EFEKTIVITAS LARUTAN SERBUK BIJI PEPAYA KERING (Carica Papaya) SEBAGAI LARVASIDA VEKTOR Aedes Sp.

Authors

  • Noor Zakiyyatus Syifa Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin
  • Syarifudin Syarifudin Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin
  • Joko Supriyadi Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1790

Keywords:

Aedes sp, larvasida alami, biji pepaya kering, carica papaya, LC50

Abstract

Nyamuk Aedes sp. merupakan vektor penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Penggunaan larvasida kimia secara terus-menerus dapat menimbulkan resistensi dan pencemaran lingkungan sehingga diperlukan alternatif larvasida alami, salah satunya larutan serbuk biji pepaya kering (Carica papaya). Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai LC50 larutan serbuk biji pepaya kering serta mengetahui perbedaan kematian larva Aedes sp. pada berbagai variasi konsentrasi dengan waktu kontak 24 jam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai pemanfaatan biji pepaya sebagai bahan larvasida nabati yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan true experimental design dengan variasi konsentrasi 0%, 3%, 6%, 9%, 12%, dan 15% dalam 100 mL air. Setiap perlakuan menggunakan 25 ekor larva Aedes sp. instar III dengan empat kali pengulangan selama 24 jam. Analisis data menggunakan uji probit, Shapiro–Wilk, Levene, Kruskal–Wallis, dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring bertambahnya konsentrasi, yaitu 0%, 28%, 44%, 68%, 80%, dan 96%. Nilai LC50 diperoleh sebesar 6,557% dengan batas bawah 4,731% dan batas atas 7,936%. Uji Kruskal–Wallis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antar variasi konsentrasi (p=0,000), dengan konsentrasi 15% sebagai perlakuan paling efektif. Larutan serbuk biji pepaya kering (Carica papaya) efektif digunakan sebagai larvasida alami terhadap larva Aedes sp. dan berpotensi menjadi alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan metode ekstraksi, mengukur kandungan senyawa aktif, serta mengendalikan pH secara lebih optimal.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afrianti, N., Nuraini, R., & Fitria, L. (2015). Efektivitas serbuk biji pepaya (Carica papaya L.) sebagai larvasida terhadap Aedes aegypti. Jurnal Biologi Tropis, 15(2), 45–52.

Agustina, F., & Sukron, M. (2022). Deteksi kematangan buah pepaya menggunakan algoritma YOLO berbasis Android. INFOKAM, 18(2), 70–78.

Ali, & Ma’rufi. (2018). Tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti di lingkungan permukiman. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(1), 22–28.

Ambarwati, R., Nurmala, S., & Anggraini, N. (2024). Effectiveness of Papaya (Carica papaya L.) Seed Extract and Alum on Aedes aegypti Larvae Death. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), 21(1), 1–5.

Aprilianti, S., Sernita, Aulya, M. S., & Idris, K. (2025). Distribusi dan kemelimpahan telur nyamuk Aedes sp. pada ovitrap dan kerentanan larva terhadap abate di Kelurahan Wua-Wua Kota Kendari. Klinikal Sains: Jurnal Analis Kesehatan, 13(1).

Ariani, L., Sari, R., & Pratama, A. (2019). Kandungan senyawa aktif biji pepaya (Carica papaya L.) sebagai antibakteri alami. Jurnal Farmasi dan Sains, 7(2), 33–40.

Aris, A. R. S., Baharuddin, A., & Gafur, A. (2022). Densitas dan karakteristik habitat larva Aedes aegypti di wilayah kerja Puskesmas Tamamaung Makassar. Window of Public Health Journal, 3(6), 1048–1058.

Arwana, D. (2017). Peran nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus sebagai vektor virus dengue. Jurnal Biotek Medisiana Indonesia, 6(1), 9–16.

Aseptianova, R., Putri, D., & Nuraini, E. (2017). Aktivitas saponin terhadap integritas kutikula serangga. Jurnal Biologi Tropika, 17(1), 55–62.

Azizah, D. N. (2024). Perbandingan aktivitas antibakteri sediaan gel dan spray ekstrak etanol biji pepaya (Carica papaya L.). Pharmaceutical Journal of Indonesia, 9(2).

Berliani, J. R., et al. (2021). Efektivitas Larvasida Formula Granul Mengandung Ekstrak Bunga Melati (Jasminum sambac) dan Biji Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti. JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 6(1), 1–11.

Boleu, F. I. (2020). Karakteristik habitat perkembangbiakan Aedes aegypti di Desa Gosoma Halmahera Utara. Biosfer: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi, 5(1).

Cahyono, B. (2017). Budidaya pepaya unggul: Cara praktis menghasilkan buah berkualitas. Jakarta: Penebar Swadaya.

Damai, G. L, Cahyana, N. W., & Aziz, A. M. (2022). In silico test proteolytic potential of papain and zingibain enzymes against protein forming congenital and senilis cataracts. Journal of Agromedicine and Medical Sciences, 8(1), 39-45

Dewi, S. (2018). Efektivitas insektisida nabati terhadap vektor nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(2), 102–109.

Dhenge, N. F., Pakan, P. D., & Lidia, K. (2021). Uji efektivitas larvasida ekstrak daun pepaya (Carica papaya) terhadap mortalitas larva vektor demam berdarah dengue Aedes aegypti. Cendana Medical Journal, 21(1), 156–163

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. (2024). Kompilasi Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024. Banjarmasin: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

Dinata, E. (2016). Klasifikasi dan morfologi nyamuk Aedes aegypti (Diptera: Culicidae). Jurnal Parasitologi Indonesia, 19(2), 45–50.

Elviani, S. (2019). Pengaruh suhu dan pH terhadap daya tetas telur nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Biologi Tropis, 19(3), 143–150.

Etika Sari & Intan Bahrina. (2025). Analisis Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M Plus dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Jurnal Promotif Preventif, 8(1), 80–85.

Flor-Weiler, L. B., et al. (2023). Bioactivity of brassica seed meals and their compounds as ecofriendly larvicides against mosquitoes. Scientific Reports, 13, 30563.

Hamzah, & Simbolon, S. (2018). Kandungan senyawa aktif batang pepaya (Carica papaya L.) dan potensinya sebagai obat tradisional. Jurnal Farmasi Tradisional, 5(1), 50–56.

Hardiyanti, W. (2021). Habitat dan karakteristik nyamuk Aedes aegypti di Kabupaten Gowa [Skripsi, Universitas Hasanuddin]. Universitas Hasanuddin Repository.

Hartati, S. (2017). Taksonomi dan morfologi tanaman pepaya (Carica papaya L.). Jurnal Agroteknologi Tropika, 6(1), 12–20.

Ilyas, M., Setyaningrum, E., Mumtazah, D. F., & Busman, H. (2025). Tempat Perindukan dan Kepadatan Larva Aedes spp. sebagai Indikator Risiko Penularan Demam Berdarah di Tempat Wisata Bandar Lampung. Bioma: Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi, 10(1), 39-50.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Laporan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Indonesia. Jakarta: Pusat Krisis Kesehatan.

Kumara, C. J., Nurhayani, N., Bestari, R. S., & Dewi, L. M. (2021). Efektivitas Flavonoid, Tanin, Saponin dan Alkaloid terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypty. Prosiding University Research Colloquium, 106–118.

Lauwrens, Florensia I. J. (2017). Pengaruh Dosis Abate Terhadap Jumlah Populasi Jentik Nyamuk Aedes spp Di Kecamatan Malalayang Kota Manado. eBiomedik, 2(1).

Luki, F. U., Killa, Y. M., & Lewu, L. D. (2023). Pengaruh pupuk organik cair buah terhadap pertumbuhan bibit tanaman pepaya (Carica papaya L.). Jurnal Agro Indragiri, 8(1).

Ma’ruf, K., Shoolihah, A. ’Amali ., Darmono, Setiyawa, B. P. ., & Fadlullah, Y. A. . (2023). Utilization of Papaya Seeds as an Ingredient for Making Environmentally Friendly Insecticides Against Sangit Weed. Indonesian Journal of Advanced Research, 2(5), 403–410.

Martini, M., Hestiningsih, R., Widjanarko, B., Purwantisasari, S. (2019). Resistance of Aedes as a Vectors Potential for Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in Semarang City, Indonesia. Journal of Tropical Life Science, 9: 89–94.

Maula, L. N. M., & Musfirah, M. (2022). Larvasida ekstrak biji pepaya (Carica papaya L.) terhadap kematian larva instar III Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan dan Pengelolaan Lingkungan, 3(2), 66-71.

Mentari, A. (2019). Perilaku hidup dan aktivitas menggigit nyamuk Aedes aegypti di lingkungan pemukiman padat penduduk. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(2), 89–96.

Mundim-Pombo, A. P. M., et al. (2021). Aedes aegypti: egg morphology and embryonic development. Parasites & Vectors, 14, 531.

Nishimwe, K., Niyigena, E., & Mukantwari, E. (2019). Nutritional and medicinal values of papaya (Carica papaya L.): A review. African Journal of Food Science, 13(2), 56–62.

Nurlinawati, & Mulyani, S. (2020). Pemanfaatan larvasida nabati sebagai alternatif pengendalian vektor Aedes sp. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(2), 85–92.

Piri, M., Sumampouw, H. M., Moko, E. M., Kamagi, D. W., & Lawalata, H. (2022). Uji Efektivitas Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Insektisida Alami Lalat Rumah (Musca domestica). JURNAL BIOS LOGOS, 12(2), 114–121.

Putri, A. S. (2021). Daun pepaya (carica papaya linnaeus) sebagai larvasida pada larva aedes aegypti instar iii. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(2), 58–63.

Rahayu, N., Kusumaningtyas, H., Purwaningsih, E., Udiyani, R., Atmaja, B. P., & Habe, M. H. (2022). Pengaruh air perasan daun pepaya terhadap kematian larva Aedes albopictus dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue. Jurnal Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara, 1-8.

Rahmaniar, D. (2016). Habitat nyamuk Aedes albopictus di kawasan kebun dan pinggir hutan. Jurnal Biologi Tropika, 16(1), 15–22.

Rahmi, R., Rahmi Amir, & Usman. (2018). Biokontrol Ikan Pemangsa Jentik dalam Pemberantasan Vektor Nyamuk Penyebab Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kota Parepare. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 1(3), 265–271.

Ramyanti, D., & Febriani, A. (2016). Kandungan alkaloid, flavonoid, dan tanin daun pepaya (Carica papaya L.) serta efeknya sebagai larvasida alami. Jurnal Biologi Udayana, 20(2), 99–106.

Rasjid, A., Suaebu, S., & Budirman, B. (2024). Effect of water physico-chemical parameters on the development of Aedes aegypti mosquito larvae in endemic areas. Journal of Infectious and Public Health Development, 8(12).

Safitri, L., Irfa’i, M., Syarifudin, A., & Arifin, A. (2023). Effectiveness of papaya seed solution and avocado seed as larvicide of mosquitoes Aedes sp. Jurnal Kesehatan Lingkungan: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan, 20(1), 31–36.

Sasongko, H., Sugiyarto, S., Efendi, N.R., Pratiwi, D., Setyawan, A.D. and Sharma, R., Patel, K., & Singh, A. (2025). Impact of temperature on survival, development and longevity of Aedes aegypti and Aedes albopictus. Parasites & Vectors, 18(1), 45–53.

Setiani, R., & Andini, A. Q. (2023). Metodologi penelitian pendidikan. PT Global Eksekutif Teknologi.

Sharma, G., Khan, Z., Das, D., Singh, S., Singh, S., Kumar, M., Tiwari, R. R., & Sarma, D. K. (2025). Thermal influence on development and morphological traits of Aedes aegypti in central India and its relevance to climate change. Parasites & Vectors, 18, 279.

Siagian, T., Rahayu, S., & Rinaldi, P. (2019). Manfaat buah pepaya (Carica papaya L.) dalam industri pangan dan kesehatan. Jurnal Teknologi Pangan, 14(1), 60–68.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukendra, D. M. (2021). Pendahuluan Demam Berdarah Dengue. Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan.

Supriyono, Soviana, S., & Musyaffa, M. F. (2023). Morphological characteristic of dengue vectors Aedes aegypti and Ae. albopictus (Family: Culicidae) using advanced light and scanning electron microscope. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 24(2), 1158–1165.

Tamba, I. G. N. R. T., Sudarmaja, I. M., Swastika, I. K., & Diarthini, N. L. P. E. (2023). Efektifitas penggunaan bubuk biji buah papaya (Carica papaya L) sebagai larvasida jentik nyamuk Aedes aegypti. Intisari Sains Medis, 14(1), 425-428.

Tambengi, H., Susanti, D., & Prasetyo, B. (2023). Efektivitas alkaloid tanaman sebagai larvasida terhadap larva Aedes aegypti instar III. Jurnal Entomologi Tropika, 12(1), 45–52.

Torres, J., Rivera, M., & Gomez, P. (2022). Influence of pH, light, food concentration and temperature in Aedes aegypti (Linnaeus) larval development. Journal of Vector Ecology, 47(2), 115–123.

Widoretno, S., et al. (2018). Pengaruh suhu dan kelembaban terhadap siklus gonotropik nyamuk. Jurnal Biologi Tropis.

World Health Organization (WHO). (2022). Global vector control response 2017– 2030.

Yamany, A. S., Adham, F. K., & Abdel-Gaber, R. (2023). Morphological description of the pupa of Aedes aegypti (Diptera: Culicidae) using a scanning electron microscope. Brazilian Journal of Biology, 83, e240084.

Yesti, Y. (2021). Efektivitas Serbuk Biji Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Larvasida Aedes aegypti. Jurnal Human Care, 6(3), 737-747.

Ying, C., Lee, H., & Wong, S. (2021). Phytochemical and antifungal properties of papaya (Carica papaya L.) root extracts. Journal of Natural Product Research, 35(4), 211–220.

Yuliasih, E., & Widawati, T. (2017). Kandungan saponin dan tanin pada daun pepaya (Carica papaya L.) sebagai larvasida alami. Jurnal Penelitian Kesehatan, 9(2), 100–108.

Downloads

Published

2026-07-25

How to Cite

Syifa, N. Z., Syarifudin, S., & Supriyadi, J. (2026). EFEKTIVITAS LARUTAN SERBUK BIJI PEPAYA KERING (Carica Papaya) SEBAGAI LARVASIDA VEKTOR Aedes Sp. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 4697–4712. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1790