Perbedaan Status Kesehatan Berdasarkan Kepatuhan Mengikuti Kegiatan Prolanis Pada Peserta BPJS Hipertensi di Puskesmas Pilohayanga
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2695Keywords:
BPJS Kesehatan, Hipertensi, Kepatuhan, Prolanis, Status KesehatanAbstract
Status kesehatan merupakan indikator penting dalam menilai kondisi fisik penderita penyakit kronis. Kepatuhan peserta mengikuti kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) diduga memengaruhi kestabilan kondisi tubuh penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan status kesehatan berdasarkan kepatuhan mengikuti kegiatan Prolanis pada peserta BPJS hipertensi di Puskesmas Pilohayanga. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Informan berjumlah sepuluh orang yang dipilih melalui purposive sampling, terdiri dari Kepala Puskesmas, penanggung jawab Prolanis, perawat pelaksana, dokter, serta enam pasien hipertensi yang terbagi menjadi tiga peserta patuh dan tiga peserta kurang patuh. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan status kesehatan yang nyata antara kedua kelompok. Peserta patuh memiliki tekanan darah terkontrol pada kisaran 130/80–135/85 mmHg, keluhan pusing berkurang, dan mampu beraktivitas harian dengan baik. Sebaliknya, peserta kurang patuh memiliki tekanan darah tinggi dan tidak stabil pada kisaran 150/90–165/95 mmHg, sering mengalami pusing berputar dan badan lemas akibat jarak rumah yang jauh, usia lanjut, serta keterbatasan komunikasi. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan mengikuti kegiatan Prolanis memengaruhi status kesehatan peserta hipertensi. Oleh karena itu, puskesmas diharapkan mengoptimalkan pengingat jadwal dan kunjungan rumah bagi lansia, sementara keluarga diharapkan membantu mengantar peserta agar rutin mengikuti kontrol bulanan.
Downloads
References
BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan. (2024). Peraturan Bpjs Kesehatan Nomor 3 Tahun 2024. Bpjs Kesehatan.
Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Gorontalo Tahun 2023. Gorontalo: Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.
Herawati , I. (2025). Hubungan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Terhadap Status Kesehatan Penderita Hipertensi Di Klinik Amc Jakarta Utara . Malahayati Health Student Journal.
Kalu, M. P., Ilham, R., & Sudirman, A. N. (2023). Tugas Perawatan Keluarga Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (Jurrike).
Kementerian Kesehatan RI
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Bahaya Hipertensi, Upaya Pencegahan Dan Pengendalian Hipertensi. Retrieved From Https://Kemkes.Go.Id/Id/Bahaya-Hipertensi-Upaya-Pencegahan-Dan-Pengendalian-Hipertensi
Puspitasari, N., Yonata, A., & Islami, S. (2026). Faktor Risiko Dan Komplikasi Hipertensi Tidak Terkontrol Di Indonesia:Literature Review. Medula .
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wedyarti, L., Setiaji, B., & Masra, F. (2021). Analisis Pelaksanaan Program Prolanis Di Puskesmas Rawat Inap Biha Kabupaten Pesisir Barat. Jurnal Ilmu Kesehatan.
WHO
WHO. (2023). World Health Statistics 2023: Monitoring Health For The Sdgs. Geneva: World Health Organization.
World Health Organization. (2023). Hypertension Fact Sheet. Retrieved From Https://Who.Int
World Health Organization. (2025). Noncommunicable Diseases. Geneva: World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















