Efektivitas Larutan Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Sebagai Larvasida Terhadap Vektor Aedes SP

Authors

  • Marcellina Sekar Saputri Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin
  • Tien Zubaidah Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin
  • Syarifudin Syarifudin Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin
  • Erminawati Erminawati Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1726

Keywords:

Larvasida, Daun Salam, Syzygium polyanthum, Aedes sp, LC50

Abstract

Larva Aedes sp. merupakan salah satu vektor penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penggunaan larvasida kimia secara terus-menerus dapat menimbulkan resistensi dan pencemaran lingkungan sehingga diperlukan alternatif larvasida alami yang lebih aman. Salah satu tanaman yang berpotensi digunakan sebagai larvasida alami adalah daun salam (Syzygium polyanthum) yang mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan minyak atsiri.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi larutan daun salam terhadap kematian larva Aedes sp., menentukan nilai LC50, dan mengetahui efektivitasnya sebagai larvasida alami. Jenis penelitian ini adalah true experimental design dengan rancangan posttest only control group design. Sampel penelitian berupa 600 ekor larva Aedes sp. instar III dengan 6 perlakuan konsentrasi yaitu 0 persen, 4 persen, 8 persen, 12 persen, 16 persen, dan 20 persen serta 4 kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 20 persen merupakan konsentrasi paling efektif dengan rata-rata kematian 24 ekor larva atau 96 persen dalam waktu 24 jam. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan pengujian lebih lanjut mengenai lama waktu paparan, konsentrasi larutan, serta efektivitas penerapan larutan daun salam di lingkungan masyarakat agar dapat dikembangkan sebagai pengendalian vektor yang aman dan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adigunawan, A. (2018). Morfologi tanaman daun salam (Syzygium polyanthum). Jurnal Biologi Tropis, 21, 115–122.

Ali, H., & Mulyati, S. (2021). Efektivitas Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum) sebagai Larvasida Nyamuk Aedes sp. Journal of Nursing and Public Health, 9(1), 27–34.

Armyandi, A., dkk. (2022). Aktivitas senyawa metabolit sekunder tanaman sebagai larvasida alami terhadap larva Aedes sp. Jurnal Biologi dan Kesehatan, 14(1), 67–75.

Andika N. (2020). Penerapan pemicuan PSN dan Kentong Lemut terhadap Kenaikan ABJ di Dusun Babakan dan Sembeng 1 Srandakan Bantul (Vol. 1).

Anggraini, D., & Manzil, R. D. (2018). Pengaruh Penambahan Larutan Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Kematian Larva Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(2), 45–52.

Ariani, L. (2016). Stadium larva nyamuk Aedes aegypti dan faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangannya. Jurnal Entomologi Indonesia, 13 (2), 105–113.

Ariati, S., Rahayu, N., & Putra, W. (2018). Ariati, S., Rahayu, N., & Putra, W. (2018). Karakteristik morfologi pupa nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Biologi Tropis, 18(1), 67–75. Jurnal Biologi Tropis, 18 (1), 67–75.

Astuti, R., Arso, W., & Wigati, M. (2017). Klasifikasi dan identifikasi tanaman daun salam (Syzygium polyanthum). Jurnal Farmasi Indonesia, 14 (1), 32–40.

Caputo, L., Nazzaro, F., Souza, L. F., Aliberti, L., De Martino, L., Fratianni, F., & De Feo, V. (2021). Chemical composition and biological activities of Laurus nobilis essential oil. Molecules, 26(10), 2954.

Cornwell, A. (2015). Ethics in animal research: The principles of replacement, reduction, and refinement (3Rs). London: Academic Press.

Dewi, M. (2018). Dewi, M. (2018). Insektisida nabati sebagai alternatif pengendalian vektor yang ramah lingkungan. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 10(2), 87–95. 87–95.

Dey, R., Sharma, P., & Khan, A. (2015). Larval development stages of Aedes aegypti: Environmental influences and morphological observations. Asian Pacific Journal of Tropical Medicine, 8 (4), 292–298.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. (2024). Kompilasi profil kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2024. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan

Dwiyanti, S. (2017). Analisis kandungan fitokimia daun salam (Syzygium polyanthum) sebagai bahan larvasida alami. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11, 55–64.

Elviani, L., & Lucky, R. (2019). Morfologi telur nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Entomologi Dan Vektor Penyakit, 5 (2), 87–92.

Elviani, L. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi daya tetas telur nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Biologi Tropis, 19 (3), 101–109.

Fajriansyah, F., & Sartika, I. (2022). Pengaruh ekstrak daun pepaya (Carica papaya linn) terhadap larvasida Aedes aegypti. Jurnal SAGO Gizi Dan Kesehatan, 3(2), 157. https://doi.org/10.30867/gikes.v3i2.926

Fitrianingsih, R. (2019). Perilaku dan habitat Aedes aegypti dan Aedes albopictus sebagai vektor penyakit DBD. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 2 (1), 25–33.

Giffari, A., Ramadhan, R., & Yuliana, E. (2016). Morfologi pupa nyamuk Aedes aegypti dan adaptasinya terhadap lingkungan perindukan. Jurnal Biologi Dan Lingkungan, 10 (2), 55–61.

Gustina, M., Jubaidi, J,. Safira, S. A., & Yuliansyah A. (2022). Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrusaurantifolia) Terhadap Kematian Larva Nyamuk Aedes sp. Journal of Nursing and Public Health, 10(1), 93–102. https://doi.org/10.37676/jnph.v10i1.2373

Habibi, H., Rahayu, I., & Sari, N. (2018). Pengendalian vektor DBD secara kimia di wilayah endemis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 13, 115–122.

Hasanah, N., et al. 2020. Jurnal Biologi Tropis. “Karakteristik Morfologi dan Kandungan Fitokimia Daun Salam (Syzygium polyanthum).”

Herbie, F. (2015). Morfologi bunga dan buah daun salam (Syzygium polyanthum). Jurnal Botani Tropis, 12, 22–29.

Hujjarahwati. (2018). Pengaruh pH air terhadap pertumbuhan plankton dan kelangsungan hidup larva nyamuk. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(2), 45–52.

Ismail, M., & Wan Ahmad, W. (2017). Analisis alkaloid daun salam (Syzygium polyanthum) dan potensinya sebagai antimikroba alami. Journal of Natural Product Chemistry, 4 (2), 76–83.

Julizan, R., Wulandari, A., & Hidayat, F. (2023). Aktivitas saponin dan minyak atsiri daun salam sebagai larvasida alami terhadap Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22 (1), 17–27.

Jiang, Y., Zhang, X., Li, H., Wang, J., & Liu, Y. (2023). Phytochemical constituents and biological activities of Syzygium polyanthum: A review. Plants, 12(8), 1589.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan Indonesia tahun 2021. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Kularatne, S. (2022). Global distribution and behavior of Aedes aegypti as vector of dengue and chikungunya. International Journal of Vector-Borne Diseases, 29 (3), 145–153.

Kumara, C. J., dkk. (2021). Efektivitas flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid terhadap mortalitas larva Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(1), 45–53.

Morais, L., Pereira, J., & Silva, D. (2023). Use of botanical insecticides in mosquito control: A sustainable approach. Journal of Environmental Health Research, 33 (2), 112–126.

Molecules. Jiang, et al. 2023. “Bioactive Compounds and Larvicidal Activity of Syzygium polyanthum.”

Mubarak, H. (2020). Perkembangan stadium telur nyamuk Aedes aegypti dan pengaruh kondisi lingkungan. Jurnal Entomologi Indonesia, 17 (1), 23–31.

Muhisin. (2020). Metodologi penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Novitasari, I. (2017). Kandungan flavonoid dan minyak atsiri daun salam (Syzygium polyanthum) serta potensi sebagai antibakteri. Jurnal Kimia Dan Farmasi Indonesia, 14, 99–107.

Pahlevi, R. (2017). Perilaku istirahat dan tempat perindukan nyamuk Aedes albopictus di lingkungan perumahan. Jurnal Ekologi Kesehatan, 16 (3), 189–197.

Priadi, M., Yuliani, E., & Anisa, D. (2018). Efektivitas ekstrak daun salam sebagai larvasida alami terhadap Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Lingkungan Tropis, 12 (1), 51–59.

Purnama, D. (2017). Klasifikasi dan taksonomi nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Entomologi Tropis, 9 (2), 33–40.

Putri, F. (2019). Tempat peristirahatan nyamuk Aedes aegypti di wilayah endemis DBD. Jurnal Kesehatan Lingkungan Tropis, 11 (2), 77–84.

Ravindran, P. N., Divakaran, M., & Babu, K. N. (2021). Handbook of Herbs and Spices (3rd ed.). Woodhead Publishing.

Rohmayani, S. (2024). Mekanisme kerja ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) sebagai larvasida alami terhadap vektor Aedes Aegypti. Jurnal Biologi Tropis Indonesia, 15 (1), 25–33.

Rohmayani, S., Ahmad, T., & Yusuf, N. (2022). Aktivitas larvasida ekstrak etanol daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap larva Aedes Aegypti. Jurnal Bioteknologi Dan Lingkungan, 18 (2), 99–108.

Sembiring, E., Lestari, W., & Nuraini, D. (2017). Sebaran dan karakteristik tanaman salam (Syzygium polyanthum) di Indonesia. Jurnal Biologi Indonesia, 13, 145–153.

Setiani, O., & Andini, A. Q. (2023). Metodologi penelitian kesehatan dan lingkungan. Semarang: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro.

Sharma, P., Kumar, V., Singh, R., & Kumari, S. (2022). Phytochemistry and pharmacological properties of Cinnamomum tamala: A review. Journal of Herbal Medicine, 32, 100548.

Sholekhah, R. (2016). Pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti secara fisik dan peran masyarakat. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 11 (1), 77–86.

Silalahi, M. (2017). Kandungan minyak atsiri dan manfaat farmakologi daun salam (Syzygium polyanthum). Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 4, 45–53.

Simatupang, J. (2021). Morfologi dan siklus metamorfosis nyamuk Aedes aegypti di lingkungan tropis. Jurnal Biologi Tropis Indonesia, 19 (3), 129–137.

Sugiyono. (2020). Kualitatif Kuantitatif dan R&D. Bandung. (Vol. 3, Issue 2).

Sunaryo, S., & Widiastuti, D. (2018). Siklus hidup nyamuk Aedes aegypti dan faktor lingkungan yang memengaruhi. Jurnal Parasitologi Indonesia, 11 (1), 66–74.

Susiwati, A., Rahmawati, D., & Yusuf, R. (2017). Uji toksisitas ekstrak daun salam terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 14 (3), 213–221.

Wibowo & Munawaroh (2015). Efektivitas Tanin pada daun salam terhadap larva nyamuk. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11 (2), 22-30.

Widyawati, W., Utami, S., & Arifin, Z. (2015). Kandungan metabolit sekunder daun salam (Syzygium polyanthum) dan aktivitas farmakologinya. Jurnal Farmasi Indonesia, 13, 45–54.

Downloads

Published

2026-07-23

How to Cite

Saputri, M. S., Zubaidah, T., Syarifudin, S., & Erminawati, E. (2026). Efektivitas Larutan Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Sebagai Larvasida Terhadap Vektor Aedes SP. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 4164–4178. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1726