Tantangan Tafsir Ajaran Gereja Katolik mengenai Penciptaan di Hadapan Teori Evolusi Darwin dan Neo-Darwinian

Authors

  • Alfonsus Andi Kurniawan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
  • Camellus Delelis Da Cunha Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
  • Yuddha Adrian Vitra Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2667

Keywords:

Darwin, Neo-Darwinian, Seleksi Alam, Gereja Katolik, Sikap Kritis

Abstract

Sains dan agama kerap digambarkan sebagai dua ranah yang saling berlawanan. Salah satu contoh ketegangan tersebut menyangkut asal-usul keragaman spesies di bumi, atau yang disebut ‘pertanyaan spesies’. Charles Darwin mengemukakan bahwa jawaban atas pertanyaan ini terletak pada kemampuan spesies yang berasal dari nenek moyang yang sama untuk bertahan hidup dari seleksi alam sehingga berevolusi. Teori ini kemudian dikembangkan oleh para saintis abad ke-20 dengan mengombinasikannya dengan teori pewarisan genetik Gregor Mendel; mereka dikenal sebagai kaum Neo-Darwinian. Kemunculan kedua teori tersebut menjadi tantangan bagi Gereja Katolik dalam menafsirkan ajaran mengenai penciptaan. Artikel ini berargumen bahwa tantangan tersebut dapat dijawab melalui sikap kritis, keterbukaan pada dialog antara sains dan agama, serta kesadaran bahwa masing-masing disiplin memiliki ranah pembahasannya sendiri. Dengan metode studi pustaka yang bersifat deskriptif-kualitatif, artikel ini menelusuri akar intelektual teori Darwin, reaksi historis Gereja, serta jalan dialog yang ditawarkan oleh Magisterium melalui Leo XIII dan Yohanes Paulus II. Pendekatan ini menunjukkan bahwa evolusi biologis tidak secara otomatis menafikan keberadaan Allah sebagai Pencipta Agung (Creator). Sebaliknya, sains menjelaskan mekanisme fisik evolusi, sedangkan iman Katolik memberikan pemaknaan teologis atas tujuan serta keberadaan hidup manusia. Integrasi reflektif ini membuktikan bahwa gagasan evolusi dan doktrin penciptaan tidak harus bersifat saling meniadakan, melainkan dapat saling memperkaya pemahaman manusia mengenai keteraturan alam semesta.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustini & dkk. (2023). Metode penelitian kualitatif: Teori dan panduan praktis analisis data kualitatif. PT Mifandi Mandiri Digital.

Barnes, J. (2024). Interpreting Humani Generis: The evolution controversy in the Melbourne Catholic Press, 1960–61. Journal of Religious History, 48(2). https://doi.org/10.1111/1467-9809.13060

Deak, V., Mengga, M. J., & Yanti. (2025). Sains dan iman: Harmoni atau konflik? Sebuah analisa apologetika Kristen. Jurnal Teologi Praktika, 6(2), 83–95.

Dixon, T. (2008). Science and religion: A very short introduction. Oxford University Press.

Francis, K. A. (2007). Charles Darwin and the Origin of Species. Greenwood Press.

Harahap, N. (2014). Penelitian pustaka. Jurnal Iqra’, 8(1), 68–73. https://doi.org/10.30829/iqra.v8i1.65

Haught, J. F. (2003). Theology of evolution. In Encyclopedia of science and religion (pp. 301–306). Macmillan Reference.

Hess, P. M. J., & Allen, P. L. (2008). Catholicism and science. Greenwood Press.

Hia, V. N. K. (2023). Pandangan iman Kristen dalam menghadapi teori evolusi Darwin. Penabiblos, 14(2), 187–195.

Karmana, I. W. (2023). Analisis teori Darwin ditinjau dari konsep waktu. Biocaster: Jurnal Kajian Biologi, 3(4), 226–231.

Leo XIII. (1893). Providentissimus Deus: Encyclical of Pope Leo XIII on the study of Holy Scripture. Holy See.

Pellegrino, E. D. (1997). Theology and evolution in dialogue. The Quarterly Review of Biology, 72(4), 385–389.

Pius IX. (1864). The syllabus of errors. Holy See. http://www.papalencyclicals.net/Pius09/p9syll.htm

Pius XII. (1950). Humani Generis: Encyclical letter concerning some false opinions threatening to undermine the foundations of Catholic doctrine. Holy See.

Stevanus, K. (2021). Relasi akal budi dan iman dalam apologetika dan pewartaan Injil. Dunamis: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 6(1), 87–105.

Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan (Cet. 3). OBOR.

Downloads

Published

2026-09-09

How to Cite

Kurniawan, A. A., Cunha, C. D. D., & Vitra, Y. A. (2026). Tantangan Tafsir Ajaran Gereja Katolik mengenai Penciptaan di Hadapan Teori Evolusi Darwin dan Neo-Darwinian. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 14064–14074. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2667