Hubungan Pola Makan Tinggi Protein Dengan Tingkat Kemandirian Lansia Pada Peserta Pandu PTM di Desa Tinelo Ayula
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2841Keywords:
Activity of Daily Living (ADL), Food Frequency Questionnaire (FFQ), Lansia, Pola Makan Tinggi Protein, Tingkat KemandirianAbstract
Lanjut usia (lansia) merupakan kelompok usia 60 tahun atau lebih yang mengalami penurunan fungsi fisik seiring proses penuaan sehingga berpotensi memengaruhi kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan tingkat kemandiriannya. Asupan protein yang cukup berperan dalam mempertahankan massa dan kekuatan otot, sehingga diduga dapat mendukung tingkat kemandirian lansia. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tinelo Ayula, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango pada tahun 2026 dengan tujuan untuk mengetahui hubungan pola makan tinggi protein dengan tingkat kemandirian lansia pada peserta Pandu PTM. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh peserta Pandu PTM di Desa Tinelo Ayula. Sampel berjumlah 33 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data pola makan tinggi protein diperoleh menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan tingkat kemandirian diukur menggunakan kuesioner Activity of Daily Living (ADL). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan tinggi protein dalam kategori sering mengonsumsi makanan sumber protein, yaitu sebanyak 21 responden (63,6%), sedangkan kategori kadang-kadang sebanyak 12 responden (36,4%). Tingkat kemandirian responden didominasi oleh kategori mandiri, yaitu sebanyak 32 responden (97,0%), sedangkan 1 responden (3,0%) memerlukan bantuan. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,458 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan tinggi protein dengan tingkat kemandirian lansia pada peserta Pandu PTM di Desa Tinelo Ayula. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pola makan tinggi protein tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kemandirian lansia pada peserta Pandu PTM di Desa Tinelo Ayula.
Downloads
References
Agustin, E., & Fauzah, S. N. (2026). The Relationship Between Independence Level And Malnutrition Of The Elderly In Kalijaga Public Health. 14(01), 1–9.
Anita, A., Rohani, T., Wulandari, W., & Diniarti, F. (2023). Analisis Implementasi Program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu Ptm) Pada Lansia Di Puskesmas Rawat Inap Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang. Jurnal Vokasi Kesehatan, 1(2), 79–88.
Bambar, K., Jayapura, K., & Regency, J. (2025). The Influence Of Nutritional Knowledge And Nutritional Status On The Quality Of Life Of Elderly At The Posyandu In Kampung Bambar , Jayapura Regency. 08, 4–9.
Emeliana, P. :, Purba, P., Veronika, A., Ambarita, B., Sinaga, D., Sekolah, A. :, Kesehatan, T. I., Elisabeth, S., & Korespondensi, M. (2022). Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Tingkat Kemandirian Lansia Dalam Pemenuhan Activity Daily Living (Adl) Di Panti Pemenang Jiwa. 27–35.
Hanafi, S., Laili, N., Studi, P., Psikologi, I., & Sidoarjo, U. M. (2025). Soraya Hanafi, Nurfi Laili Program Studi Ilmu Psikologi, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Indonesia Email: : 5–9.
Mustofa, R., Julianti, H. P., Ismail, R., & Priwintoko, B. (2025). Upaya Pencegahan Sarkopenia Melalui Edukasi Dan Pengukuran Kekuatan Otot Pada Lansia. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (Jp2m), 6(3), 958–970.
Rajj, A. B., Aspihan, M., & Lutfha, I. (2025). Essentia : Journal Of Medical Practice And Research Hubungan Tingkat Kemandirian Melakukan Activity Of Daily Living ( Adl ) Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Rumah Pelayanan Sosial Semarang. 1(2).
Suhada, P. D., Widyastuti, N., Candra, A., & Syauqy, A. (2021). Korelasi Aktivitas Fisik Dan Persen Lemak Tubuh Dengan Indikator Sarkopenia. Amerta Nutrition, 5(1), 15.
Teting, B., Yani, Y., & Jho, Y. L. (2022). Dukungan Keluarga Dan Tingkat Depresi Pada Lansia Di Kelompok Lansia St. Angela Samarinda. Sebatik, 26(1), 81–86.
Tuwu, D., & La Tarifu. (2023). Implementasi Program Posyandu Lansia Untuk Menjaga Kesehatan Lanjut Usia. Journal Publicuho, 6(1), 20–29.
Zulhar, R. H., & Pratama, C. W. (2024). Gizi Optimal Untuk Lansia: Menjaga Kesehatan Dan Kualitas Hidup Di Usia Emas. Journal Of Knowledge And Collaboration, 2(1), 460–467.
Jonkman, N. H., Colpo, M., Klenk, J., Todd, C., Hoekstra, T., Del Panta, V., Rapp, K., Van Schoor, N. M., Bandinelli, S., Heymans, M. W., Mauger, D., Cattelani, L., Denkinger, M. D., Rothenbacher, D., Helbostad, J. L., Vereijken, B., Maier, A. B., & Pijnappels, M. (2019). Development Of A Clinical Prediction Model For The Onset Of Functional Decline In People Aged 65-75 Years: Pooled Analysis Of Four European Cohort Studies. Bmc Geriatrics, 19(1), 1–12.
Tita Haryanti, Sri Sunarti, Justicia Puspa Luqyana (2018). Asupan Protein Mempengaruhi Terjadinya Frailty Syndrome Berdasarkan Frailty Index Pada Usia Lanjut Di Kota Malang Abstrak. 5(September), 171–180.
Sugiyono. 2021. Metode Penelitian Kebijakan. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2022. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi Ke-2). Bandung: Alfabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















