Implementasi Komunikasi SBAR Kepada Dokter pada Pasien Diare di Ruang Rawat Inap

Authors

  • Tri Andriyani STIK Sint Carolus
  • Cicilia Ika Wulandari STIK Sint Carolus
  • Cahya Sri Wulansari RSPI Puri Indah

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2844

Keywords:

Komunikasi Klinis, Keselamatan Pasien, Laporan Kasus, SBAR, Gastroenteritis Akut

Abstract

Latar Belakang: Gastroenteritis akut (GEA) merupakan salah satu penyakit yang sering memerlukan perawatan di rumah sakit dan berisiko menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit, serta komplikasi apabila tidak ditangani secara cepat. Kondisi tersebut menuntut komunikasi yang efektif antara perawat dan dokter agar pengambilan keputusan klinis dapat dilakukan secara tepat waktu. Metode Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) merupakan komunikasi terstruktur yang direkomendasikan untuk meningkatkan keselamatan pasien. Tujuan: Menganalisis implementasi komunikasi efektif menggunakan metode SBAR kepada dokter dalam pengelolaan asuhan keperawatan pada pasien gastroenteritis akut di ruang rawat inap. Metode: Penelitian ini menggunakan desain laporan kasus terhadap dua pasien dengan diagnosis medis gastroenteritis akut yang dirawat di ruang rawat inap Jakarta Barat. Implementasi SBAR dilakukan pada setiap perubahan kondisi klinis pasien selama proses keperawatan. Data diperoleh melalui pengkajian keperawatan, observasi klinis, dokumentasi medis, hasil pemeriksaan penunjang, serta evaluasi respons pasien terhadap terapi. Hasil: Implementasi komunikasi SBAR mempermudah penyampaian informasi klinis secara sistematis kepada dokter sehingga keputusan medis dapat diberikan lebih cepat sesuai kondisi pasien. Kedua pasien menunjukkan perbaikan klinis berupa penurunan frekuensi diare, membaiknya status hidrasi, berkurangnya nyeri abdomen, serta stabilisasi kondisi umum selama masa perawatan. Perbedaan karakteristik klinis kedua pasien menunjukkan bahwa isi komunikasi SBAR disesuaikan dengan perkembangan kondisi masing-masing pasien. Kesimpulan: Implementasi komunikasi SBAR mendukung kolaborasi interprofesional, meningkatkan efektivitas komunikasi klinis, dan membantu percepatan pengambilan keputusan medis pada pasien gastroenteritis akut.Saran: Rumah sakit perlu meningkatkan kepatuhan penggunaan SBAR melalui pelatihan, supervisi, dan standardisasi dokumentasi komunikasi klinis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Christina, L. V, & Susilo, A. P. (2021). Penggunaan metode SBAR untuk komunikasi efektif antara tenaga kesehatan dalam konteks klinis. KELUWIH: Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran, 3(1), 57–63. https://doi.org/https://doi.org/10.24123/kesdok.v3i1.4584

Davis, B. P., Mitchell, S. A., Weston, J., Dragon, C., Luthra, M., Kim, J., Stoddard, H., & Ander, D. (2023). Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) education for health care students: Assessment of a training program. MedEdPORTAL, 19, 11293. https://doi.org/https://doi.org/10.15766/mep_2374-8265.11293

Efendi, Z., Adha, D., & Isesreni. (2025). Improving patient safety through effective SBAR communication. Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET), 4(3), 1517–1521. https://doi.org/https://doi.org/10.58526/jsret.v4i3.829

Elsa, P., Putri, S. A., & Setina, I. (2025). Hubungan pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya keselamatan pasien di RSU Madina Bukittinggi Tahun 2025. Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(4), 1–6. https://doi.org/https://doi.org/10.58705/jpm.v4i4.387

Idealiatiana, L., & Salsabila, A. R. (2022). Hubungan Penerapan Metode SBAR (Situation, Background, Assessment, Recomendation) Terhadap Komunikasi Efektif Antar Perawat Di RS Taman Harapan Baru. Malahayati Nursing Journal, 4(9), 2295–2304.

Ilyas, A., Ali, A., & Ahmed, T. (2023). Effectiveness of nurse-led educational intervention on therapeutic communication of undergraduate nursing students by using SBAR tool. Pakistan Journal of Health Sciences, 4(10), 41–45. https://doi.org/https://doi.org/10.54393/pjhs.v4i10.1026

Kay, S., Unroe, K. T., Lieb, K. M., Kaehr, E. W., Blackburn, J., Stump, T. E., Evans, R., Klepfer, S., & Carnahan, J. L. (2023). Improving communication in nursing homes using Plan-Do-Study-Act cycles of an SBAR training program. Journal of Applied Gerontology, 42(2), 194–204. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/07334648221131469

Lewis, B. D. (2015). Decentralisation and governance in Indonesia. World Development, 75, 1–15.

Mulfiyanti, D., & Satriana, A. (2022). The correlation between the use of the SBAR effective communication method and the handover implementation of nurses on patient safety. International Journal of Public Health Excellence, 2(1), 376–380. https://doi.org/https://doi.org/10.55299/ijphe.v2i1.275

Müller, M., Jürgens, J., Redaèlli, M., Klingberg, K., Hautz, W. E., & Stock, S. (2022). Impact of the communication tool SBAR on patient safety: A systematic review. BMJ Open, 12(8), e054620.

Nainggolan, S. S. (2021). Penerapan Komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recomendation) Oleh Perawat Di Rumah Sakit Pusri Palembang. Jurnal Kesehatan Saelmakers Perdana, 4(1), 167–176.

Organization, W. H. (2021). Adolescent Health. WHO.

Shafira, R. A., & Dhamanti, I. (2023). A literature review: Implementation of SBAR communication in the implementation of patient safety in hospital in Indonesia (study in Indonesia). Media Gizi Kesmas, 12(1), 441–452. https://doi.org/https://doi.org/10.20473/mgk.v12i1.2023.441-452

Shinta, N. D., & Bunga, A. L. (2024). The implementation of SBAR communication method for patient safety: A literature review. Malahayati International Journal of Nursing and Health Science, 7(5), 537–553. https://doi.org/https://doi.org/10.33024/minh.v7i5.190mlmi

Simatupang, Y. A., Anggita, K. D., Asman, A., & Marni, L. (2026). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengangastroenteritis Akut (GEA) Di Ruangan Muzdalifah Rumah Sakit Aisyiyah Pariaman. Jurnal Ilmu Psikologi Dan Kesehatan, 3(1), 433–446.

Tay, W. L., Chien, J. M.-F., Poulose, V., How, C. H., & Ng, M. C. W. (2025). Acute gastroenteritis in adults. Singapore Medical Journal, 66(8), 457–461. https://doi.org/10.4103/singaporemedj.SMJ-2022-161

WHO. (2023). Caring for children with Developmental delay - Reaching the vulnerable. WHO.

WHO. (2024). WHO, UNFPA mengapresiasi upaya Indonesia Mengeliminasi kanker serviks, mendorong strategi vaksin terpadu, dan memperkuat strategi. https://doi.org/10.24912/jssh.v1i1.24544213

Downloads

Published

2026-09-25

How to Cite

Andriyani, T., Wulandari, C. I., & Wulansari, C. S. (2026). Implementasi Komunikasi SBAR Kepada Dokter pada Pasien Diare di Ruang Rawat Inap. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 15780–15788. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2844