Pengaruh Status Ekonomi Keluarga Terhadap Kejadian Karies Gigi Pada Anak Balita: Implikasi Intervensi Pencegahan Oleh Terapis Gigi Dan Mulut
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.517Keywords:
Status Ekonomi, Karies Gigi, Anak Balita, Perilaku Kesehatan, PencegahanAbstract
Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tinggi pada anak balita dan memiliki keterkaitan erat dengan ketimpangan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh status ekonomi keluarga terhadap kejadian karies gigi pada anak balita serta implikasinya terhadap intervensi pencegahan oleh terapis gigi dan mulut. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan pendekatan PRISMA, dengan sumber data dari Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Garuda. Analisis dilakukan menggunakan teknik narrative synthesis terhadap artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa status ekonomi keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian karies gigi, di mana anak dari keluarga dengan status ekonomi rendah memiliki risiko 1,5–3 kali lebih tinggi dibandingkan kelompok ekonomi tinggi. Hubungan tersebut tidak bersifat langsung, melainkan dimediasi oleh berbagai faktor, seperti pendidikan orang tua, akses terhadap layanan kesehatan, serta perilaku kesehatan keluarga. Perilaku seperti kebiasaan menyikat gigi, konsumsi gula, dan frekuensi kunjungan ke dokter gigi merupakan determinan proksimal yang berperan langsung terhadap kejadian karies. Selain itu, faktor lingkungan dan budaya juga berkontribusi dalam memperkuat risiko tersebut. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa karies gigi merupakan penyakit multifaktorial yang memerlukan pendekatan multidimensional. Peran terapis gigi dan mulut sangat penting dalam upaya promotif dan preventif melalui pendekatan berbasis keluarga dan komunitas. Strategi pencegahan yang efektif perlu mengintegrasikan edukasi kesehatan, intervensi preventif, dan kebijakan kesehatan masyarakat.
Downloads
References
Asridiana, A., et al. (2025). Hubungan status sosial ekonomi dengan kejadian karies gigi pada anak. Media Kesehatan Gigi, 24(1), 1–7.https://doi.org/10.32382/mkg.v24i1.1417
Bramer, W. M., Rethlefsen, M. L., Kleijnen, J., & Franco, O. H. (2018). Optimal database combinations for literature searches in systematic reviews. Systematic Reviews, 7(1), 245. https://doi.org/10.1186/s13643-018-0707-9
Fisher-Owens, S. A., et al. (2007). Influences on children's oral health: A conceptual model. Pediatrics, 120(3), e510–e520.https://doi.org/10.1542/peds.2007-0204
Gusenbauer, M., & Haddaway, N. R. (2020). Which academic search systems are suitable for systematic reviews? Research Synthesis Methods, 11(2), 181–217. https://doi.org/10.1002/jrsm.1378
Higgins, J. P. T., Thomas, J., Chandler, J., et al. (2019). Cochrane handbook for systematic reviews of interventions. https://doi.org/10.1002/9781119536604
Hooley, M., Skouteris, H., Boganin, C., Satur, J., & Kilpatrick, N. (2012). Parental influence and the development of dental caries in children aged 0–6 years. Journal of Dentistry, 40(11), 873–885. https://doi.org/10.1016/j.jdent.2012.07.013
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018.
Marmot, M., Friel, S., Bell, R., Houweling, T. A. J., & Taylor, S. (2008). Closing the gap in a generation. The Lancet, 372(9650), 1661–1669. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(08)61690-6
Mayasari, Y., & Radianto, G. (2021). Perbedaan status karies gigi anak usia dini berdasarkan sosial ekonomi orang tua. B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, 7(2), 115–123. https://doi.org/10.33854/jbd.v7i2.533
Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., et al. (2021). The PRISMA 2020 statement. BMJ, 372, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71
Peres, M. A., Macpherson, L. M. D., Weyant, R. J., et al. (2019). Oral diseases: A global public health challenge. The Lancet, 394(10194), 249–260. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(19)31146-8
Petersen, P. E., & Ogawa, H. (2016). Prevention of dental caries through fluoride. Journal of Dental Research, 95(2), 147–152. https://doi.org/10.1177/0022034515627528
Popay, J., Roberts, H., Sowden, A., et al. (2006). Guidance on the conduct of narrative synthesis in systematic reviews.
Rosmayanti, V., Akhiruddin, A., Sriwahyuni, S., Salemuddin, M. R., & Jalal, J. (2026). Leadership and the Art of Storytelling: Sparking Creativity and Innovation. In The Impact of Innovation in Leadership (pp. 163-184). IGI Global Scientific Publishing.
Schwendicke, F., Dörfer, C. E., & Schlattmann, P. (2015). Socioeconomic inequality and caries. Journal of Dentistry, 43(1), 10–18. https://doi.org/10.1016/j.jdent.2014.12.007
Sheiham, A., & James, W. P. T. (2015). Diet and dental caries. BMC Oral Health, 15(Suppl 1), S8. https://doi.org/10.1186/s12903-015-0005-9
Wahyuni, S., et al. (2022). Hubungan status sosial ekonomi dengan kejadian karies gigi pada anak. Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut, 5(1), 45–52. https://doi.org/10.36086/jkgm.v5i1.1596
Watt, R. G., & Sheiham, A. (2012). Social determinants of oral health. Community Dentistry and Oral Epidemiology, 40(4), 289–296. https://doi.org/10.1111/j.1600-0528.2012.00699.x
World Health Organization. (2022). Global oral health status report. https://doi.org/10.2471/BLT.22.287176
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















