Komunikasi Generasi Z Dalam Relasi Interpersonal Aplikasi Whatsapp Demi Menjaga Kesehatan Mental Melalui Praktik Self-Detachment

Authors

  • Muhammad Istigfar Noor Map'ind Universitas Mulawarman
  • Nurliah Nurliah Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1951

Keywords:

Komunikasi Interpersonal, Generasi Z, Whatsapp, Self-Detachment, Kesehatan Mental

Abstract

Teknologi komunikasi digital telah berkembang dan telah mengubah cara komunikasi Generasi  dalam dunia digital. Generasi Z menggunakan komunikasi digital untuk membangun dan memelihara sebuah hubungan interpersonal. Segudang kemudahan yang ditawarkan oleh perkembangan teknologi digital, khususnya pada aplikasi WhatsApp, namun dibalik kemudahan yang ada, pasti ada kekurangan yang ditimbulkan, contohnya seperti tekanan psikologis, kelelahan dalam bermedia digital atau kelelahan dalam berkomunikasi dalam media digital, fenomena seen zone, serta dituntut untuk memberikan respons terhadap lawan bicara. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisa bagaimana komunikasi generasi Z dalam relasi interpersonal pada aplikasi WhatsApp demi menjaga kesehatan mental melalui praktik self-detachment dengan. Metode kualitatif digunakan untuk membedah fenomena ini, mengumpulkan data menggunakan Teknik purposive sampling, setelah terkumpul beberapa informan, peneliti menggunakan Teknik wawancara mendalam terhadap enam informan yang merupakan Generasi Z dan aktif menggunakan aplikasi WhatsApp sebagai media komunikasi mereka sehari hari. Setelah data wawancara terkumpul dari 6 informan, analisis data dilakukan menggunakan model dari Miles and Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, lalu verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima indikator komunikasi interpersonal tetap diterapkan oleh informan, namun pelaksanaannya berlangsung secara selektif dan fleksibel sesuai dengan kondisi emosional, tingkat kedekatan hubungan, serta kebutuhan menjaga kesehatan mental. Self-detachment muncul sebagai praktik dalam upaya Generasi Z menjaga Kesehatan mental mereka. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika komunikasi digital pada Generasi Z sekaligus menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara keterhubungan digital dan kesejahteraan psikologis dalam kehidupan sehari-hari.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Apriyanti, E., Sari, S., & Dianthi, M. H. (2024). Self Disclosure Pada Komunikasi Generasi Z. Professional: Jurnal Komunikasi Dan Administrasi Publik, 11(1), 417–426. Https://Doi.Org/10.37676/Professional.V11i1.6386

Arganata, Z., & Hamka, M. Y. (2025). Pengaruh Media Sosial Terhadap Pola Komunikasi Generasi Z Dalam Interaksi Sosial. Https://Doi.Org/10.60145/Jdss.V2i1.114

Asista, D. E., Agustina, R., Fadel, M. A., & Razzaq, A. (2026). Pola Komunikasi Generasi Z Dalam Menggunakan Media Sosial Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.

Charlie Health Editorial Team. (2025). How To Detach From Someone. Charlie Health. Https://Www.Charliehealth.Com/Post/How-To-Detach-From-Someone

Devito, J. A. (2016). The Interpersonal Communication Book (14th Ed.). Pearson.

Fakhruroji, M. (2019). Texting Culture Dan Perilaku Empati Di Era Media Baru: Memahami Ekspresi Belasungkawa Di Whatsapp. Jurnal Sosioteknologi, 18(2), 197–208. Https://Doi.Org/10.5614/Sostek.Itbj.2019.18.2.10

Hall, J. A., Xing, C., & Ross, E. M. (2021). Experimentally Manipulating Social Media Use Causes Changes In Subjective Well-Being. Journal Of Computer-Mediated Communication, 26(4), 204–221. Https://Doi.Org/10.1093/Jcmc/Zmab001

Halodoc. (2026, 30 Maret). Kesehatan Mental Menurut WHO: Bukan Sekadar Tak Sakit. Https://Www.Halodoc.Com/Artikel/Kesehatan-Mental-Menurut-Who-Bukan-Sekadar-Tak-Sakit

Hidayatullah, M. S., Rusnawati, R., Belaroza, G., Nabiyina, B. A. C., & Laksana, A. (2024). Peran Digital Dalam Membentuk Pola Interaksi Komunikasi Interpersonal Generasi Z. Https://Doi.Org/10.59841/Saber.V3i1.1987

Ibrizah, Z., Burhan, R., Mubarak, A. R., Hidayah, A., Nurrohman, R., Sanjaya, M. N., & Palungan, R. S. (2026). Emotional Detachment And Cyberbullying Among Generation Z In Samarinda City. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 5(2), 156–168. Https://Doi.Org/10.55681/Seikat.V5i2.2025

Ibrizah. (2025). Self-Compassion Melalui Detachment Communication. Times Indonesia. Https://Timesindonesia.Co.Id/Kopi-Times/540502/Selfcompassion-Melalui-Detachment-Communication

Lutfiah, Q. A., Rahmadianti, D., & Febrianto, A. S. (2023). Peran Perilaku Komunikasi Interpersonal Generasi Z Dalam Pemanfaatan Media Digital. Https://Doi.Org/10.17509/Manajerial.V23i1.65797

Pratama, M. W., & Jannah, M. (2024). Eksplorasi Regulasi Emosi Pada Generasi Z Di Mojokerto. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 11(1), 256–263. Https://Doi.Org/10.26740/Cjpp.V11i1.61279

Purnama, K. A., & Farhannaya, N. A. (2024). Komunikasi Gen Z Dan Mental Health (Pola Komunikasi Interpersonal Gen Z Dalam Membentuk Positive Mental Health). ARUNIKA: Bunga Rampai Ilmu Komunikasi, 1(2). Https://Doi.Org/10.36782/Arunika.V1i02.326

Putri, Y. R., & Syafi'i, M. (2020). Penggunaan Whatsapp Sebagai Media Komunikasi Interpersonal Pada Mahasiswa Perantauan Di Kota Batam.

Raidah, N. (2019). To Seenzone Or Un-Seenzone. The Daily Star. Https://Www.Thedailystar.Net/Shout/Life/News/Seenzone-Or-Un-Seenzone-1721140

Rianto. (2020). Modul Metode Penelitian Kualitatif.

Riyandini, A., Shovmayanti, N. A., & Kurniawan, D. (2026). Makna Intensitas Komunikasi Melalui Whatsapp Dalam Membangun Kedekatan Emosional Mahasiswa Di Era Digital. Https://Doi.Org/10.47942/Komunitas.V12i1.2200

Slametno. (2025). Dinamika Komunikasi Interpersonal Generasi Z Melalui Platform Digital: Studi Etnografi Virtual. Https://Doi.Org/10.65369/Ssqhwk03

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif.

Downloads

Published

2026-07-24

How to Cite

Map’ind, M. I. N., & Nurliah, N. (2026). Komunikasi Generasi Z Dalam Relasi Interpersonal Aplikasi Whatsapp Demi Menjaga Kesehatan Mental Melalui Praktik Self-Detachment. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 4436–4442. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1951