Analisis Kapasitas Balok Prategang Pci Girder Pada Jembatan Mainroad 4 Jalan Tol Yogyakarta – Bawen Paket 1 Seksi 6

Authors

  • Reswanda Ervaldi Saputra Politeknik Negeri Samarinda
  • Budi Nugroho Politeknik Negeri Samarinda
  • Tumingan Tumingan Politeknik Negeri Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2007

Keywords:

Beton Prategang, Jembatan, Kapasitas Geser, Lendutan, Momen Lentur, PCI Girder

Abstract

Jembatan merupakan struktur yang berfungsi menghubungkan dua lokasi yang terpisah oleh suatu rintangan dengan mempertimbangkan aspek kekuatan, kestabilan, dan fungsionalitas. Jembatan Mainroad 4 pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Paket 1 Seksi 6 merupakan jembatan non integral yang menggunakan beton prategang tipe penampang PCI Girder sebagai struktur atas. Analisis balok PCI Girder dilakukan menggunakan metode pascatarik (post-tensioning) dengan sistem bentang tunggal sederhana.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek keamanan balok prategang yang meliputi kapasitas momen lentur dan kapasitas gaya geser, serta aspek kenyamanan yang meliputi lendutan jangka pendek dan jangka panjang. Penelitian menggunakan penampang PCI Girder dengan tinggi 1,6 m dan panjang bentang 25,3 m.Hasil analisis menunjukkan momen ultimit (Mu) sebesar 10833,599 kNm dengan momen nominal reduksi (ØMn) sebesar 6683,31 kNm, sehingga memenuhi persyaratan (ØMn > Mu). Nilai geser ultimit (Vu) sebesar 1367,827 kN dengan kapasitas geser (Vc) sebesar 1311,77 kN dan memenuhi persyaratan kapasitas geser (Vc> Vu). Lendutan jangka pendek diperoleh sebesar 0,00306 m, sedangkan lendutan jangka panjang pada umur 5–75 tahun berkisar antara 0,00921–0,00981 m. Nilai lendutan yang terjadi masih berada di bawah batas lendutan izin 0,03163 m, sehingga struktur dinyatakan memenuhi persyaratan kekuatan dan kinerja layan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ann Arbor Techno Press 3000.

ASHTO (2017) AASHTO LRFD Bridge Design Spesifications, American Association of State Highway and Transportation Officials, Washington DC.

Asmaraman, D. A. (2017). Analisis ulang struktur atas jembatan gelagar I beton prategang berdasarkan standar peraturan terbaru (Studi kasus Jembatan Srandakan 2, Kulon Progo, D.I. Yogyakarta) (Skripsi Sarjana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Aulia, P. A., & Suryanita, R. (2025). Optimasi Pemilihan Model Girder pada Jembatan dengan Desain Post-Tension Berdasarkan Kinerja Struktur.

Bina Marga. (2017). Pedoman Perencanaan Teknis Jembatan, Direktorat Jenderal Bina Marga.

Bina Marga. (2021). Panduan Bidang Jalan dan Jembatan No. 02/M/BM/2021, Direktorat Jenderal Bina Marga

BSN (2004) RSNI T-12-2004 Perencanaan Struktur Beton Untuk Jembatan, Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

BSN (2016). SNI 1725:2016 Pembebanan untuk Jembatan, Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.

BSN (2019). SNI 2847:2019 Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung, Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.

Dewobroto, W., & Canny, K. A. (2024). Evaluation of the Indonesian Standard Guidelines for Long-Span PC Girder Erection.

Dharma, A., dkk. (2021). Analisis Kehilangan Gaya Prategang pada Struktur Beton Prategang. Jurnal Teknik Sipil, 15(2), 85–94.

Firmadi, A. R. (2023). Analisis Perbandingan PCI Girder Existing dengan PCU Girder pada Proyek Jembatan Utama Kali Pesanggrahan.

Herbudiman, B., Nuranita, B., & Putra, S. M. I. (2025). Studi Efisiensi Desain Jembatan Beton Prategang dengan Variasi Tipe I-Girder.

Hidayah, A. Q. (2021). Perencanaan Struktur Jembatan Beton Prategang di Sungai Bengawan Solo Kecamatan Jebres–Surakarta. Jurnal Teknik Sipil, 14(1).

Jepriani, R., (2022). Evaluasi Kehilangan Prategang pada Balok Beton Pascatarik, Jurnal Rekayasa Struktur, 18(1), 45–54.

Miranda, M., Suryanita, R., & Yuniarto, E. (2019). Analisis respons struktur jembatan beton prategang box girder. Jurnal SAINSTEK STT Pekanbaru, 7(2), 62–72.

Naaman, A. E., (2012). Prestressed Concrete Analysis and Design: Fundamentals.

Nasution, A. E., Suwarjo, & Indriyani, T. (2020). Perencanaan gelagar penampang I jembatan beton prategang bentang 30 meter. Jurnal Komposits, 1(2), 103–117.

Nawy, E. G. (2001). Prestressed Concrete: A Fundamental Approach, New Jersey: Prentice Hall.

Nawy, E. G. (2010). Prestressed Concrete: A Fundamental Approach (6th ed.), New Jersey.

Nilson, A. H., Darwin, D., & Dolan, C. W. 2010. Design of Concrete Structures, New York.

Nofiyanto, I. (2024). Analisis Perbandingan Kapasitas Struktur Beton Prategang Penampang PCI Girder dengan PCU Girder.

Rizkia, L., dkk. (2025). Pengaruh Kehilangan Prategang Jangka Panjang terhadap Kinerja Gelagar Beton Jurnal Infrastruktur dan Konstruksi, 10(1), 12–21.

Sanjaya, R., Aminullah, A., & Suhendro, B. (2025). The Ratio of Live Load to Dead Load on I-Girder Prestressed Concrete Bridges.

Wahyuddin, M., dkk. (2023). Perbandingan Efisiensi Sistem Girder pada Jembatan Beton Prategang. Jurnal Teknik Sipil Indonesia, 28(3), 201–210.

Yudi, A., Ramadhan, F., Kirtinanda, P., & Sitepu, A. R. H. (2025). Superstructure Design of PCI Girder Bridge.

Downloads

Published

2026-08-12

How to Cite

Saputra, R. E., Nugroho, B., & Tumingan, T. (2026). Analisis Kapasitas Balok Prategang Pci Girder Pada Jembatan Mainroad 4 Jalan Tol Yogyakarta – Bawen Paket 1 Seksi 6. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 7491–7501. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.2007