Internalisasi Nilai Zuhud Sebagai Upaya Mengatasi Sikap Fear of Missing Out (FOMO) di Era Digital: Studi Pada Remaja Masjid Al-Ilham
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i4.2996Keywords:
Internalisasi Nilai, Zuhud, Fear Of Missing Out, Remaja, Era DigitalAbstract
Era digital memberikan kemudahan bagi remaja dalam memperoleh informasi dan berinteraksi melalui media sosial. Namun, penggunaan media sosial yang intensif juga dapat memunculkan sikap Fear of Missing Out (FOMO), yaitu rasa takut tertinggal terhadap informasi, aktivitas, atau tren yang dilakukan oleh orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai zuhud sebagai upaya mengatasi sikap FOMO pada remaja Masjid Al-Ilham. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan dan pengetahuan mereka terhadap kegiatan pembinaan remaja masjid. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO pada remaja Masjid Al-Ilham ditandai dengan kebiasaan mengakses media sosial secara berulang, rasa takut tertinggal informasi, serta dorongan mengikuti tren dan aktivitas teman sebaya. Pemahaman remaja terhadap zuhud mengalami perkembangan setelah mengikuti pembinaan keagamaan. Zuhud tidak lagi dipahami sebagai meninggalkan dunia secara total, tetapi sebagai kemampuan mengendalikan keterikatan terhadap dunia dan menempatkannya secara proporsional. Internalisasi nilai zuhud berlangsung melalui kajian keagamaan, pembiasaan kegiatan ibadah dan sosial, serta keteladanan Pembina dan pengurus remaja masjid. Internalisasi tersebut mendorong remaja untuk membatasi penggunaan media sosial, lebih selektif mengikuti tren, dan lebih mengutamakan kegiatan ibadah serta aktivitas yang bermanfaat. Dengan demikian, nilai zuhud berperan sebagai kontrol spiritual yang membantu remaja menghadapi tekanan sosial dan kecenderungan FOMO di era digital.
Downloads
References
Abdul Muqit. (2020). Makna Zuhud Dalam Kehidupan Perspektif Tafsir Al-Qur’an. Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam, 1(2), 36–51. https://doi.org/10.58401/takwiluna.v1i2.235
Bahri, N. A., Triyuwono, I., & Prihatiningtias, Y. W. (2021). Asset’s Concept Based on Zuhud: Reflection Value of Simplicity in Islam.
Damanik, A., Lubis, S. F., Ritonga, A. R., Ramadhani, M., & Sipahutar, A. Y. (2025). Konsep Zuhud dalam Perspektif Al-Qur’an sebagai Jalan Menuju Kesempurnaan.
Elhai, J. D., Yang, H., & Montag, C. (2021). Anxiety and stress severity are related to greater Fear of Missing Out on rewarding experiences: A latent profile analysis. PsyCh Journal, 10(5), 688–697. https://doi.org/10.1002/pchj.455
Fajri, M., Zurqoni, Z., & Sugeng, S. (2023). Analisis data kualitatif dalam evaluasi kurikulum program studi sarjana Pendidikan Agama Islam di Kalimantan Timur. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 4(1), 27–42. https://doi.org/10.35672/afeksi.v4i1.58
Husnul Qodim. (2021). Fungsi Zuhud Terhadap Kesehatan Mental (Studi Analisis Masa Pandemi pada Ajaran Tarekat Idrisiyyah).
Ilyas, R. J., & Nurjannah, N. (2026). Sikap Zuhud Dalam Al-Qur’an Solusi Terhadap Fenomena Flexing Di Media Sosial. Fathir: Jurnal Studi Islam, 3(2), 1–23. https://doi.org/10.71153/fathir.v3i2.403
Kementerian Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahnya.
Maslukha, K., Pratitis, N. T., & Arifiana, I. Y. (2024). Kecanduan media sosial pada remaja: Bagaimana peran Fear Of Missing Out? JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia, 2(1). https://doi.org/10.30996/jiwa.v2i1.10446
Novanshah, D. (2022). Internalisasi nilai tasamuh dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 8(3), 1058–1064. https://doi.org/10.31949/educatio.v8i3.2814
Niken Ristianah. (2020). Internalisasi Nilai-Nilai Keislaman Perspektif Sosial Kemasyarakatan.
Senda, S. S., Boe, M. R., & Bili, S. (2024). Analisis fenomena ‘Fear of Missing Out’ di kalangan remaja dalam arus perkembangan teknologi digital. Quantum Journal of Social Sciences and Humanities, 5(6), 31–37. https://doi.org/10.55197/qjssh.v5i6.465
Sulastri, S., & Sylvia, I. (2022). Hambatan interaksi sosial mahasiswa terindikasi Fear Of Missing Out (FOMO) (Studi kasus: Mahasiswa FIS UNP). Jurnal Perspektif, 5(3), 324–332. https://doi.org/10.24036/perspektif.v5i3.640
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kualitatif.
Wijaya, R. (2023). Rekonstruksi ajaran sufistik era medsos (Kajian konsep zuhud). Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Qur’an dan al-Hadits, 17(1), 23–36. https://doi.org/10.24042/al-dzikra.v17i1.13768
Yuniarto, B., & Yudha, R. P. (2021). Literasi digital sebagai penguatan pendidikan karakter menuju era Society 5.0. Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 10(2). https://doi.org/10.24235/edueksos.v10i2.8096
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















