Eklesiologi sebagai Ontologi Sosial: Kontribusi Pemikiran Radical Orthodoxy John Milbank di Era Postmodern
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2639Keywords:
Radikal Ortdoksi, John Milbank, Eklesiologi, Ontologi Sosial, PostmodernAbstract
Gereja senantiasa mengedepankan prinsip Ecclesia semper reformanda karena keberadaannya yang tak terpisahkan dari dinamika dunia. Pewartaan Gereja menuntut keterbukaan terhadap berbagai situasi yang dihadapi manusia. Di era postmodern, situasi manusia mengalami perubahan signifikan, baik dalam pola hidup, cara berpikir, maupun model iman yang dikembangkan. Di tengah perubahan tersebut, Gereja menghadapi tantangan berupa sekularisme dan rasionalitas modern yang meminggirkan peran transenden di ruang publik. Menanggapi hal ini, John Milbank melalui gagasan Radical Orthodoxy menawarkan posisi Gereja sebagai ontologi sosial, yakni Gereja yang menjadi kesinambungan Tubuh Kristus sekaligus alternatif politik di tengah kehidupan manusia. Dalam kapasitas ini, Gereja mempraktikkan ontologi damai yang melawan metafisika kekerasan yang dikembangkan oleh negara sekuler. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan hermeneutis-kritis untuk menganalisis gagasan Radical Orthodoxy John Milbank serta peran eklesiologinya dalam merespons sekularisme dan rasionalisme di era postmodern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eklesiologi Milbank tidak hanya mengkritik sekularisme, tetapi juga mereposisi Gereja sebagai "ontologi sosial" partisipatoris dan ruang publik alternatif yang menawarkan tatanan sosial berbasis pada damai ilahi, bukan kontrak rasional.
Downloads
References
Amir Hamzah. (2020). Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research). Literasi Nusantara.
Beatriz Valverde. (2025). A Hermeneutical Reading of a Secularized World: The Second Vatican Council and its Influence on Graham Greene’s Catholic Imagination. International Journal of English Studies, 25(1), 135–154. https://doi.org/10.6018/ijes.625891
Damian Barnat. (2024). Modernity and Religion: Beyond the Philosophical Narratives of Secularisation and Back. Roczniki filozoficzne. Annales de, 72(4), 267–290. https://doi.org/https://doi.org/10.18290/rf24724.13
Grumett, D. (2011). Radical Orthodoxy. The Expository Times, 122(6), 261–270. https://doi.org/10.1177/0014524610394523
Hasna Wijayati & Indriyana R. (2021). Postmodernisme; Sebuah Pemikiran Filsuf Abad 20. Anak Hebat Indonesia.
John Milbank. (2006). Theology and Social Theory (Second Edition). BLACKWELL PUBLISHING.
John Milbank, Catherine Pickstock, Graham Ward. (1998). Radical Orthodoxy: A New Theology. (Original work published Routledge)
Jonar T.H. Situmorang. (2016). Ekklesiologi. ANDI.
Lumbanbatu, K. A. R. (2023). Apakah Milbank Keliru?: Tinjauan atas Polemik John Milbank dan Teolog Scotist Kontemporer Perihal Doktrin Univocity. Studia Philosophica et Theologica, 23(2), 292–307. https://doi.org/10.35312/spet.v23i2.537
Meitha Sartika & Hizkia Anugrah Gunawan (Ed.). (2018). Ecclesia in Transitu (Gereja di Tengah Perubahan Zaman). BPK Gunung Mulia.
Milbank, J. (2003). Being Reconciled: Ontology and Pardon (0 ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203328682
Mulyo Kadarmanto. (2018). Ecclessia Reformata Semper Reformanda: Refleksi Bagi Pembaharuan Gereja Injili. Manna Rafflesia, 5(1), 1–16.
Northwestern University. (2026). John Milbank [Curiculum Vitae]. Northwestern University. https://rprt.northwestern.edu/documents/milbank-cv.pdf
Paipi, A. (2024). MISI KRISTEN DI ERA POSTMODERN: TANTANGAN RELATIVISME DAN RESPON TEOLOGIS TERHADAP PEMBERITAAN INJIL. 2(10), 1462–1472.
Radix, Orthox and doxa. (t.t.). Legion. Diambil 6 April 2026, dari https://logeion.uchicago.edu/radix
Rd. Datoek A. Pachoer. (2016). SEKULARISASI DAN SEKULARISME AGAMA. Religious: Jurnal Agama dan Lintas Budaya, 1(1), 91–102. https://doi.org/https://doi.org/10.15575/rjsalb.v1i1.1372
Simanjuntak, F., Belay, Y., & Prihanto, J. (2022). Tantangan Postmodernisme bagi Wacana Teologi Kristen Kontemporer. KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi, 8(1), 76–98. https://doi.org/10.37196/kenosis.v8i1.348
Situmeang, F. H., & Remi Katu, J. H. (2026). Gereja dengan Dinding Baru: Sebuah Tawaran Identitas Eklesiologi Relasional Berdasarkan Pemikiran Robert J. Banks dan Wayne A. Meeks. DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 11(1), 211–226. https://doi.org/10.30648/dun.v11i1.2108
Sunarko, A. S. (2020). Implementasi Cara Hidup Jemaat Mula-mula dalam Kisah Para Rasul 2: 41-47 bagi Pertumbuhan Gereja Masa Kini. 2(2), 127–140. https://doi.org/https://doi.org/10.47167/kharis.v2i2.33
Vorster, N. (2013). A Critical Assessment of John Milbank’s Christology. Acta Theologica, 32(2), 277–298. https://doi.org/10.4314/actat.v32i2.16
Widiutomo, N. D. N., & Silalahi, F. H. M. (2024). Kontekstualisasi Injil dalam Era Postmodern melalui Gereja Digital. 1(4), 169–189. https://doi.org/https://doi.org/10.61402/crj.v1i4.207
Yosep Belay, Ferry Simanjuntak, Solihin Bin Nidin, & Susan Setiawan. (2023). Wacana Postmodernisme: Analisis Dialektik terhadap Budaya, Filsafat, dan Manifestasinya pada Teologi Kontemporer. Manna Rafflesia, 9(2), 292–312. https://doi.org/https://doi.org/10.38091/man_raf.v9i2.296
Zaluchu, S. E. (2019). Eksegesis Kisah Para Rasul 2:42-47 untuk Merumuskan Ciri Kehidupan Rohani Jemaat Mula-mula di Yerusalem. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani, 2(2), 72–82. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v2i2.37
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















