Efektivitas Sumur Resapan Dalam Mengurangi Genangan Air Dan Meningkatkan Cadangan Air Tanah Di Kawasan Perumahan Beriklim SEMI-ARID Studi Kasus Perumahan Griya BSB Kota Kupang

Authors

  • Hikmah Hikmah Universitas Nusa Cendana
  • Marwin Deki Lopo Universitas Nusa Cendana, Kupang
  • Milson M. Selan Universitas Nusa Cendana, Kupang
  • Roly Edyan Universitas Nusa Cendana, Kupang

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2075

Keywords:

groundwater reserve, infiltration well, semi-arid climate, urban inundation, water conservation

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting Perumahan Griya BSB Kota Kupang, mengevaluasi efektivitas sumur resapan dalam mengurangi genangan air dan meningkatkan cadangan air tanah, serta mengidentifikasi faktor penghambat optimalisasi fungsi resapan pada kawasan perumahan beriklim semi-arid. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain studi kasus. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, pengukuran dimensi bangunan resapan, pengamatan genangan, wawancara, dokumentasi, serta pemetaan titik resapan. Data sekunder meliputi data curah hujan, informasi tata guna lahan, kondisi drainase, dan standar teknis sumur resapan. Analisis dilakukan melalui pemetaan berbasis SIG, analisis hidrologi, perhitungan volume limpasan, koefisien limpasan, kapasitas tampungan, laju infiltrasi, dan perbandingan kondisi sebelum-sesudah penerapan resapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan seluas ±2 ha dengan 73 unit rumah berada pada dataran rendah dan dikelilingi permukiman berelevasi lebih tinggi sehingga berfungsi sebagai area akumulasi limpasan. Terdapat 17 unit bangunan resapan dengan total volume tampung sekitar 90 m³. Keberadaan sumur resapan menurunkan koefisien limpasan dari 1,00 menjadi 0,38, menurunkan volume limpasan dari 1.612,40 m³/tahun menjadi 612,40 m³/tahun, serta menurunkan tinggi genangan rata-rata dari 8,06 cm menjadi 5,30 cm. Pada kondisi optimum, penurunan genangan mencapai 62%. Cadangan air tanah meningkat dari 627,80 m³ menjadi 1.240,20 m³ atau bertambah 612,40 m³ (97,60%). Namun, efektivitas sistem masih bersifat parsial karena dipengaruhi sedimentasi, penyumbatan drainase, keterbatasan dimensi dan sebaran resapan, dominasi permukaan kedap air, karakteristik tanah berkapur, serta lemahnya pemeliharaan. Temuan ini menegaskan bahwa sumur resapan berperan penting sebagai infrastruktur konservasi air pada permukiman semi-arid, tetapi harus didukung desain adaptif, prasarana pra-perlakuan sedimen, pemeliharaan berkala, dan tata kelola lingkungan berbasis partisipasi warga.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Geosciences Institute. (2017). Dry wells for stormwater management. https://www. americangeosciences.org/static/files/profession/geosciencecurrents/CI_Factsheet_2017_4_drywellbasics_170906.pdf

Asdak, C. (2010). Hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai (Edisi revisi). Gadjah Mada University Press.

Badan Pusat Statistik Kota Kupang. (n.d.). Jumlah curah hujan dan hari hujan menurut bulan di Kota Kupang, 2020–2023. https://kupangkota.bps.go.id/id/statistics-table/1/MTczIzE%3D/jumlah-curah-hujan-dan-hari-hujan-menurut-bulan-di-kota-kupang--2020-2023.html

Badan Standardisasi Nasional. (2002). SNI 03-2453-2002: Tata cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan. Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2017). SNI 8456:2017: Sumur dan parit resapan air hujan. Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2025). SNI 8456:2025: Sumur dan parit resapan air hujan. Badan Standardisasi Nasional.

Bonneau, J., Fletcher, T. D., Costelloe, J. F., & Burns, M. J. (2017). Stormwater infiltration and the “urban karst”: A review. Journal of Hydrology, 552, 141–150. https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2017.06.043

Bouwer, H. (2002). Artificial recharge of groundwater: Hydrogeology and engineering. Hydrogeology Journal, 10(1), 121–142. https://doi.org/10.1007/s10040-001-0182-4

Burns, M. J., Fletcher, T. D., Walsh, C. J., Ladson, A. R., & Hatt, B. E. (2012). Hydrologic shortcomings of conventional urban stormwater management and opportunities for reform. Landscape and Urban Planning, 105(3), 230–240. https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2011.12.012

Chow, V. T., Maidment, D. R., & Mays, L. W. (1988). Applied hydrology. McGraw-Hill.

CIRIA. (2015). The SuDS manual (C753). Construction Industry Research and Information Association.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Duppa, H. (2017). Sumur resapan untuk mengurangi genangan air dan banjir. Jurnal Scientific Pinisi, 3(1), 48–54. https://doi.org/10.26858/ijfs.v3i1.4380

Edwards, E. C., Harter, T., Fogg, G. E., Washburn, B., & Hamad, H. (2016). Assessing the effectiveness of drywells as tools for stormwater management and aquifer recharge and their groundwater contamination potential. Journal of Hydrology, 539, 539–553. https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2016.05.059

Fetter, C. W. (2018). Applied hydrogeology (4th ed.). Waveland Press.

Freeze, R. A., & Cherry, J. A. (1979). Groundwater. Prentice Hall.

Hamel, P., Daly, E., & Fletcher, T. D. (2013). Source-control stormwater management for mitigating the impacts of urbanisation on baseflow: A review. Journal of Hydrology, 485, 201–211. https://doi.org/ 10.1016/j.jhydrol.2013.01.001

Kementerian Pekerjaan Umum. (2014). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang penyelenggaraan sistem drainase perkotaan. https://peraturan.bpk.go.id/Details/128245/permen-pupr-no-12prtm2014-tahun-2014

Kodoatie, R. J., & Sjarief, R. (2014). Pengelolaan sumber daya air terpadu. Andi.

Krisnayanti, D. S., Pasoa, M. S., & Cornelis, R. (2023). Analisis kekeringan meteorologi dengan menggunakan metode Standardized Precipitation Index di Kupang – Nusa Tenggara Timur. Jurnal Sumber Daya Air, 19(1), 1–12. https://doi.org/10.32679/jsda.v19i1.793

Sasidharan, S., Bradford, S. A., Šimůnek, J., DeJong, B., & Kraemer, S. R. (2018). Evaluating drywells for stormwater management and enhanced aquifer recharge. Advances in Water Resources, 116, 167–177. https://doi.org/10.1016/j.advwatres.2018.04.003

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suripin. (2004). Sistem drainase perkotaan yang berkelanjutan. Andi.

Triatmodjo, B. (2008). Hidrologi terapan. Beta Offset.

United States Environmental Protection Agency. (2026, January 20). Stormwater drainage wells. https://www.epa.gov/uic/stormwater-drainage-wells

Walsh, C. J., Fletcher, T. D., & Burns, M. J. (2012). Urban stormwater runoff: A new class of environmental flow problem. PLOS ONE, 7(9), e45814. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0045814

Walsh, C. J., Booth, D. B., Burns, M. J., Fletcher, T. D., Hale, R. L., Hoang, L. N., Livingston, G., Rippy, M. A., Roy, A. H., Scoggins, M., & Wallace, A. (2016). Principles for urban stormwater management to protect stream ecosystems. Freshwater Science, 35(1), 398–411. https://doi.org/10.1086/685284

Downloads

Published

2026-08-13

How to Cite

Hikmah, H., Lopo, M. D., Selan, M. M., & Edyan, R. (2026). Efektivitas Sumur Resapan Dalam Mengurangi Genangan Air Dan Meningkatkan Cadangan Air Tanah Di Kawasan Perumahan Beriklim SEMI-ARID Studi Kasus Perumahan Griya BSB Kota Kupang. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 8128–8138. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2075