Kerangka Hukum dan Kelembagaan Kerja Sama Luar Negeri Pemerintah Daerah di Indonesia: Analisis Dokumen Kebijakan

Authors

  • Anne F. Damanik Universitas Mulawarman
  • Usman Rasyid Universitas Mulawarman
  • Triandi Bimankalid Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i4.2972

Keywords:

Paradiplomasi, Kerja Sama Luar Negeri, Pemerintah Daerah, Kerangka Hukum, Sister City

Abstract

Desentralisasi membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk bermitra dengan pihak luar negeri, sementara politik luar negeri tetap menjadi urusan pemerintahan absolut pusat. Kerangka regulasinya tersebar dalam berbagai instrumen. Artikel ini bertujuan memetakan struktur kerangka hukum kerja sama luar negeri pemerintah daerah, menganalisis pembagian peran kelembagaan antara pusat dan daerah, serta mengidentifikasi celah dan ambiguitasnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis dokumen kebijakan atas UUD NRI 1945, UU 37/1999, UU 24/2000, UU 23/2014, PP 28/2018, Permenlu 3/2019, dan Permendagri 25/2020. Dokumen dikodekan secara tematik ke dalam lima dimensi, yaitu kewenangan, prosedur, pengawasan dan persetujuan, pembiayaan, serta kelembagaan, lalu ditriangulasikan dengan literatur terdahulu. Hasilnya menunjukkan bahwa kerangka hukum bersifat berlapis dan didominasi aspek administratif dan prosedural. Pemerintah daerah berperan sebagai pemrakarsa dan pelaksana, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri mengoordinasikan kerja sama, dan DPRD memberikan persetujuan. Persoalan utamanya bukan ketiadaan regulasi, melainkan fragmentasi prosedural, ketidakjelasan kedudukan naskah kerja sama terhadap perjanjian internasional, persetujuan berlapis, serta persoalan pembiayaan, keberlanjutan, dan keseragaman istilah. Artikel ini merekomendasikan alur prosedur terpadu dan harmonisasi regulasi, serta membuka agenda riset tentang adaptasi kelembagaan dalam praktik sister city.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bolleyer, N., & Thorlakson, L. (2012). Beyond decentralization: The comparative study of interdependence in federal systems. Publius: The Journal of Federalism, 42(4), 566–591. https://doi.org/10.1093/publius/pjr053

Hooghe, L., & Marks, G. (2003). Unraveling the central state, but how? Types of multi-level governance. American Political Science Review, 97(2), 233–243. https://doi.org/10.1017/S0003055403000649

Intentilia, A. A. M., & Surya Putra, A. A. B. N. A. (2021). From local to global: Examining sister city cooperation as paradiplomacy practice in Denpasar City, Bali, Indonesia. Jurnal Bina Praja, 13(2), 357–367. https://doi.org/10.21787/jbp.13.2021.357-367

Liu, T., & Song, Y. (2020). Chinese paradiplomacy: A theoretical review. SAGE Open, 10(1). https://doi.org/10.1177/2158244019899048

Mahoney, J., & Thelen, K. (2010). A theory of gradual institutional change. Dalam J. Mahoney & K. Thelen (Eds.), Explaining institutional change: Ambiguity, agency, and power (hlm. 1–37). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511806414

Mukti, T. A. (2013). Paradiplomacy: Kerjasama luar negeri oleh pemda di Indonesia. The Phinisi Press. https://zenodo.org/records/3941326

Nadya, A., Mahendra, Z. F., & Yahya, M. M. (2023). Strategizing sister city partnerships: Paradiplomacy, bilateral relations, and sustainable cooperation in Indonesia. Journal of Paradiplomacy and City Networks, 2(1), 46–57. https://doi.org/10.18196/jpcn.v2i1.35

North, D. C. (1990). Institutions, institutional change and economic performance. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511808678 (DOI belum saya verifikasi, klik untuk memastikan)

Ostrom, E. (2005). Understanding institutional diversity. Princeton University Press. https://doi.org/10.1515/9781400831739 (DOI belum saya verifikasi)

Paquin, S. (2020). Paradiplomacy. Dalam T. Balzacq, F. Charillon, & F. Ramel (Eds.), Global diplomacy (hlm. 49–61). Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1007/978-3-030-28786-3_4

Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2018 tentang Kerja Sama Daerah. https://peraturan.bpk.go.id/Details/85646/pp-no-28-tahun-2018

Scott, W. R. (2014). Institutions and organizations: Ideas, interests, and identities (4th ed.). SAGE Publications.

Surwandono, S., & Maksum, A. (2020). The architecture of paradiplomacy regime in Indonesia: A content analysis. Global: Jurnal Politik Internasional, 22(1), 77–99. https://doi.org/10.7454/global.v22i1.443

Surwandono, S.w (2021). Evaluation on Indonesian's local government website for practicing paradiplomacy. Jurnal Global & Strategis, 15(2), 451–475. https://doi.org/10.20473/jgs.15.2.2021.451-475

Syuryansyah, S. (2024). Assessing the paradiplomacy of regional governments in Indonesia: The case of Banten Province. Papua Journal of Diplomacy and International Relations, 4(1), 67–84. https://doi.org/10.31957/pjdir.v4i1.3218

Trein, P., Thomann, E., & Maggetti, M. (2019). Integration, functional differentiation and problem-solving in multilevel governance. Public Administration, 97(2), 339–354. https://doi.org/10.1111/padm.12595

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (sebagaimana telah diubah). https://peraturan.bpk.go.id/Details/38685/uu-no-23-tahun-2014

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional. https://peraturan.bpk.go.id/Details/44991/uu-no-24-tahun-2000

Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri. https://peraturan.bpk.go.id/Details/45358/uu-no-37-tahun-1999

Utomo, A. B. (2022). Paradiplomacy as the product of state transformation in the era of globalisation: The case of Indonesia. Janus.net, 13(1), 63–78. https://doi.org/10.26619/1647-7251.13.1.5

Yahya, N. K., Nursita, R. D., & Kohar, H. Y. (2023). Enhancing halal tourism through paradiplomacy: Institutional challenges and opportunities in the NTB-Bukhara collaboration. Journal of Paradiplomacy and City Networks, 2(2), 83–98. https://doi.org/10.18196/jpcn.v2i2.42

Zuhro, R. S., Aziz, N. L. L., Maulana, Y., Rahmiati, D., Ika, S., & Susantyo, B. (2026). Decentralization without autonomy: Multilevel governance gaps in Indonesia's borderland development. Frontiers in Political Science. https://doi.org/10.3389/fpos.2026.1807463

Downloads

Published

2026-10-07

How to Cite

Damanik, A. F., Rasyid, U., & Bimankalid, T. (2026). Kerangka Hukum dan Kelembagaan Kerja Sama Luar Negeri Pemerintah Daerah di Indonesia: Analisis Dokumen Kebijakan. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(4), 733–748. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i4.2972