958.000 menjadi Rp66.517.764.847, namun mampu mengurangi durasi pelaksanaan proyek secara signifikan dari 329 hari menjadi 278 hari, atau lebih cepat 51 hari dibandingkan kondisi aktual dan 32 hari lebih cepat dari rencana awal selama 310 hari. Aktivitas pada lintasan kritis meliputi pekerjaan sipil, khususnya persiapan dan pengerjaan lantai 1 hingga lantai 8. Dengan demikian, metode crashing melalui penambahan jam kerja lembur terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi waktu pelaksanaan proyek tanpa memerlukan investasi awal yang besar.
Downloads
References
Amin, A., & Mohamad, H. (2019). Optimal time–cost trade-off analysis using project crashing techniques in construction projects. International Journal of Project Management, 37(3), 211–220.
Anbari, F.T. (2003). Earned Value Project Management Method And Extensions. Project Management Journal, 34(4), 12-23.
Heizer, J., & Render, B. (2020). Operations Management: Sustainability and Supply Chain Management (13th ed.). Pearson.
Heizer, J., & Render, B. (2014). Operations Management: Sustainability and Supply Chain Management (11th ed.). Pearson.
Hendrickson, C. (1998). Project Management for Construction: Fundamental Concepts for Owners, Engineers, Architects, and Builders. Prentice Hall.
Kerzner, H. (2017). Project Management: A Systems Approach to Planning, Scheduling, and Controlling (12th ed.). Wiley.
Microsoft Corporation. (2016)
Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
Prasetyo, R., & Sutrisno. (2021). Aplikasi metode crashing dalam percepatan waktu proyek konstruksi. Jurnal Teknik Sipil Indonesia, 10(2), 157–165.
Project Management Institute (PMI). (2021). A guide to the project management body of knowledge (PMBOK® Guide) (7th ed.). https://www.pmi.org
Shtub, A., Bard, J. F., & Globerson, S. (2005). Project Maje
Stuckenbruck, L. C. (1981). The Implementation Of Project Management: The Professionals Hanbook. Addison-Wesley.
Suryani, L. (2020). Optimalisasi waktu dan biaya proyek konstruksi menggunakan metode crashing (Skripsi). Universitas Gadjah Mada.
Tomczyk, A. (2020). Understanding the basics of project crashing and its implementation. https://www.projectmanagement.com
Wardana, A. F. (2018). Studi analisis time-cost trade-off dalam proyek konstruksi dengan menambahkan jam lembur (Skripsi). Universitas Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















