Hubungan Antara Trauma Dengan Sikap Posesif Dalam Berpacaran Pada Dewasa Awal Yang Memiliki Keluarga Broken Home
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2066Keywords:
Trauma, Broken Home, Sikap Posesif, Dewasa Awal, Hubungan Romantis, BerpacaranAbstract
Fenomena sikap posesif dalam hubungan berpacaran pada dewasa awal diduga berkaitan dengan pengalaman trauma yang dialami individu, khususnya akibat kondisi keluarga broken home. Trauma tersebut dapat memengaruhi rasa aman, kepercayaan, dan pola hubungan interpersonal sehingga berpotensi meningkatkan kecenderungan sikap posesif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara trauma dengan sikap posesif dalam berpacaran pada dewasa awal yang memiliki keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling terhadap 278 responden berusia 20–24 tahun yang berasal dari keluarga broken home dan pernah atau sedang menjalin hubungan berpacaran. Data dikumpulkan menggunakan skala trauma keluarga broken home dan skala sikap posesif, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank (Spearman's rho). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara trauma dengan sikap posesif dalam berpacaran, dengan nilai Spearman's rho sebesar 0,988 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat trauma yang dialami individu akibat keluarga broken home, semakin tinggi pula kecenderungan individu menunjukkan sikap posesif dalam hubungan berpacaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara trauma dengan sikap posesif dalam berpacaran pada dewasa awal yang memiliki keluarga broken home. Namun, karena penelitian ini menggunakan desain korelasional, hasil penelitian tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat.
Downloads
References
Alif, Q. A., dan Setiawan, K. 2025. Peran Keterbukaan dalam Mengurangi Perilaku Posesif pada Hubungan Romantis Mahasiswa. Karimah Tauhid, 4(1), 319–329. DOI: https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i1.17073
Arnett, J. J. 2000. Emerging Adulthood: A Theory of Development from the Late Teens Through the Twenties. American Psychologist, 55(5), 469–480. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.5.469 DOI: https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.5.469
Balqis, P., dan Selian, S. N. 2025. Pengalaman Remaja dari Keluarga Broken Home dalam Menghadapi Trauma Masa Kecil. Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi, 3(4), 222–231. https://doi.org/10.61132/observasi.v3i4.1895 DOI: https://doi.org/10.61132/observasi.v3i4.1895
Bowlby, J. 1982. Attachment and Loss (Vol. 1). New York: Basic Books.
Guerrero, L. K., Andersen, P. A., dan Afifi, W. A. 2011. The Communicative Responses to Jealousy Scale: Revision, Empirical Validation, and Associations with Relational Satisfaction. Communication Methods and Measures, 5(3), 223–249. https://doi.org/10.1080/19312458.2011.596993 DOI: https://doi.org/10.1080/19312458.2011.596993
Khoiriah, C. 2021. Gaya Kelekatan dan Emotional Abuse pada Dewasa Awal Berpacaran. Jurnal Psikologi Terapan, 4(1), 13–20. https://doi.org/10.29103/jpt.v4i1.9369 DOI: https://doi.org/10.29103/jpt.v4i1.9369
Murray, S. L., Pinkus, R. T., Holmes, J. G., Harris, B., Gomillion, S., Aloni, M., dan Leder, S. 2011. Signaling When (and When Not) to Be Cautious and Self-Protective: Impulsive and Reflective Trust in Close Relationships. Journal of Personality and Social Psychology, 101(3), 485–502. https://doi.org/10.1037/a0023233 DOI: https://doi.org/10.1037/a0023233
Paputungan, F. 2023. Developmental Characteristics of Early Adulthood. Journal of Education and Culture (JEaC), 3(1), 47–56.
Putri, A. F. 2018. Pentingnya Orang Dewasa Awal Menyelesaikan Tugas Perkembangannya. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 3(2), 35–40. https://doi.org/10.23916/08430011 DOI: https://doi.org/10.23916/08430011
Rahma, Z., dan Uyun, M. 2025. Sikap Posesif dan Kecerdasan Emosional dengan Pola Asuh Otoriter pada Mahasiswa dalam Membangun Relationship di UIN Raden Fatah Palembang. Guidena: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling, 15(2), 467–479.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Cara mudah menyusun skripsi, tesis, dan disertasi. Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Statistika untuk penelitian. Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















