Mekanisme Utang, Impor, dan Suku Bunga Riil terhadap Nilai Tukar Rupiah: Pendekatan ECM

Authors

  • Vincensius Maruli Tua Malau Universitas Negeri Medan
  • Agni Maria Veronica Manullang Universitas Negeri Medan
  • Lia Oktafriani Pandiangan Universitas Negeri Medan
  • Posma Esveransa Sihombing Universitas Negeri Medan
  • Rifani Enjelita Purba Universitas Negeri Medan
  • Rini Siregar Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i4.2981

Keywords:

Nilai Tukar Rupiah, Utang Luar Negeri, Impor, Suku Bunga Riil, Koreksi Kesalahan

Abstract

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merupakan indikator penting dalam perekonomian terbuka karena berkaitan dengan perdagangan, pembiayaan eksternal, dan stabilitas makroekonomi. Pergerakannya tidak hanya ditentukan oleh satu faktor, tetapi merupakan hasil interaksi kondisi domestik, eksternal, dan ekspektasi pasar. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan utang luar negeri, impor, dan suku bunga riil terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dengan membedakan mekanisme jangka pendek dan jangka panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data deret waktu tahunan Indonesia periode 2000–2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Bank Dunia. Analisis dilakukan melalui pengujian stasioneritas Phillips–Perron dan estimasi Error Correction Model dengan bantuan EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bunga riil berkorelasi positif terhadap nilai tukar dalam jangka pendek dan jangka panjang, tetapi tidak signifikan secara statistik, sehingga peningkatan tingkat pengembalian riil domestik belum menjadi saluran utama pergerakan rupiah. Impor berkoefisien negatif dan tidak signifikan pada kedua horizon, yang menunjukkan bahwa kebutuhan valuta asing untuk impor dapat diimbangi oleh faktor eksternal dan struktur impor yang mendukung kegiatan produksi. Sebaliknya, utang luar negeri berkoefisien positif dalam jangka pendek, namun tidak signifikan, sedangkan dalam jangka panjang berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai tukar. Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan pembayaran kewajiban eksternal lebih konsisten muncul dalam jangka panjang dibandingkan dengan efek jangka pendek, sehingga keberlanjutan kemampuan menghasilkan devisa menjadi penting bagi stabilitas nilai tukar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmed, H. F. T., & Mazlan, N. S. (2021). The impact of interest rate on exchange rate within ASEAN countries: Evidence from linear and nonlinear ARDL frameworks. Global Journal of Emerging Market Economies, 13(1), 7–34. https://doi.org/10.1177/0974910120974798

Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik perdagangan luar negeri Indonesia impor 2024 Buku II. Badan Pusat Statistik.

Bank Indonesia. (2025a). Laporan perekonomian Indonesia 2024. Bank Indonesia.

Bank Indonesia. (2025b). Utang luar negeri Indonesia triwulan IV 2024 menurun. Bank Indonesia.

Bank Indonesia. (2026a). Laporan perekonomian Indonesia 2025. Bank Indonesia.

Bank Indonesia. (2026b). Utang luar negeri Indonesia triwulan IV 2025 tetap terjaga. Bank Indonesia.

Carissa, N., & Khoirudin, R. (2020). The factors affecting the rupiah exchange rate in Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 18(1), 37–46. https://doi.org/10.29259/jep.v18i1.9826

Chinn, M. D., & Meredith, G. (2004). Monetary policy and long-horizon uncovered interest parity. IMF Staff Papers, 51(3), 409–430. https://doi.org/10.2307/30035956

Engle, R. F., & Granger, C. W. J. (1987). Co-integration and error correction: Representation, estimation, and testing. Econometrica, 55(2), 251–276. https://doi.org/10.2307/1913236

Gunawan, R., Khasanah, U., & Shayo, A. (2025). An empirical analysis of the effects of macroeconomic variables on exchange rate: A time series analysis using ECM. Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 15(2), 231–238. https://doi.org/10.12928/optimum.v15i2.13327

International Monetary Fund. (2013). Indonesia: 2013 Article IV consultation (IMF Country Report No. 13/362). International Monetary Fund. https://doi.org/10.5089/9781475597325.002

International Monetary Fund. (2021). Indonesia: 2020 Article IV consultation—Press release; staff report; and statement by the executive director for Indonesia (IMF Country Report No. 21/046). International Monetary Fund.

Kurniasih, C. E., & Tampubolon, D. (2022). Pengaruh inflasi domestik dan utang luar negeri terhadap nilai tukar rupiah. Ecoplan, 5(1), 29–39. https://doi.org/10.20527/ecoplan.v5i1.378

Phillips, P. C. B., & Perron, P. (1988). Testing for a unit root in time series regression. Biometrika, 75(2), 335–346. https://doi.org/10.1093/biomet/75.2.335

Pramesti, A., & Rahmi, D. (2024). Pengaruh tingkat bunga, inflasi, ekspor, impor, dan utang luar negeri terhadap nilai tukar. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi dan Bisnis, 4(1), 57–64. https://doi.org/10.29313/jrieb.v4i1.3701

Romer, P. M. (1990). Endogenous technological change. Journal of Political Economy, 98(5, Part 2), S71–S102. https://doi.org/10.1086/261725

Towbin, P., & Weber, S. (2011). Limits of floating exchange rates: The role of foreign currency debt and import structure (IMF Working Paper No. 2011/042). International Monetary Fund. https://doi.org/10.5089/9781455219001.001

Downloads

Published

2026-10-08

How to Cite

Malau, V. M. T., Manullang, A. M. V., Pandiangan, L. O., Sihombing, P. E., Purba, R. E., & Siregar, R. (2026). Mekanisme Utang, Impor, dan Suku Bunga Riil terhadap Nilai Tukar Rupiah: Pendekatan ECM. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(4), 824–836. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i4.2981