Penerapan Mapping Suhu pada Cool Room dan Ruang Penyimpanan Produk Prekursor di PBF Sapta Sari Tama

Authors

  • Fenny Khairunnisa Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Mutia Oktarina Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Yuniar Lutvila Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Hazrina Nisa Soraya Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Ely Zabeth Agustin Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Tilza Novia Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau
  • Frans Timanta Ginting Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2725

Keywords:

Temperature Mapping, Cool Room, Prekursor, Monitoring Suhu, Penyimpanan Obat

Abstract

Penyimpanan obat merupakan salah satu tahapan penting dalam rantai distribusi yang memerlukan pengendalian suhu untuk menjaga mutu, stabilitas, dan keamanan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan temperature mapping dalam mengidentifikasi distribusi suhu, menentukan titik suhu kritis, serta menetapkan lokasi monitoring suhu pada cool room dan ruang penyimpanan produk prekursor di PBF Sapta Sari Tama. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasional melalui pengamatan proses temperature mapping, penempatan thermologger pada beberapa titik representatif, pencatatan hasil pengukuran, serta analisis distribusi suhu pada setiap titik. Hasil mapping pada cool room menunjukkan rentang suhu 20,4-24,5°C sehingga memenuhi persyaratan penyimpanan dengan suhu kurang dari 25°C. Titik T5 yang merupakan lokasi terjauh dari AC ditetapkan sebagai titik kritis karena memiliki suhu rata-rata 23,3°C dan suhu tertinggi 24,5°C. Pada ruang penyimpanan produk prekursor, hasil mapping menunjukkan rentang suhu 23,8-27,7°C dan memenuhi persyaratan penyimpanan dengan suhu kurang dari 30°C. Titik T4 yang merupakan lokasi terjauh dari AC ditetapkan sebagai titik kritis dengan suhu rata-rata 25,2°C dan suhu tertinggi 27,6°C. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemetaan suhu dapat menggambarkan kondisi penyimpanan secara menyeluruh dan menjadi dasar dalam menentukan lokasi monitoring suhu harian. Pengendalian suhu perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui monitoring, pencatatan, kalibrasi, dokumentasi, evaluasi penyimpangan, dan tindak lanjut sesuai prosedur untuk menjamin kondisi penyimpanan tetap terkendali

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pelaporan Kegiatan Industri Farmasi dan Pedagang Besar Farmasi. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pelaporan Kegiatan Industri Farmasi dan Pedagang Besar Farmasi. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 14 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pelaporan Kegiatan Industri Farmasi dan Pedagang Besar Farmasi. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 1 Tahun 2024 tentang Persyaratan dan Tata Cara Permohonan Analisis Hasil Pengawasan dalam rangka Impor dan Ekspor Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 9 Tahun 2024 tentang Pedoman Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Obat, Bahan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2025). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 20 Tahun 2025 tentang Standar Cara Distribusi Obat yang Baik. Jakarta: BPOM RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2023 tentang Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Standar Produk/Jasa pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Subsektor Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

National Health Service Specialist Pharmacy Service. (2022). Mapping the Temperature of Medicines Storage Areas. London: NHS Specialist Pharmacy Service. Sumber ini membahas pelaksanaan temperature mapping menggunakan data logger terkalibrasi, identifikasi risiko, serta penentuan lokasi sensor monitoring permanen.

United States Pharmacopeia. (2023). General Chapter 〈1079.4〉 Temperature Mapping for the Qualification of Storage Areas. USP–NF. Rockville, MD: United States Pharmacopeia.

World Health Organization. (2015). Technical supplements to Model guidance for the storage and transport of time- and temperature-sensitive pharmaceutical products. WHO Technical Report Series No. 992, Annex 5. Geneva: World Health Organization

World Health Organization. (2015). Temperature mapping of storage areas. Technical Supplement to WHO Technical Report Series No. 961, Annex 9, Supplement 8. Geneva: WHO.

World Health Organization. (2015). Temperature mapping of storage areas. Technical Supplement to WHO Technical Report Series No. 961, Annex 9, Supplement 8. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2021). WHO Expert Committee on Specifications for Pharmaceutical Preparations: Fifty-fifth report. WHO Technical Report Series No. 1033. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2022). How to temperature map cold chain equipment and storage areas (2nd ed.). Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2022). How to temperature map cold chain equipment and storage areas (Second edition). Geneva: WHO.

World Health Organization. (2022). WHO Expert Committee on Specifications for Pharmaceutical Preparations: Fifty-sixth report. WHO Technical Report Series No. 1044. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2022). WHO Expert Committee on Specifications for Pharmaceutical Preparations: Fifty-Sixth Report. WHO Technical Report Series No. 1044. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2026). Cold chain equipment and dry store temperature mapping tool. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2026). Cold Chain Equipment and Dry Store Temperature Mapping Tool. Geneva: World Health Organization. Sumber ini secara khusus menjelaskan pemetaan suhu pada ruang penyimpanan tiga dimensi, termasuk cold room, freezer room, dry storage area, refrigerator, dan freezer.

Downloads

Published

2026-09-15

How to Cite

Khairunnisa, F., Oktarina, M., Lutvila, Y., Soraya, H. N., Agustin, E. Z., Novia, T., & Ginting, F. T. (2026). Penerapan Mapping Suhu pada Cool Room dan Ruang Penyimpanan Produk Prekursor di PBF Sapta Sari Tama. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 14720–14733. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2725