Strategi Perpustakaan Sekolah Mengintegrasikan Kearifan Lokal Enrekang Melalui Literasi Budaya Di SMPN 3 Alla
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1897Keywords:
Strategi Perpustakaan, Kearifan Lokal, Literasi Budaya, Perpustakaan Sekolah, Kabupaten EnrekangAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perpustakaan sekolah dalam mengintegrasikan kearifan lokal Kabupaten Enrekang melalui pendekatan literasi budaya di SMP Negeri 3 Alla, mencakup bentuk strategi yang diterapkan, implementasi strategi dalam kegiatan literasi siswa, dan efektivitasnya dalam mendukung peningkatan literasi budaya siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri atas satu pustakawan, dua guru, dan lima belas siswa yang aktif mengikuti kegiatan perpustakaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan menerapkan tiga strategi utama, yaitu pengembangan koleksi berbasis kearifan lokal, pelaksanaan kegiatan literasi budaya, dan kolaborasi dengan guru. Implementasi strategi berlangsung melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang melibatkan pustakawan, guru, dan siswa secara berkesinambungan. Strategi tersebut terbukti efektif meningkatkan literasi budaya siswa, ditandai dengan bertambahnya pengetahuan mengenai sejarah dan tradisi lokal, tumbuhnya sikap menghargai budaya daerah, meningkatnya partisipasi dan kunjungan siswa ke perpustakaan, serta munculnya diskusi budaya antara siswa dan keluarga. Meskipun demikian, keterbatasan koleksi dan pemanfaatan teknologi digital masih menjadi kendala. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan perpustakaan sekolah sebagai pusat literasi sekaligus pusat pelestarian budaya lokal, serta menjadi dasar pengembangan program literasi berbasis kearifan lokal yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Downloads
References
Adam, S. H., Ali, S. U., Muhammad, H. H., Marasabessy, F., & Soleha, L. K. (2024). The practice of local wisdom-based literary literacy in language and literature learning at junior high school of Ternate City. English Education and Literature Journal, 4(2). https://doi.org/10.53863/ejou.v4i02.1129
Akbar, A., Usmar, T., Agusalim, A., Ali, M., & Nasrullah. (2021). Pengaruh kualitas pelayanan perpustakaan terhadap minat baca siswa di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(4), 1726–1733. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i4.1203
Albar, J., Wibowo, D., & Nabila, A. (2024). Analisis nilai-nilai kearifan lokal cerita masyarakat Kabupaten Melawi terhadap penguatan pendidikan karakter bangsa mahasiswa PGSD STKIP Melawi. Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(1), 58–64. https://doi.org/10.46368/bjpd.v5i1.1829
Alfian, M. (2013). Potensi kearifan lokal dalam pembentukan jati diri dan karakter bangsa. Universitas Gadjah Mada.
Anwar, & Pratama. (2023). Kolaborasi pegiat literasi lintas bidang sebagai upaya memperkuat eksistensi perpustakaan. Temali: Jurnal Pembangunan Sosial.
Anwar, H., et al. (2015). Pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal. RajaGrafindo Persada.
Budiarsa, I. G., Sudiana, I. N., & Arnyana, I. B. P. (2022). Pengembangan buku cerita berkearifan lokal Bali untuk meningkatkan kemampuan literasi budaya siswa kelas II sekolah dasar. PENDASI: Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 6(2), 1–11. https://doi.org/10.23887/jurnal_pendas.v6i2.953
Fajarini, U. (2014). Peranan kearifan lokal dalam pendidikan karakter. Sosio Didaktika: Social Science Education Journal, 1(2), 123–130. https://doi.org/10.15408/sd.v1i2.1225
Fitriani, B., Luma, M., Kamarudin, K., Irwan, I., & Akbar, A. (2023). Penguatan pemahaman budaya dan kearifan lokal melalui program literasi budaya. Jurnal Abdidas, 4(1), 27–32. https://doi.org/10.31004/abdidas.v4i1.757
Fitriyah, L., Suryani, S., & Febriyanto, D. (2022). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal pada program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. GERAM (Gerakan Aktif Menulis), 10(2), 23–31. https://doi.org/10.25299/geram.2022.10582
Fitriyani, Y., Yuliana, & Hilaliyah. (2023). Peran guru dalam pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar untuk mendukung budaya literasi membaca di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa.
Gay, G. (2010). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (2nd ed.). Teachers College Press.
Gumono, G., Sarwono, S., Yulistio, D., Pitawan, K. A., Solihin, M., & Julianto, E. (2022). Development of local wisdom-based thematic teaching materials to improve adaptive cultural literacy. Community Empowerment, 7(6), 978–987. https://doi.org/10.31603/ce.6560
Hamidah, J., Jumadi, Rafiek, M., Mu'in, F., Noortyani, R., & Kailani, A. (2025). Local wisdom in literacy: A needs analysis for developing culturally relevant reading materials in primary schools. Vidya Karya, 41(1). https://doi.org/10.20527/jvk.v41i1.25551
Hanifah, I., Suseno, M., & Anwar, M. (2022). The effectiveness of literacy teaching materials based on local wisdom in improving literacy skills for elementary school students. Journal of Applied Linguistics and Literacy (JALL), 6(2). https://doi.org/10.25157/jall.v6i2.8406
Hartono. (2016). Manajemen perpustakaan sekolah: Menuju perpustakaan modern dan profesional. Ar-Ruzz Media.
Hirsch, E. D. (1988). Cultural literacy: What every American needs to know. Vintage Books.
Huda, I. C. (2020). Peranan perpustakaan sekolah terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 39–48. https://doi.org/10.31004/edukatif.v2i1.86
Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: What it is and why it is here to stay. Corwin Press.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.
Kurniasari, dkk. (2025). Dampak kolaborasi guru dan pustakawan terhadap penguatan literasi siswa melalui pembuatan buku antologi. Bibliotika: Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi.
Lailiya, N. R., Sukartiningsih, W., & Hendratno. (2025). Local wisdom-based school literacy movement and elementary students' critical reading skills. Journal of Innovation and Research in Primary Education, 4(4). https://doi.org/10.56916/jirpe.v4i4.1548
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Loertscher, D. V. (2008). The new school learning commons: Where learners win. Hi Willow Research & Publishing.
Lutfiah, H., Jamil, N. L., & Nurjannah, N. (2024). Mengintegrasikan kekayaan budaya dalam program anti nakal (Anak Tidak Lupa Kearifan Lokal) sebagai pilar pendidikan karakter. Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series, 7(3), 816–825. https://doi.org/10.20961/shes.v7i3.91724
Luthfia, R. A., Dewi, D. A., & Hayat, R. S. (2024). Urgensi projek berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan literasi budaya dan kewarganegaraan siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 1419–1426. https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.12590
Merga, M. K. (2021). The role of the library within school-level literacy policies and plans in Australia and the United Kingdom. Journal of Librarianship and Information Science, 53(2), 195–207. https://doi.org/10.1177/0961000620926102
Nasution, A. (2022). Gerakan literasi berbasis local wisdom melalui buku budaya Mandailing untuk meningkatkan minat baca siswa. EUNOIA: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia.
Nurpuzianah, dkk. (2023). Peranan perpustakaan taman literasi dalam meningkatkan budaya cinta membaca. Jurnal Literasi Pendidikan Indonesia.
Pappas, M. L., & Tepe, A. E. (2002). Pathways to knowledge and inquiry learning. Libraries Unlimited.
Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 129.
Rohmadhani, B. S., Sobri, H. A. Y., & Gunawan, I. (2019). Perpustakaan sebagai pusat sumber belajar untuk mewujudkan sekolah yang unggul. JAMP: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan, 2(4), 188–193. https://doi.org/10.17977/um027v2i42019p188
Saenab, S., Yunus, S. R., Saleh, A. R., & Astuti, W. (2024). Integrating Kajang's local wisdom with culturally responsive teaching: A path to elevate students' science learning achievement. Jurnal IPA Terpadu. https://doi.org/10.35580/ipaterpadu.v8i3.67938
Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.
Stufflebeam, D. L., & Shinkfield, A. J. (2007). Evaluation theory, models, and applications. Jossey-Bass.
Sugihartono, C. D. J. (2024). Pengembangan halaman informasi cerita rakyat untuk penguatan literasi kearifan lokal pada kelas IX C SMPN 1 Tempurejo Jember. Serunai: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 10(1). https://doi.org/10.37755/sjip.v10i1.1302
Trisno, M., Muhammadiah, M., & Bahri, S. (2024). Strategi implementasi pendidikan karakter berbasis nilai kearifan lokal Ma'ata'a Suku Ciacia Laporo dalam muatan lokal sekolah dasar di Kota Baubau. Borneo Journal of Education (BJE), 5(1), 164–169. https://doi.org/10.35965/bje.v5i1.5316
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Wibowo, A., et al. (2015). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah. Pustaka Pelajar.
Widana, I. W., Sumandya, I. W., & Asih, N. M. (2023). Evaluative study: Literacy outreach program based on local wisdom at SDN 1 Apuan Bangli. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research. https://doi.org/10.21009/JISAE.091.32533
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















