Penyuluhan Manfaat Daun Kelor Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Di Desa Duko Tambin Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1966Keywords:
Daun Kelor, Penyuluhan Kesehatan, Pengetahuan, Pencegahan Stunting, BalitaAbstract
Stunting masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia karena dapat menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak. Salah satu strategi pencegahan stunting adalah dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kebutuhan gizi serta menekankan penggunaan pangan lokal bergizi, seperti daun kelor. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki anak balita mengenai stunting, pentingnya pola makan seimbang, dan manfaat daun kelor sebagai sumber pangan bergizi, sehingga turut membantu mencegah stunting di Desa Duko Tambin (Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan). Metode yang digunakan meliputi sesi edukasi kesehatan, diskusi interaktif, pembagian materi informasi, serta tes sebelum dan sesudah sesi untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Peserta kegiatan terdiri dari ibu balita, ibu hamil, kader Posyandu, dan anggota masyarakat setempat lainnya. Data dianalisis secara deskriptif, dan perbedaan tingkat pengetahuan sebelum serta sesudah sesi dinilai menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 68,67 sebelum sesi menjadi 86,00 setelah sesi. Seluruh peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan (nilai signifikansi 0,001), yang menegaskan bahwa sesi edukasi tersebut efektif dalam meningkatkan pemahaman mereka. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kandungan gizi, manfaat, dan penggunaan daun kelor sebagai sumber pangan bergizi bagi keluarga mereka. Dengan demikian, edukasi kesehatan mengenai penggunaan daun kelor terbukti menjadi sarana yang efektif untuk memperluas pengetahuan masyarakat dan berkontribusi pada pencegahan stunting pada anak balita.
Downloads
References
Abdullah, A. R., Wahyuni, F., Nurcahyani, I. D., Musdalifah, & Syafruddin. (2022). The Influence Of Cookies With The Addition Of The Slurry Flour On The Weight Of The Toddler Weight Ages 2-5 Years With Less Nutritional Status Based On Bb/Tb In The Working Area Of Bontoa Puskesmas Yaer 2021. Jgk, 14(1), 128– 137.
Aryani, A., Indriyati, & Linda, R.P.D.M. (2021). Peningkatan Pengetahuan Ibu Melalui Pendidikan Kesehatan Tentang Pencegahan Stunting Pada Anak. Jiki 14(1): https://doi.org/10.47942/jiki.v14i1.726
Budiastuti1, R. F., Sabila2, A., , Alhara Yuwanda3*, B. Z., Indriani5, M., Imanda6, R. C., & Shakira Putri Hermawat. (2024). Upaya Peningkatan Status Gizi Balita Untuk Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Kader Posyandu Dengan Nutraseutikal Daun Kelor (Moringa Oleifera). Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm), 15(1), 37–48.
Fatmawati1, Nurhalizah1, Tuada2, R. N., & Ramlah1*. (2024). Pemanfaatan Pangan Lokal Kelor (Moringa Oleifera L.) Sebagai Sumber Nutrisi Dalam Pencegahan Stunting Dan Implementasinya Sebagai Sumber Belajar Biologi. 10(2), Https://Doi.Org/10.35329/Jkesmas.V10i2.5939.
Hanif, Fauziah, and Khairun Nisa Berawi. 2022. “Literature Review: Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Makanan Sehat Pelengkap Nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan.” Jurnal Kesehatan 13(2): 398. doi:10.26630/jk.v13i2.1415.
Jusnita, N., & Syurya, W. (2019). Karakterisasi Nanoemulsi Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk.) (Characterization Of Nanoemulsion From Moringa Oleifera’ Extract) Nina Jusnita, & Wan Syurya Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, Jl Sunter Permai Raya, Jakarta 14350,. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 6(1), 16–24.
Kemenkes Ri. (2023). Factsheets: Stunting Di Indonesia Dan Determinannya. Ski, 1–2.
Komang Ayu. (2024). 1–28. Stunting. Https://Www.Google.Co.Id/Books/Edition/Stunting/Cfudeqaaqbaj?Hl =Id&Gbpv=1&Dq=Stunting+Adalah&Pg=Pa1&Printsec=Frontcover
Nelly Nugrawati, Ekawati, N., Sartika, D., Wijaya, A., Amanah Makassar, S., & Gigi, K. (2021). Edukasi Tentang Pemanfaatan Daun Kelor Guna Pencegahan Stunting Pada Kader Posyandu Di Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros. 1(2). Http://Jurnal.Adpertisi.Or.Id/Index.Php/Jtcsa/Submissions
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Putra AIYD, Setiawan NBW, Sanjiwani MID, Wahyuniari IAI, Indrayani AW. (2021). Nutrigenomic and biomolecular aspect of moringa oleifera leaf powder as
supplementation for stunting children. J. Tropical Biodiversity Biotechnology, 6(1): 1-15. https://doi.org/10.22146/jtbb.60113
Riansih, C., Noor, A. Y., Seha, H. N., Sakit, A. R., Permata, P., Yogyakarta, I., Yogyakarta, U. R., Kesehatan, K., & Kelor, D. (2024). Hubungan Tingkat Pengetahuan Kader Kesehatan Berdasarkan Analisis Data Pada Balita Stunting Melalui Inovasi Puding Daun Kelor Dalam Upaya Pencegahan Stunting Relationship Between The Level Of Knowledge Of Health Cadres Based On Data Analysis On Stunting T. 16(November), 63–69.
Sriyanah, N., Syaiful, Efendi, S., Harmawati, Malik, M. Z., & Wijaya, I. K. (2022). Edukasi Pemanfaatan Daun Kelor Dalam Pencegahan Stunting Di Desa Alarrae Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros. Psnpkm, 2(April), 24–27.
Susanti, A., Mayasari, E., Kasumayanti, E., Z.R, Z., & Za, A. F. S. (2024). Manfaat Kelor (Moriga Oleifera) Sebagai Upaya Pencegahan Stuntimg Pada Anak Usia Dini. Jurnal Ners, 8(1), 347–351.
Umroh, N., & Hidayah, N. (2021). Peningkatan kesadaran warga melalui pelatihan TOGA masa pandemi. NaSReCD Journal, 1(2), 9-16.
UNICEF, WHO, and The World Bank. 2023. Levels and Trends in Child Malnutrition: UNICEF / WHO / World Bank Group Joint Child Malnutrition Estimates: Key Findings of the 2023 Edition. New York: UNICEF and WHO.
Fadilah, S., & Rahayu, F. (2023). Pengolahan TOGA menjadi minuman instan dalam program KKN. Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat, 3(2), 55-63.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















