Peran Guru Dalam Pelaksanaan Asesmen Diagnostik Non-Kognitif Untuk Pembentukan Karakter Siswa

Authors

  • Mhd Fajar Tauhid Universitas Alwashliyah Medan
  • Khairuddin Lubis Universitas Alwashliyah Medan
  • Abdul Aziz Universitas Alwashliyah Medan

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i4.2950

Keywords:

Guru, Asesmen Diagnostik, Non-Kognitif, Karakter, Pendidikan Islam

Abstract

Pendidikan dasar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada perkembangan sikap, emosi, sosial, dan karakter peserta didik. Dalam konteks tersebut, asesmen diagnostik non-kognitif dapat digunakan guru untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi dan karakter siswa sebagai dasar dalam memberikan pendampingan yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam merencanakan dan melaksanakan asesmen diagnostik non-kognitif serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam mendukung pembentukan karakter siswa di SDIT Ar-Raudhah Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan yang bersifat deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan kepala sekolah serta guru sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik non-kognitif telah dilaksanakan melalui pengamatan perilaku siswa dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Perencanaan dilakukan melalui koordinasi pada awal semester, penentuan aspek karakter yang diamati, penjadwalan, serta penentuan teknik pengumpulan informasi. Dalam pelaksanaannya, guru berperan sebagai pengamat, pendamping, motivator, fasilitator, dan teladan. Hasil asesmen digunakan untuk memberikan pembinaan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa, seperti memberikan kesempatan lebih banyak kepada siswa yang kurang percaya diri dan melakukan pendekatan personal kepada siswa yang mengalami masalah perilaku. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu, belum tersedianya instrumen baku, perbedaan karakter siswa, serta kerja sama dengan orang tua yang belum optimal. Oleh karena itu, pelaksanaan asesmen perlu diperkuat melalui pedoman dan instrumen yang lebih terarah serta komunikasi sekolah dan keluarga yang berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Azis. (2023). Penyelarasan indikator asesmen karakter dengan visi pendidikan Islam terpadu. Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Islam UNIVA Medan, 5(2), 18–31.

Abdul Azis. (2024). Hubungan kualitas interaksi guru-siswa dengan keakuratan hasil asesmen karakter di SDIT. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam UNIVA, 8(1), 45–58.

Arifin, A. (2025). Panduan pembelajaran dan asesmen (Edisi Revisi). BSKAP Kemendikbud.

Arikunto, S. (2021). Asesmen dalam pendidikan dasar. Rineka Cipta.

Azra, A. (2022). Pendidikan karakter Islami. Kencana.

Budiarti, E. (2023). Asesmen pendidikan karakter anak. PRCI.

Dewi, K. (2020). Pengembangan instrumen asesmen karakter siswa. Jurnal Teknologi dan Pembelajaran, 5(1), 45–52.

Fitriani, E. (2022). Asesmen diagnostik sebagai dasar pembelajaran berdiferensiasi. Jurnal Pendidikan Terapan, 13(3), 105–113.

Gunawan, H. (2023). Kurikulum Merdeka: Konsep dan implementasi. Prenada Media.

Hakim, L. (2025). Pendidikan karakter di era Kurikulum Merdeka. Deepublish.

Hasanah, U. (2022). Hubungan asesmen non-kognitif dengan pembentukan karakter. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(1).

Hidayat, A. (2023). Instrumen asesmen non-kognitif. UPI Press.

Lubis, K. (2023). Peran guru dalam penerapan asesmen non-kognitif untuk pembentukan akhlak siswa SDIT. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam UNIVA Medan, 9(2), 19–32.

Lubis, K. (2024). Perencanaan asesmen karakter berbasis nilai Islam pada Kurikulum Merdeka di SDIT/IT. Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Budaya Islami UNIVA Medan, 12(1), 34–47.

Lisna, T., Pristiwaluyo, T., & Suhardi, I. (2024). Pengembangan instrumen asesmen diagnostik non-kognitif untuk jenjang SD/MI. Jurnal Basicedu, 8(3), 2148–2161.

Ramadhan, Y. (2023). Model asesmen karakter dalam pendidikan dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(3), 123–130.

Rustiyana, H. (2025). Strategi guru dalam melakukan asesmen diagnostik kognitif dan non-kognitif. Jurnal Kinanti, 3(1).

Salsabilah, S., Isnaini, M., & Rohmadi. (2024). Pengaruh asesmen diagnostik non-kognitif terhadap minat belajar peserta didik MI. Jurnal Intelektualita, 13(1), 91–100.

Sanjaya, D. B., Sukadi, D. A. P. H., & Wirabrata, D. G. F. (2023). Penguatan pendidikan karakter melalui asesmen diagnostik non-kognitif di SD. Prosiding SENADIMAS.

Santrock, J. W. (2020). Psikologi pendidikan anak usia sekolah. Erlangga.

Sari, M. (2022). Peran guru dalam pembentukan karakter siswa melalui asesmen. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(2), 45–53.

Sudjana, N. (2021). Teori dan praktik asesmen pendidikan. Sinar Baru.

Suryadi, R. (2024). Asesmen dalam Kurikulum Merdeka. Gramedia.

Wulandari, F. (2020). Peran guru dalam asesmen sosial-emosional siswa. Jurnal Pendidikan Humaniora, 7(1), 25–32.

Yusuf, R. (2021). Evaluasi asesmen karakter di sekolah dasar. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 8(3), 150–160.

Zuchdi, D. (2022). Pendidikan karakter untuk sekolah dasar. UNY Press.

Downloads

Published

2026-10-05

How to Cite

Tauhid , M. F., Lubis , K., & Aziz , A. (2026). Peran Guru Dalam Pelaksanaan Asesmen Diagnostik Non-Kognitif Untuk Pembentukan Karakter Siswa. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(4), 437–447. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i4.2950