Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Kenakalan Remaja Masjid di Lingkungan Masyarakat Pateten Dua Kota Bitung

Authors

  • Tamrin Bandu STISIP Merdeka Manado
  • Boy Frans STISIP Merdeka Manado
  • Grace M.A Dengah STISIP Merdeka Manado

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2817

Keywords:

Lingkungan Sosial, Kenakalan Remaja, Remaja Masjid, Masyarakat Pesisir, Modal Sosial

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan sosial terhadap kenakalan remaja masjid di Kelurahan Pateten II, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, serta merumuskan strategi pemberdayaan berbasis modal sosial dan kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive dan snowball, terdiri atas remaja masjid, tokoh agama, orang tua, dan tokoh masyarakat. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui reduksi data, penyajian data, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenakalan remaja masjid meliputi nongkrong hingga larut malam, balap liar, konsumsi minuman keras secara sembunyi-sembunyi, perkelahian antarjaga, bolos sekolah, melawan orang tua, dan vandalisme. Lingkungan sosial pesisir berpengaruh melalui lemahnya pengawasan keluarga akibat jam kerja orang tua, terbukanya ruang publik seperti dermaga dan jalan pesisir, serta kuatnya tekanan kelompok sebaya atau jaga. Faktor yang paling dominan adalah kelompok jaga karena solidaritas yang kuat dapat berubah menjadi solidaritas negatif dan menormalisasi perilaku menyimpang. Masjid telah berfungsi sebagai pranata moral, tetapi pengaruhnya lebih kuat dalam ruang formal sehingga internalisasi nilai agama belum konsisten di ruang publik. Melemahnya nilai pakewa, mapalus, dan kekeluargaan turut mengurangi efektivitas kontrol sosial. Penelitian menyimpulkan bahwa kenakalan remaja merupakan hasil interaksi antara struktur lingkungan dan tindakan aktor. Karena itu, pencegahan perlu mengintegrasikan keluarga, masjid, kelompok pemuda, pemerintah kelurahan, dan tokoh masyarakat melalui penguatan pengawasan, kegiatan positif, modal sosial, serta revitalisasi kearifan lokal. secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut menekankan keterkaitan struktur sosial, pengalaman remaja, dan proses interaksi dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesisir Pateten II.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali, M. M., dkk. (2026). Penguatan peran masjid dalam pembinaan sosial dan pendidikan agama Islam melalui pendampingan remaja masjid. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 10(1).

Andriyani, J. (2020). Peran lingkungan keluarga dalam mengatasi kenakalan remaja. At-Taujih: Bimbingan dan Konseling Islam, 3(1).

Becker, H. S. (1963). Outsiders: Studies in the Sociology of Deviance. New York: Free Press

Bourdieu, P. (1986). The Forms of Capital. Dalam J. G. Richardson (Ed.), Handbook of Theory and Research for the Sociology of Education. New York: Greenwood.

Coleman, J. S. (1988). Social Capital in the Creation of Human Capital. American Journal of Sociology, 94, S95–S120.

Durkheim, É. (1951). Suicide: A Study in Sociology. Glencoe: Free Press.

Giddens, A. (1984). The Constitution of Society. Cambridge: Polity Press.

Hirschi, T. (1969). Causes of Delinquency. Berkeley: University of California Press.

Hurlock, E. B. (1991). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Erlangga.

Intannia, R., Dahlan, T. H., & Damaianti, L. F. (2020). Lingkungan keluarga, tekanan teman sebaya dan perilaku berisiko remaja di Kota Bandung. Jurnal Psikologi Sains dan Profesi, 4(2).

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.

Mely, M. S., & Abdurrakhman, A. (2022). Analisis terhadap perilaku kenakalan remaja ditinjau dari teori kontrol sosial Travis Hirschi. Jurnal Panorama Hukum, 7(1), 77–91.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis (3rd ed.). Thousand Oaks: SAGE.

Parsons, T. (1951). The Social System. The Free Press.

Putnam, R. D. (1993). Making Democracy Work: Civic Traditions in Modern Italy. Princeton: Princeton University Press.

Ritzer, G. (2011). Sociological Theory (8th ed.). McGraw-Hill.

Salsabila, S. S., Hidayati, D. A., & Mahmud, I. (2025). Pengaruh lingkungan sosial terhadap kenakalan remaja: Analisis deskriptif kuantitatif di Kelurahan Sumur Putri. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 15(2).

Sari, M., Jamiluddin, & Fauzan, A. (2022). Dampak lingkungan sosial terhadap kenakalan remaja: Studi kasus di Dusun Suka Damai II Desa Monta Baru Kecamatan Lambu Kabupaten Bima. TAMADDUN: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora, 1(1).

Sutherland, E. H. (1947). Principles of Criminology. Philadelphia: J. B. Lippincott.

Weber, M. (1978). Economy and Society. Berkeley: University of California Press.

Weber, M. (1993). The Sociology of Religion. Beacon Press.

Yin, R. (2014). Case Study Research: Design and Methods. Sage.

Downloads

Published

2026-09-23

How to Cite

Bandu, T., Frans, B., & Dengah, G. M. (2026). Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Kenakalan Remaja Masjid di Lingkungan Masyarakat Pateten Dua Kota Bitung. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 15490–15499. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2817