Dispensasi Kawin dan Perlindungan Anak dalam Kerangka Hukum Indonesia

Authors

  • Amanda Amanda Universitas Tadulako
  • Susi Susilawati Universitas Tadulako
  • Ashar Ridwan Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1789

Keywords:

Dispensasi Kawin, Kepentingan Terbaik Anak, Perlindungan Anak, Diskresi Hakim

Abstract

Perubahan batas usia minimum perkawinan menjadi 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan dimaksudkan untuk memperkuat perlindungan anak, tetapi mekanisme dispensasi kawin tetap membuka kemungkinan perkawinan sebelum usia tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan dispensasi kawin dalam sistem hukum Indonesia, menilai kesesuaiannya dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak, serta merumuskan standar pertimbangan yang lebih protektif bagi hakim. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konteks, dan kasus. Bahan hukum primer meliputi undang-undang perkawinan, undang-undang perlindungan anak, putusan Mahkamah Konstitusi, dan pedoman Mahkamah Agung mengenai dispensasi kawin. Bahan hukum sekunder berupa artikel jurnal olahan diterjemahkan secara kualitatif melalui interpretasi sistematis, harmonisasi norma, dan argumentasi preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dispensasi pernikahan harus ditempatkan sebagai sesuatu yang ketat, bukan jalur alternatif untuk melegalkan perkawinan anak. Frasa alasan yang sangat mendesak tidak cukup ditunjukkan hanya dengan kehamilan, tekanan sosial, atau kekhawatiran terhadap hubungan anak, melainkan harus diuji bersama kesiapan fisik dan psikologis, keinginan pendidikan, kebebasan persetujuan, risiko kekerasan, kondisi sosial-ekonomi, dan pendapat anak. Penelitian ini menyusun uji kebutuhan perlindungan yang menuntut pembuktian urgensi, proporsionalitas, partisipasi anak, dan jaminan tindak lanjut setelah penetapan. Disimpulkan bahwa konsistensi penerapan uji tersebut dapat mengurangi hukuman subjektivitas, memperkuat akuntabilitas propaganda, dan mengarahkan dispensasi kawin pada perlindungan hak anak secara nyata.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alam, A. M. P., Andayani, L., & Ikrardini, Z. 2025. Analisis yuridis pemberian dispensasi kawin kepada anak menurut Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019 dalam perspektif Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. Rechtswetenschap: Jurnal Mahasiswa Hukum, 2(2). https://doi.org/10.36859/rechtswetenschap.v2i2.3928.

Asmuni, & Adikara, R. N. 2024. Application of very urgent criteria in the marriage dispensation norms for the protection of children: Analysis of Jasser Auda's theory. Jurnal Hukum Islam, 22(1): 25-56. https://doi.org/10.28918/jhi_v22i1_2.

Batyra, E., & Pesando, L. M. 2021. Trends in child marriage and new evidence on the selective impact of changes in age-at-marriage laws on early marriage. SSM - Population Health, 14: 100811. https://doi.org/10.1016/j.ssmph.2021.100811.

Bidayati, K., Tuerxun, A., & Baehaqi, W. 2024. The eliminating forced marriage through the law: Effectiveness and social urgency. Jurnal Indo-Islamika, 14(1). https://doi.org/10.15408/jii.v14i1.40312.

Cameron, L., Contreras Suarez, D., & Wieczkiewicz, S. 2023. Child marriage: Using the Indonesian Family Life Survey to examine the lives of women and men who married at an early age. Review of Economics of the Household, 21: 725-756. https://doi.org/10.1007/s11150-022-09616-8.

Chusnida, N. L., & Anggriawan, T. P. 2022. Dispensation of marriage in the perspective of children's rights: Best interest of the children. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 22(3): 295-310. https://doi.org/10.30641/dejure.2022.V22.295-310.

Efendi, J., & Rijadi, P. 2022. Metode Penelitian Hukum: Normatif dan Empiris. Edisi Kedua. Jakarta: Kencana.

Fauzi, M. Y. 2022. Pergeseran paradigma pembatasan usia perkawinan dan penerapannya dalam penyelesaian perkara dispensasi kawin. El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law, 3(1).

Fitria, M., Laksono, A. D., Syahri, I. M., Wulandari, R. D., Matahari, R., & Astuti, Y. 2024. Education role in early marriage prevention: Evidence from Indonesia's rural areas. BMC Public Health, 24: 3323. https://doi.org/10.1186/s12889-024-20775-4.

Kok, M. C., Kakal, T., Kassegne, A. B., Hidayana, I. M., Munthali, A., Menon, J. A., Pires, P., Gitau, T., & van der Kwaak, A. 2023. Drivers of child marriage in specific settings of Ethiopia, Indonesia, Kenya, Malawi, Mozambique and Zambia: Findings from the Yes I Do! baseline study. BMC Public Health, 23: 794. https://doi.org/10.1186/s12889-023-15697-6.

Liem, A., Julianto, V., Kamsi, Haq, A., Shofa, R. L., & Kamilatissa'adah. 2024. Factors associated with child marriage during the COVID-19 pandemic in Indonesia. Contemporary Islam, 18: 457-478. https://doi.org/10.1007/s11562-023-00545-6.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. 2019. Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin. Jakarta: Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. 2017. Putusan Nomor 22/PUU-XV/2017. Jakarta: Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Miqat, N., Susilawati, S., Korompot, R. R., Mubarak, A., & Ikbal, M. 2024. Study of marriage age limit according to Indonesian marriage law. Alauddin Law Development Journal, 6(1).

Muqaffi, A., Rusdiyah, & Rahmi, D. 2021. Menilik problematika dispensasi nikah dalam upaya pencegahan pernikahan anak pasca revisi Undang-Undang Perkawinan. Journal of Islamic and Law Studies, 5(3): 361-377. https://doi.org/10.18592/jils.v5i3.5914.

Naghizadeh, S., Mirghafourvand, M., Mohammadi, A., Azizi, M., Taghizadeh-Milani, S., & Ganbari, H. 2021. Knowledge and viewpoint of adolescent girls regarding child marriage, its causes and consequences. BMC Women's Health, 21: 351. https://doi.org/10.1186/s12905-021-01497-w.

Nur, A. A., Amanda, S., Hanifa, F. F., & Ayudiputri, Z. Z. 2024. Determinants of child marriage in Indonesia: A systematic review. Journal of Community Medicine and Public Health Research, 5(2): 216-227. https://doi.org/10.20473/jcmphr.v5i2.45777.

Pourtaheri, A., Tavakoly Sany, S. B., Aghaee, M. A., Ahangari, H., & Peyman, N. 2023. Prevalence and factors associated with child marriage: A systematic review. BMC Women's Health, 23: 531. https://doi.org/10.1186/s12905-023-02634-3.

Putra, Y. A. D., & Yunanto. 2023. Perlindungan hukum seorang anak sebagai pemohon dispensasi kawin pasca revisi Undang-Undang Perkawinan. Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(1).

Ratnaningsih, M., Wibowo, H. R., Goodwin, N. J., Rezki, A. A. K. S., Ridwan, R., Hadyani, R. N., Minnick, E., Ulum, D. F., Kostaman, T. K., & Faizah, S. N. 2022. Child Marriage Acceptability Index as an essential indicator: An investigation in South and Central Sulawesi, Indonesia. Global Health Research and Policy, 7: 32. https://doi.org/10.1186/s41256-022-00252-4.

Republik Indonesia. 1974. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Jakarta: Sekretariat Negara.

Republik Indonesia. 2019. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Jakarta: Sekretariat Negara.

Republik Indonesia. 2014. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Jakarta: Sekretariat Negara.

Rodhi, O. P., Zamroni, M., & Supangkat, A. 2023. Problematika dispensasi kawin dalam aspek perlindungan anak di bawah umur. Jurnal Reformasi Hukum: Cogito Ergo Sum, 6(2).

Safira, L., Yuanitasari, D., & Judiasih, S. D. 2021. Perlindungan hukum terhadap anak yang melakukan perkawinan bawah umur tanpa dispensasi kawin dari pengadilan. Acta Diurnal Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 4(2): 210-225.

Siswanto, C. T. 2025. Analisis kebijakan dispensasi kawin di Indonesia. Jurnal Hukum Caraka Justitia, 5(1): 91-106.

Suriyani, H., Suryanti, N., & Kusmayanti, H. 2023. Perlindungan hukum bagi anak pasca putusan dispensasi kawin yang ditolak berdasarkan peraturan perundang-undangan terkait. Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial, 1(4): 302-316.

Susilawati, S., Amir, B., Korompot, R. R., & Dewi, M. C. 2021. Upaya meminimalisir perkawinan anak. Familia: Jurnal Hukum Keluarga, 2(1): 53-67. https://doi.org/10.24239/familia.v2i1.25.

Uyun, Q. U., Hafidz, M., & Rahmatan, M. 2023. Best interest for children in Perma No. 5 of 2019 concerning guidelines for trying dispensation marriage application cases. At-Thullab: Jurnal Mahasiswa Studi Islam, 5(2): 118-127. https://doi.org/10.20885/tullab.vol5.iss2.art12.

Wahyudi, T. H., & Prastiwi, J. H. 2022. Seksualitas dan negara: Permasalahan dispensasi perkawinan anak di Indonesia. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 13(2): 205-225. https://doi.org/10.46807/aspirasi.v13i2.2988.

Wulandari, G., & Paritkesit, T. 2022. Fulfillment of the principle of the best interest of children in the granting of child marriage dispensation in Indonesia. Legal Brief, 11(3): 1446-1460.

Yoheni, M., & Miaz, H. 2025. Analisis terhadap praktik dispensasi kawin anak dalam ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Sakato Law Journal, 3(1).

Downloads

Published

2026-07-25

How to Cite

Amanda, A., Susilawati, S., & Ridwan, A. (2026). Dispensasi Kawin dan Perlindungan Anak dalam Kerangka Hukum Indonesia. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 4670–4680. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1789