Hubungan pH Saliva Dengan Indeks Karies (DMF-T) Pada Pasien Di Klinik Polres Tanah Datar

Authors

  • Fadhilla Wirnayati Poltekkes Kemenkes Aceh
  • Sisca Mardelita Poltekkes Kemenkes Aceh

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i4.2943

Keywords:

pH Saliva, DMF-T, Karies Gigi

Abstract

Karies gigi masih menjadi salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak dijumpai di masyarakat. Berdasarkan data awal di Klinik Polres Tanah Datar tahun 2025, terdapat 329 kasus karies (64,9%) dari 507 kunjungan pasien, dengan 267 kasus (81,2%) terjadi pada kelompok usia 18–65+ tahun. Pada tahun 2024 terdapat 98 kasus karies (71,5%) dari 137 kunjungan, dengan 72 kasus (73,5%) terjadi pada kelompok usia 18–65+ tahun. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan karies adalah pH saliva karena perubahan pH saliva dapat memengaruhi kondisi lingkungan rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pH saliva dengan indeks karies (DMF-T) pada pasien usia 18–65 tahun di Klinik Polres Tanah Datar Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 150 pasien yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling dengan sampel berjumlah 60 responden. Data diperoleh melalui pemeriksaan pH saliva menggunakan pH meter digital dan indeks DMF-T berdasarkan kriteria WHO. Analisis bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan pH saliva kategori basa sebanyak 33 responden (55,0%) dan netral sebanyak 27 responden (45,0%), serta tidak ditemukan pH kategori asam. Rata-rata indeks DMF-T sebesar 4,9 yang termasuk kategori tinggi. Hasil uji menunjukkan nilai p = 0,052 (p > 0,05). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pH saliva dengan indeks karies (DMF-T) pada pasien usia 18–65 tahun di Klinik Polres Tanah Datar Tahun 2026.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adhani, R., Racmadi, P. and Nurdiyana, T. (2018) Karies Gigi di Masyarakat Lahan basah. banjarmasin: Lambung Mangkurat University Press.

Busman, Edrizal and Arlyshe, H. (2021) “Status Karies Menggunakan Indeks DMF-T pada Anak 12-15 Tahun di Desa Sioban Kec. Sipora, Kab. Kep. Mentawai,” 3(3), pp. 76–82.

Culia Rahayu, N Seni Meilasari and Hadiyat Miko (2023) “Hubungan Ph Saliva Dan Perilaku Anak Dalam Menjaga Kesehatan Gigi Dengan Terjadinya Karies Gigi Pada AnakUsia Prasekolah,” Health Information : Jurnal Penelitian, 15(supp.).

Frethernety, A. et al. (2025) “Analisis Hubungan Kadar Merkuri (Hg) dan Derajat Keasaman Saliva Terhadap Indeks DMF-T Pada Penambang Emas Skala Kecil di Desa Ramang Pulang Pisau,” Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 24(3), pp. 269–276.

Handayani, J., Syaify, A. and Kristanti, Y. (2022) Kualitas Saliva. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Jauhara, F.N. and Febrianti, T. (2021) “Kejadian Karies Gigi dan Faktor Risiko Karies Gigi,” JHeS (Journal of Health Studies), 5(1), pp. 104–111. Available at: https://ejournal.unisayogya.ac.id/index.php/JHeS/article/view/1338/682.

Kemenkes RI (2024) “Survey Kesehatan Gigi dan Mulut Tematik SKI.”

Mandini, Z. et al. (2024) “Oral Hygiene, Dietary Habits, and Saliva Properties in Relation to the Decayed, Missing, and Filled Teeth Index of Dental Students: A Pilot Study,” Medicina, 60(12), p. 2023.

Mariati, N.W., Pangemanan, D.H.C. and Bangun, L.K. (2025) “Hubungan Derajat Keasaman Saliva dan Karies Gigi pada Siswa Sekolah Menengah Atas,” e-GiGi, 13(2), pp. 277–282.

Pradypta, putu gyzca (2024) “Penyakit Jaringan Lunak Rongga Mulut,” in Sulastrianah (ed.). purbalingga: Eureka Media Aksara, pp. 25–42.

Rahayu, yani corvianindya and Kurniawati, A. (2018) Cairan Rongga Mulut. yogyakarta: Pustaka Panasea.

Ramadhani, A.I.K., Tjahajawati, S. and Pramesti, H.T. (2022) “Perbedaan volume, pH saliva dan kondisi rongga mulut wanita perokok dan non perokok,” 34(2), pp. 100–108.

Rødseth, S.C. et al. (2023) “Dental caries in a Norwegian adult population , the HUNT4 oral health study ; prevalence , distribution and 45-year trends,” Acta Odontologica Scandinavica, 81(3), pp. 202–210.

Rusmiati et al. (2024) Buku Kesehatan Gigi Dan Mulut (Edisi Revisi). bandung: Reka Cipta.

Sari, M., Varianziana, F. and Ananda, G.A. (2025) “Analisis pengaruh pH saliva dan indeks plak terhadap kejadian karies pada anak sekolah dengan gigi bercampur: Studi observasional,” Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students, 9(2), pp. 218–224.

Sawitri, H. and Maulina, N. (2021) “Derajat pH Saliva Pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh yang Mengkonsumsi Kopi Tahun 2020,” J Averrous, 7(1), pp. 84–94.

Simaremare, A.B., Nainggolan, S.J. and Siregar, R. (2021) “The Relationship between Brushing Teeth and Saliva Conditions on the Accumulation of Calculus in High School Students in Medan city , Indonesia,” International Journal of Allied Medical Sciences and Clinical Research (IJAMSCR), 9(2), pp. 157–162.

Staklim Sumsel (2022) pH Meter, staklim-sumsel.bmkg.go.id. (Accessed: April 1, 2026).

Susilawati, E. et al. (2023) “Hubungan Kejadian Karies Gigi dengan Kualitas Hidup Anak,” Jurnal Riset Kesehatan Potekkes Depkes Bandung, 15(2), pp. 476–485.

Tarigan, R. 2013 (2013) Karies Gigi. 2nd ed. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Tiwari, S. et al. (2015) “Clinical consequences of untreated dental caries evaluated with the pulpal involvement-roots-sepsis index in the primary dentition of school children from the Raipur and Durg Districts, Chhattisgarh State, India,” Medical Principles and Practice, 24(2), pp. 184–188.

Vahira, D.R.A.I., Prasetyowati, S. and N.P, I.G.. K.A. (2025) “Pengaruh Berkumur Menggunakan Air Rebusan Jahe Merah Terhadap Perubahan pH Saliva pada Lansia,” 7(2), pp. 194–201.

WHO (2022) Global oral health status report, Who.

Wikanta, W. (2019) Pedoman Pratikum Bio Kimia Berbasis Masalah. Surabaya: UMSurabaya Publishing.

Downloads

Published

2026-10-05

How to Cite

Wirnayati, F., & Mardelita, S. (2026). Hubungan pH Saliva Dengan Indeks Karies (DMF-T) Pada Pasien Di Klinik Polres Tanah Datar. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(4), 390–405. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i4.2943