Pertanggungjawaban Direksi Rumah Sakit atas Kebocoran Rekam Medis Elektronik dalam Hukum Korporasi
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2039Keywords:
pertanggungjawaban direksi, rumah sakit, rekam medis elektronik, hukum korporasi, pelindungan data, tata kelola perusahaanAbstract
Transformasi digital pelayanan kesehatan mendorong penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME), tetapi sekaligus meningkatkan risiko kebocoran data pasien dan menimbulkan persoalan mengenai pertanggungjawaban direksi rumah sakit. Penelitian ini menganalisis konstruksi tanggung jawab direksi terhadap kebocoran RME berdasarkan hukum korporasi Indonesia serta penerapan prinsip tata kelola perusahaan dalam pelindungan data kesehatan. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum primer dan sekunder dianalisis secara kualitatif melalui penafsiran gramatikal, sistematis, dan teleologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewajiban direksi tidak berhenti pada pengelolaan operasional rumah sakit, tetapi mencakup pembangunan kebijakan keamanan informasi, pengendalian internal, audit, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap regulasi pelindungan data. Penilaian tanggung jawab direksi bertumpu pada fiduciary duty, duty of care, Business Judgment Rule, dan Good Corporate Governance. Kebocoran data dapat melahirkan tanggung jawab pribadi apabila terjadi kelalaian dalam pengurusan perseroan, sedangkan keputusan yang diambil dengan itikad baik, informasi memadai, dan kehati-hatian dapat memperoleh perlindungan Business Judgment Rule. Harmonisasi hukum korporasi, kesehatan, dan pelindungan data diperlukan untuk memperkuat kepastian hukum dan akuntabilitas rumah sakit.
Downloads
References
[1] Republik Indonesia, “Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas,” Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 106, 2007. https://peraturan.bpk.go.id/
[2] Republik Indonesia, “Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi,” Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 196, 2022. https://peraturan.bpk.go.id/
[3] Republik Indonesia, “Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan,” Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 105, 2023. https://peraturan.bpk.go.id/
[4] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis,” Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 829, 2022. https://peraturan.bpk.go.id/
[5] A. A. Izza and S. Lailiyah, “Literature Review: Overview of the Implementation of Electronic Medical Records in Indonesian Hospitals Based on Minister of Health Regulation Number 24 of 2022 concerning Medical Records,” Media Gizi Kesmas, vol. 13, no. 1, pp. 549–562, 2024. https://doi.org/10.20473/mgk.v13i1.2024.549-562
[6] A. Y. Lestari, M. Misran, T. Raharjo, M. Annas, D. Riskanita, and A. P. Prabandari, “Improving Healthcare Patient Data Security: An Integrated Framework Model for Electronic Health Records from a Legal Perspective,” Law Reform, vol. 20, no. 2, pp. 329–352, 2024. https://doi.org/10.14710/lr.v20i2.56986
[7] C. Rahmatiqa, W. Werman, M. Arrazy, and N. Abdillah, “Security and Confidentiality of Medical Record Data in Hospitals in the Use of Electronic Medical Records: Literature Review,” Journal of Medical Record and Information Technology, vol. 1, no. 1, pp. 11–18, 2023. https://jurnal.syedzasaintika.ac.id/index.php/jomrit/article/view/2220
[8] I. Keshta and A. Odeh, “Security and Privacy of Electronic Health Records: Concerns and Challenges,” Egyptian Informatics Journal, vol. 22, no. 2, pp. 177–183, 2021. https://doi.org/10.1016/j.eij.2020.07.003
[9] J. Alipour, Y. Mehdipour, A. Karimi, M. Khorashadizadeh, and M. Akbarpour, “Security, Confidentiality, Privacy and Patient Safety in the Hospital Information Systems from the Users’ Perspective: A Cross-Sectional Study,” International Journal of Medical Informatics, vol. 175, Art. no. 105066, 2023. https://doi.org/10.1016/j.ijmedinf.2023.105066
[10] A. Faridoon and M. T. Kechadi, “Healthcare Data Governance, Privacy, and Security: A Conceptual Framework,” in Body Area Networks. Smart IoT and Big Data for Intelligent Health Management, pp. 261–271, 2024. https://doi.org/10.1007/978-3-031-72524-1_19
[11] T. Larasati, A. I. Fardiansyah, D. Saketi, and A. N. Dewiarti, “The Ethical and Legal Aspects of Health Policy on Electronic Medical Records in Indonesia,” Cepalo, vol. 8, no. 2, pp. 103–112, 2024. https://doi.org/10.25041/cepalo.v8no2.3634
[12] Y. Prayuti, “Implications of Personal Data Protection Law in Consumer Health Data Management to Improve Secure and Confidential Handling in Indonesia,” Jurnal Ius Constituendum, vol. 9, no. 3, pp. 461–478, 2024. https://doi.org/10.26623/jic.v9i3.9289
[13] F. Julia and D. R. Aulianto, “Focused Analysis of Article 29 of Indonesian Minister of Health Regulation No. 24/2022: Data Security Implementation of Electronic Medical Records at Sindangwangi Health Center, Pangandaran, West Java,” Lentera Pustaka, vol. 11, no. 1, pp. 61–74, 2025. https://doi.org/10.14710/lenpust.v11i1.70518
[14] U. N. C. Cobrado, S. Sharief, N. G. Regahal, E. Zepka, M. B. Mamauag, and L. C. Velasco, “Access Control Solutions in Electronic Health Record Systems: A Systematic Review,” Informatics in Medicine Unlocked, vol. 49, Art. no. 101552, 2024. https://doi.org/10.1016/j.imu.2024.101552
[15] OECD, G20/OECD Principles of Corporate Governance 2023. Paris, France: OECD Publishing, 2023. https://doi.org/10.1787/ed750b30-en
[16] P. M. Marzuki, Penelitian Hukum, ed. revisi. Jakarta, Indonesia: Kencana, 2021.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















