Dampak Cyberbullying di Media Sosial Terhadap Gejala Depresi pada Remaja
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1930Keywords:
Cyberbullying, Media Sosial, Depresi, Kesehatan Mental, RemajaAbstract
Cyberbullying adalah salah satu isu yang kian meningkat seiring dengan bertambahnya penggunaan media sosial di kalangan anak muda. Perundungan yang terjadi di platform digital dapat menimbulkan efek psikologis yang berat, seperti tekanan, kecemasan, kehilangan kepercayaan diri, hingga tanda-tanda depresi. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Cyberbullying di platform media sosial terhadap gejala depresi di kalangan remaja berdasarkan temuan riset yang sudah dipublikasikan. Metode yang diterapkan adalah tinjauan pustaka dengan menganalisis artikel ilmiah yang diambil dari berbagai basis data jurnal nasional dan internasional. Kriteria inklusi terdiri dari artikel yang membahas keterkaitan Cyberbullying dengan kesehatan mental pada remaja, terutama depresi, kecemasan, dan stres. Sejumlah lima artikel yang sesuai dengan kriteria dianalisis secara deskriptif untuk menentukan pola temuan yang serupa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cyberbullying berhubungan erat dengan peningkatan risiko gejala depresi pada anak muda. Korban Cyberbullying biasanya menghadapi masalah emosional, perasaan sedih yang berkepanjangan, penurunan harga diri, kecemasan, serta kesulitan saat berinteraksi sosial. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya Cyberbullying mencakup frekuensi pemakaian media sosial, dampak teman sebaya, minimnya pengawasan orang tua, serta rendahnya pemahaman literasi digital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Cyberbullying adalah faktor risiko signifikan terhadap timbulnya gejala depresi pada remaja, sehingga diperlukan upaya pencegahan dengan edukasi digital, penguatan dukungan keluarga, serta peningkatan kesadaran kesehatan mental di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Downloads
References
Ary, D., Jacobs, L.C. & Razavieh, A. 1976. Pengantar Penelitian Pendidikan. Terjemahan Oleh Arief Furchan. 1982. Surabaya: Usaha Nasional
Arikunto, S. 1998. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rinneka Cipta
Jawa Pos. 22 April 2008. Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri, Hlm. 3
Kansil, C.L. 2002. Orientasi Baru Penyelenggaraan Pendidikan Program Profesional Dalam Memenuhi Kebutuhan Dunia Idustri. Transpor, XX(4): 54-5 (4): 57-61
Kumaidi. 2005. Pengukuran Bekal Awal Belajar Dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan. Jilid 5, No. 4,
Kuntoro, T. 2006. Pengembangan Kurikulum Pelatihan Magang Di STM Nasional Semarang: Suatu Studi Berdasarkan Dunia Usaha. Tesis Tidak Diterbitkan. Semarang: PPS UNNES
Pitunov, B. 13 Desember 2007. Sekolah Unggulan Ataukah Sekolah Pengunggulan ? Majapahit Pos, Hlm. 4 & 11
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi 2). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi 2, Cetakan 4). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2024). Metode Penelitian Kualitatif: Untuk Penelitian yang Bersifat Eksploratif, Interpretatif, dan Konstruktif. Bandung: Alfabeta.
Waseso, M.G. 2001. Isi Dan Format Jurnal Ilmiah. Makalah Disajikan Dalam Seminar Lokakarya Penulisan Artikel Dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah, Universitas Lambungmangkurat, 9-11Agustus
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















