Tantangan Tafsir Ajaran Gereja Katolik mengenai Penciptaan di Hadapan Teori Evolusi Darwin dan Neo-Darwinian
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2667Keywords:
Darwin, Neo-Darwinian, Seleksi Alam, Gereja Katolik, Sikap KritisAbstract
Sains dan agama kerap digambarkan sebagai dua ranah yang saling berlawanan. Salah satu contoh ketegangan tersebut menyangkut asal-usul keragaman spesies di bumi, atau yang disebut ‘pertanyaan spesies’. Charles Darwin mengemukakan bahwa jawaban atas pertanyaan ini terletak pada kemampuan spesies yang berasal dari nenek moyang yang sama untuk bertahan hidup dari seleksi alam sehingga berevolusi. Teori ini kemudian dikembangkan oleh para saintis abad ke-20 dengan mengombinasikannya dengan teori pewarisan genetik Gregor Mendel; mereka dikenal sebagai kaum Neo-Darwinian. Kemunculan kedua teori tersebut menjadi tantangan bagi Gereja Katolik dalam menafsirkan ajaran mengenai penciptaan. Artikel ini berargumen bahwa tantangan tersebut dapat dijawab melalui sikap kritis, keterbukaan pada dialog antara sains dan agama, serta kesadaran bahwa masing-masing disiplin memiliki ranah pembahasannya sendiri. Dengan metode studi pustaka yang bersifat deskriptif-kualitatif, artikel ini menelusuri akar intelektual teori Darwin, reaksi historis Gereja, serta jalan dialog yang ditawarkan oleh Magisterium melalui Leo XIII dan Yohanes Paulus II. Pendekatan ini menunjukkan bahwa evolusi biologis tidak secara otomatis menafikan keberadaan Allah sebagai Pencipta Agung (Creator). Sebaliknya, sains menjelaskan mekanisme fisik evolusi, sedangkan iman Katolik memberikan pemaknaan teologis atas tujuan serta keberadaan hidup manusia. Integrasi reflektif ini membuktikan bahwa gagasan evolusi dan doktrin penciptaan tidak harus bersifat saling meniadakan, melainkan dapat saling memperkaya pemahaman manusia mengenai keteraturan alam semesta.
Downloads
References
Agustini & dkk. (2023). Metode penelitian kualitatif: Teori dan panduan praktis analisis data kualitatif. PT Mifandi Mandiri Digital.
Barnes, J. (2024). Interpreting Humani Generis: The evolution controversy in the Melbourne Catholic Press, 1960–61. Journal of Religious History, 48(2). https://doi.org/10.1111/1467-9809.13060
Deak, V., Mengga, M. J., & Yanti. (2025). Sains dan iman: Harmoni atau konflik? Sebuah analisa apologetika Kristen. Jurnal Teologi Praktika, 6(2), 83–95.
Dixon, T. (2008). Science and religion: A very short introduction. Oxford University Press.
Francis, K. A. (2007). Charles Darwin and the Origin of Species. Greenwood Press.
Harahap, N. (2014). Penelitian pustaka. Jurnal Iqra’, 8(1), 68–73. https://doi.org/10.30829/iqra.v8i1.65
Haught, J. F. (2003). Theology of evolution. In Encyclopedia of science and religion (pp. 301–306). Macmillan Reference.
Hess, P. M. J., & Allen, P. L. (2008). Catholicism and science. Greenwood Press.
Hia, V. N. K. (2023). Pandangan iman Kristen dalam menghadapi teori evolusi Darwin. Penabiblos, 14(2), 187–195.
Karmana, I. W. (2023). Analisis teori Darwin ditinjau dari konsep waktu. Biocaster: Jurnal Kajian Biologi, 3(4), 226–231.
Leo XIII. (1893). Providentissimus Deus: Encyclical of Pope Leo XIII on the study of Holy Scripture. Holy See.
Pellegrino, E. D. (1997). Theology and evolution in dialogue. The Quarterly Review of Biology, 72(4), 385–389.
Pius IX. (1864). The syllabus of errors. Holy See. http://www.papalencyclicals.net/Pius09/p9syll.htm
Pius XII. (1950). Humani Generis: Encyclical letter concerning some false opinions threatening to undermine the foundations of Catholic doctrine. Holy See.
Stevanus, K. (2021). Relasi akal budi dan iman dalam apologetika dan pewartaan Injil. Dunamis: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 6(1), 87–105.
Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan (Cet. 3). OBOR.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















