Khazanah Leksikon Sodha Dalam Ritual Keti Pare Pada Masyarakat Potu Kecamatan Wolojita: Perspektif Ekolinguistik

Authors

  • Yuliani Rona Sengu Universitas Flores
  • Veronika Genua Universitas Flores

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i4.2898

Keywords:

Khazanah, Leksikon, Sodha, Keti Pare

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis khazanah leksikon Sodha dalam ritual Keti Pare pada masyarakat Potu, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, dari perspektif ekolinguistik. Masalah penelitian mencakup bentuk leksikon, makna ekologis, dan hubungan leksikon dengan relasi ekologis masyarakat Potu terhadap lingkungan alam sekitarnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif ekolinguistik sebagai landasan analisis. Data berupa tuturan lisan berbahasa Lio dalam syair nyanyian Sodha yang dituturkan oleh ata sodha pada ritual Keti Pare, dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif pasif, rekam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode agih. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, ditemukan 25 leksem ekologis dalam syair Sodha, terdiri atas nomina (20), verba (4), dan adverbia (1), terklasifikasi ke dalam enam medan makna ekologis dengan ekosistem air sebagai medan makna paling dominan. Kedua, setiap leksem mengandung makna berlapis, denotatif, konotatif, dan kosmologis-ekologis, yang merepresentasikan harapan dan nilai sosial masyarakat Potu. Ketiga, leksikon Sodha memanifestasikan tiga relasi ekologis, yaitu relasi dengan alam pertanian ladang, ekosistem air, serta leluhur dan kosmologi, yang seluruhnya menunjukkan ketergantungan penuh masyarakat Potu terhadap alam sekitarnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa leksikon dalam nyanyian Sodha merupakan cerminan pengetahuan ekologis (ecological knowledge) dan pandangan dunia (worldview) masyarakat Potu yang terjalin organik antara bahasa, manusia, alam, dan leluhur.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Djata, F. G. (2024). Analisis Bentuk Dan Makna Nyanyian Sodha Pada Tari Gawi Dalam Upacara Joka Ju Masyarakat Lio Di Desa Pemo Kecamatan Kelimutu Kabupaten Ende. Skripsi. Kupang: Universitas Katolik Widya Mandira. Https://Repositori.Unwira.Ac.Id/17185/2/.Pdf

Genua, V., Dhapa, D., & Fatmala, N. (2021). Tradisi Tuturan Na'u Nena Ata Nika Etnik Roworeke Kabupaten Ende Flores: Kajian Linguistik Kebudayaan. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 7(2), 494–506. Https://Doi.Org/10.30605.Onoma.V7i2.1305

Ghazali, A. (2020). Bab III Metode Penelitian. Suparyanto Dan Rosad, 5(3), 248–253. Https://Repositori.Untidar.Ac.Id/Index.Php?P=Fstream

Isti'anah, A. (2022). Paradigma Fungsional Dalam Ekolinguistik. Sintesis, 16(1), 1–16. Https://Doi.Org/10.24071.Sin.V16i1.4250

Isti'anah, A. (2023). (Re)Defining Ecolinguistics In Indonesia's Research: A Systematic Review. Journal Of Applied Studies In Language, 7(1). Https://Ojs2.Pnb.Ac.Id/Index.Php/JASL

Kaharuddin, K., & Kaharuddin, M. N. (2024). Penetrasi Bahasa Dan Ancaman Kepunahan Bahasa Daerah Di Era Komunikasi Digital Di Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(1), 1–14. Https://Doi.Org/10.46918.Idiomatik.V7i1.2303

Kridalaksana, H. (2011). Kamus Linguistik Umum. Jakarta: PT Gramedia. Https://Ia800409.Usarchive.Org/6/Items/Kamuslinguistik/Kamus%20Linguistik.Pdf

Mboka, I. (2017). Penggunaan Doa Batuna'u Dalam Tradisi Etnik Lio Di Desa Ngalukoja Kecamatan Maurole Kabupaten Ende: Sebuah Kajian Linguistik Kebudayaan. Paradigma, Jurnal Kajian Budaya, 6(2), 156. Https://Doi.Org/17510.Paradigma.V.6i2.95

Musrifah, N. A. (2025). Peran Dan Upaya Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Tradisi Nyadran Di Dusun Kebuntaman Kabupaten Semarang. Skripsi. Semarang: Universitas PGRI Semarang. Https://Eprint.Ivet.Ac.Id/Id/Eprint/1044/

Oktaviani, U. D. (2026). Kajian Ekolinguistik Palantar Bajampi Dalam Ritual Kematian Basuayak Pada Masyarakat Dayak Kanayatn. Santolo, 19(1), 213–226. Https://Doi.Org/10.30651/St.V19i1.28878

Rahmah, F. A., & Khasanah, I. (2023). Khazanah Ekoleksikon Kesungaian Bahasa Banjar. Undas, 16(2), 355–372. Https://Garuda.Kemendiktisaintek.Go.Id/Dokuments/Detail.3770016

Sanjaya, F. O., & Rahardi, R. K. (2021). Kajian Ekolinguistik Metaforis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Upacara Pernikahan Adat Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 7(2), 12–28. Https://Doi.Org/10.33603/Deiksis.V7i2.3283

Sidu, N. (2017). Ekoleksikon Ke-Kaghati-An Bahasa Muna. Retorika: Jurnal Ilmu Bahasa, 2(2), 328. Https://Doi.Org/10.22225/Jr.2.2.64.328-349

Subiyanto, A. (2011). Ekolinguistik: Model Analisis Dan Penerapannya. Humanika, 18(2), 1–9. Https://Ejournal.Undip.Ac.Id/Index.Php.Humanika.Article.View.5939

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Https://Eprints.Poltekkesadisutjipto.Ac.Id/Id/Eprint/276/

Umar Sidiq, M. M. C. (2019). Metode Penelitian Kualitatif Di Bidang Pendidikan. Journal Of Chemical Information And Modeling (Vol. 53, Issue 9). Https://Repository.Iainponorogo.Ac.Id/484/

Wudy, M. M., Rohodia, T. R., & Purnamo, S. H. (2025). Tradisi Joka Ju Di Desa Pemo Kecamatan Kelimutu Kabupaten Ende. Cantata Deo: Jurnal Musik Dan Seni, 3(1), 23–34. Https://Doi.Org/1069748/Jmcd.V3i1.276

Downloads

Published

2026-10-05

How to Cite

Sengu, Y. R., & Genua, V. (2026). Khazanah Leksikon Sodha Dalam Ritual Keti Pare Pada Masyarakat Potu Kecamatan Wolojita: Perspektif Ekolinguistik. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(4), 365–373. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i4.2898