Upaya Pelestarian Kesenian Cupak Gerantang di Sembalun Bumbung Lombok Timur
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1782Keywords:
penguatan masyarakat, seni cupak gerantang, pelestarian budayaAbstract
Kesenian Cupak Gerantang yang ada di Desa Sembalun Bumbung, Kabupaten Lombok Timur, merupakan salah satu warisan budaya dari komunitas Sasak yang menggabungkan elemen musik, tarian, teater, dan karya sastra lisan dalam sebuah sajian tradisional. Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai saluran untuk menyampaikan nilai moral, pendidikan, dan identitas budaya dari masyarakat setempat. Dengan adanya perubahan modernisasi dan transformasi sosial-ekonomi, keberlanjutan praktik serta kontinuitas regenerasi kesenian ini mengalami penurunan disebabkan oleh menurunnya ketertarikan generasi muda, terbatasnya dukungan dari lembaga, kurangnya dana, serta pengaruh budaya modern yang semakin kuat. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya pelestarian yang melibatkan berbagai pihak agar keberadaan kesenian ini tetap terjaga sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Sasak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keadaan saat ini dari seni Cupak Gerantang, mengidentifikasi beragam tantangan yang dihadapi dalam usaha pelestariannya, serta menganalisis berbagai bentuk penguatan masyarakat yang diimplementasikan untuk memastikan keberlanjutan seni tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada praktisi seni, tokoh masyarakat, dan pihak yang relevan, observasi langsung terhadap aktivitas latihan dan pertunjukan, serta kajian dokumentasi pada berbagai sumber yang mendukung. Hasil studi menunjukkan bahwa untuk melestarikan Cupak Gerantang, dibutuhkan pendekatan menyeluruh dengan meningkatkan kemampuan para pelaku seni, menyusun program untuk regenerasi generasi muda, memajukan sanggar seni, mengintegrasikan seni dalam pendidikan berbasis budaya lokal serta pariwisata budaya, dan menyediakan dukungan pendanaan yang berkelanjutan dari pemerintah dan berbagai pihak terkait. Selain itu, penggunaan media digital untuk mendokumentasikan, mempromosikan, dan menyebarluaskan informasi mengenai Cupak Gerantang merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya di tengah kemajuan zaman.
Downloads
References
Anwas, O. M. (2014). Pemberdayaan masyarakat di era global. Alfabeta.
Aziz, A., & Sholikhah, A. (2021). Peran pemuda dalam pelestarian kesenian daerah sebagai identitas kultural lokal. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 5(2), 112–125.
Hardiman, H., & Sutiyono, S. (2019). Strategi revitalisasi seni pertunjukan tradisional berbasis sekolah sebagai upaya pendidikan karakter. Jurnal Seni Budaya, 34(1), 54–67.
Identifikasi dan eksplorasi kearifan lokal Desa Sembalun sebagai pengembangan modul digital IPA. (2025). Al-Kawnu: Science and Local Wisdom Journal. https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/alkawnu/article/view/16031
Integrasi alam dan budaya lokal masyarakat adat Sembalun Lawang. (2021). Sangkep: Jurnal Kajian Sosial. https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/sangkep/article/view/1667
Kebijakan pemerintah daerah dalam pelestarian kesenian. (n.d.). Government: Jurnal Ilmu Pemerintahan. https://journal.unhas.ac.id/index.php/government/article/download/1593/pdf
Kurniawan, R. (2022). Komersialisasi seni pertunjukan dalam industri pariwisata: Dilema antara pelestarian budaya dan tuntutan ekonomi. Jurnal Kajian Pariwisata, 4(1), 89–103.
Mahsun, M. (2018). Revitalisasi teater tradisional Cupak Gerantang berbasis pendidikan karakter di masyarakat Sasak Lombok. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 3(2), 145–158. https://doi.org/10.24842/jpnk.v3i2.613
Pelestarian kesenian tradisional sebagai upaya dalam pembangunan karakter. (n.d.). Anuva. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/anuva/article/download/2733/1660
Pemberdayaan komunitas Sembalun dalam pengelolaan lingkungan dan budaya lokal. (n.d.). Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. https://jppipa.unram.ac.id/index.php/jpmpi/article/download/12835/8264/70347
Penguatan identitas budaya lokal melalui pelestarian. (n.d.). Jurnal Universitas Terbuka (Humaya). https://jurnal.ut.ac.id/index.php/humaya_fhisip/article/download/12501/2593/39956
Pradana, G. Y. (2019). Seni pertunjukan tradisional di pusaran pariwisata budaya: Tantangan komersialisasi dan revitalisasi. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 9(2), 321–340. https://doi.org/10.24843/JKB.2019.v09.i02.p03
Sedyawati, E. (2016). Keindonesiaan dalam budaya: Tanggapan atas arus globalisasi terhadap kesenian lokal. Rajawali Pers.
Suryadi, S. (2020). Digitalisasi kebudayaan lokal: Peluang dan tantangan media sosial dalam konservasi teater tutur tradisional. Jurnal Komunikasi dan Budaya, 7(3), 210–224.
Syahdan, S., & Anwar, K. (2020). Analisis sosiolinguistik dan struktur pertunjukan teater tutur Cupak Gerantang suku Sasak. Jurnal Keislaman dan Ilmu Kemanusiaan, 8(1), 45–62.
Traditional art of Cupak Gerantang: Between cultural preservation and tourism development in West Nusa Tenggara. (2025). Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media, 4(2), 303–318. https://doi.org/10.55606/jurrsendem.v4i2.6988
Wibowo, A., & Saputra, H. (2021). Partisipasi pemuda desa dalam pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. Jurnal Sosiologi Kultural, 6(1), 44–59
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















