Daya Terima Japanese Steam Bun Dengan Penambahan Pure Wortel (Daucus Corota. L.)

Authors

  • Indonesia Satrio Universitas Negeri Jakarta
  • Kukuh Wijayanto Universitas Negeri Jakarta
  • Francisco Gusridwan Universitas Negeri Jakarta
  • Cucu Cahyana Universitas Negeri Jakarta
  • Rusilanti Rusilanti Universitas Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1771

Keywords:

japanese steam bun, puree wortel, inovasi produk, daya terima konsumen, organoleptik

Abstract

Japanese Steam Bun merupakan produk bakery berbasis adonan fermentasi yang dimatangkan melalui proses pengukusan sehingga memiliki tekstur lembut, elastis, dan kadar air yang tinggi. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pangan bergizi, diperlukan inovasi produk yang tidak hanya memiliki karakteristik sensori yang baik tetapi juga memiliki nilai gizi yang lebih tinggi. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah penambahan puree wortel (Daucus carota L.) sebagai sumber β-karoten, vitamin, mineral, dan serat pangan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan produk Japanese Steam Bun dengan penambahan puree wortel serta mengetahui tingkat daya terima konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama merupakan penelitian pengembangan produk menggunakan metode Research and Development (R&D) melalui beberapa tahap formulasi dengan penambahan puree wortel sebesar 10%, 20%, dan 30% yang divalidasi oleh 10 panelis ahli terdiri atas dosen dan praktisi industri bakery. Tahap kedua merupakan penelitian eksperimen menggunakan uji organoleptik terhadap 100 panelis yang terdiri atas panelis agak terlatih dan panelis tidak terlatih untuk mengetahui tingkat daya terima konsumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata (mean), median, dan modus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi Japanese Steam Bun dengan penambahan puree wortel sebesar 30% menghasilkan karakteristik sensori terbaik berdasarkan aspek warna, pori-pori, tekstur, dan penilaian keseluruhan. Produk tersebut juga memperoleh tingkat penerimaan konsumen yang baik dengan kategori disukai pada hampir seluruh atribut sensori. Penambahan puree wortel terbukti mampu meningkatkan karakteristik produk sekaligus memberikan nilai tambah gizi tanpa menurunkan kualitas Japanese Steam Bun.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alsuhendra, & Ridawati. (2008). Prinsip Analisis Zat Gizi dan Penilaian Organoleptik Bahan Makanan. Jakarta: UNJ Press.

Andriani, R., Kusnandar, F., & Hariyadi, P. (2023). Application of carrot puree in bakery products and its effect on nutritional and sensory characteristics. Food Research, 7(2), 145–153.

Agustin, R., Purwasih, R., & Kalimasadha, A. (2021). Development of Carrot Flour Steamed Brownies. Interest: Jurnal Ilmu Kesehatan.

Astawan, M. (2020). Teknologi Pengolahan Pangan Nabati. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Begum, M., Rahman, M. M., & Islam, M. N. (2023). Development of carrot-enriched bakery products and evaluation of their nutritional and sensory properties. Journal of Food Processing and Preservation, 47(4), e17082. https://doi.org/10.1111/jfpp.17082

Diya, N., & Erwandi, R. (2022). Effect of Adding Carrot Puree on Organoleptic and Chemical Properties of Dodol. JAND: Journal of Applied Nutrition and Dietetic.

Immanuel, G., Wijayanti, Y., & Puspitasari, D. (2024). Nutritional composition and antioxidant potential of carrot (Daucus carota L.): A review. International Journal of Food Science and Nutrition, 9(1), 15–24.

Laohasongkram, K., Mahamaktudsanee, T., & Chaiwanichsiri, S. (2011). Quality and sensory characteristics of steamed bread products. Kasetsart Journal (Natural Science), 45(2), 296–304.

Putri, D. A., Nuraini, F., & Sari, R. (2022). Consumer acceptance as an indicator of successful food product innovation. Jurnal Pangan Indonesia, 17(1), 11–20.

Putri, D. A., Sari, R., & Nuraini, F. (2023). Inovasi produk pangan fungsional berbasis bahan pangan lokal. Jurnal Pangan dan Gizi, 18(2), 95–104.

Pratama, et al. (2024). Studi Evaluasi Tekstur dan Rheologi Adonan Roti Kukus.

Rahmawati, I., Prasetyo, H., & Wulandari, A. (2023). Volatile compounds and sensory characteristics of vegetable-based food products. Jurnal Teknologi Pangan, 14(1), 55–63.

Setyaningsih, D., Apriyantono, A., & Sari, M. P. (2010). Analisis Sensori untuk Industri Pangan dan Agro. Bogor: IPB Press.

Winarno, F. G. (1997). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Zhang, Y., & Ma, X. (2023). Recent advances in quality evaluation of steamed bread products. Food Chemistry Advances, 3, 100401.

Zhao, L., Chen, J., & Wang, X. (2025). Effects of water content and vegetable puree incorporation on dough rheology and steamed bread quality. Journal of Cereal Science, 121, 103998.

Downloads

Published

2026-07-25

How to Cite

Satrio, I., Wijayanto, K., Gusridwan, F., Cahyana, C., & Rusilanti, R. (2026). Daya Terima Japanese Steam Bun Dengan Penambahan Pure Wortel (Daucus Corota. L.). Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 4601–4619. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1771