Hubungan Dukungan Sosial dan Regulasi Emosi terhadap Self-Injury pada siswa SMK Negeri X Kota Badung

Authors

  • Santi Bela Safitri Universitas Indonesia Membangun Bandung
  • Pratidina Ekanesia Universitas Indonesia Membangun Bandung
  • Rifqi Farisan Akbar Universitas Indonesia Membangun Bandung

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2124

Keywords:

dukumgan sosial, regulasi emosi, self injury, remaja, siswa smk

Abstract

Perilaku self-injury pada remaja merupakan salah satu permasalahan kesehatan mental yang semakin meningkat dan dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan psikologis individu. Perilaku ini umumnya dilakukan sebagai strategi koping maladaptif untuk mengurangi tekanan emosional tanpa adanya niat bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan sosial dan regulasi emosi terhadap perilaku self-injury pada siswa SMK Negeri X Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 93 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur variabel dukungan sosial, regulasi emosi, dan self-injury. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dan regulasi emosi memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku self-injury. Semakin tinggi dukungan sosial dan semakin baik regulasi emosi yang dimiliki siswa, maka semakin rendah kecenderungan melakukan self-injury. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran keluarga, teman sebaya, dan sekolah dalam memberikan dukungan sosial serta membantu siswa mengembangkan kemampuan regulasi emosi sebagai upaya pencegahan perilaku self-injury.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbar, R. F. (2022). Hubungan regulasi emosi dengan perilaku self-injury pada remaja.

Bernadus, B., Maarif, M. S., Djohar, S., & Suroso, A. I. (2021). Demographic analysis of the retail business hypermarket in Indonesia. Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen, 7(3), 580–590.

Daros, A. R., Williams, G. E., & Schmahl, C. (2021). Emotion regulation and non-suicidal self-injury: A systematic review.

Ekanesia, P., Akbar, R. F., & Sastri, P. D. (2024). Profil perceived social support dan hubungannya dengan kesehatan mental remaja di Kota Makassar.

Feeney, B. C., & Collins, N. L. (2015). A new look at social support: A theoretical perspective on thriving through relationships. Personality and Social Psychology Review, 19(2), 113–147.

Fikri, A. (2022). Pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan pada coffee shop di Kota Bandung.

Gillies, D., Christou, M. A., Dixon, A. C., Featherston, O., Rapti, I., Garcia-Anguita, A., Christou, E., & lainnya. (2018). Prevalence and characteristics of self-harm in adolescents.

Gross, J. J. (1998). The emerging field of emotion regulation: An integrative review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299.

Gross, J. J. (2007). Handbook of Emotion Regulation. Guilford Press.

Gross, J. J., & John, O. P. (2003). Individual differences in two emotion regulation processes: Implications for affect, relationships, and well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 85(2), 348–362.

Hafnidar, H., et al. (2024). Faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mental siswa sekolah menengah kejuruan.

Li, X., et al. (2023). Social support and non-suicidal self-injury among adolescents.

Lim, K. S., et al. (2022). Global prevalence of non-suicidal self-injury in adolescents.

Liu, R. T., et al. (2023). Trends and correlates of adolescent self-injury.

Meltareza, R., & Poedjadi, A. (2024). Komunikasi lintas budaya dalam membangun hubungan sosial.

Nock, M. K. (2009). Why do people hurt themselves? New insights into the nature and functions of self-injury. Current Directions in Psychological Science, 18(2), 78–83.

Nuradina, K., & Fikri, A. (2024). Motivasi prososial dan hubungannya dengan penyesuaian psikologis individu.

Ramdan, A. T. M. (2022). Peran komunikasi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

Santrock, J. W. (2018). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.

Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2014). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions (8th ed.). John Wiley & Sons.

Sastri, P. D., Ekanesia, P., Akbar, R. F., & Syadzwina, S. (2023). Effectiveness of MBCT therapy in improving psychological well-being in NSSI (Non-Suicidal Self-Injury) survivors.

Widyastuti Nurmalia Utami, & Juanda. (2022). The effect of price discount and electronic word of mouth on impulse buying at Marketplace Shopee.

Wiryany, D., & Ekanesia, P. (2020). Psikoedukasi mengenai dampak bullying dan cara meningkatkan self-esteem pada remaja. Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia, 3(1), 300–307.

Downloads

Published

2026-08-01

How to Cite

Safitri, S. B., Ekanesia, P., & Akbar, R. F. (2026). Hubungan Dukungan Sosial dan Regulasi Emosi terhadap Self-Injury pada siswa SMK Negeri X Kota Badung. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 5470–5480. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2124