Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Anak dengan Bronchopneumonia Berat ec Laringomalasia

Authors

  • R. Yurianti Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Sukmawati Sukmawati Poltekkes Kemenkes Makassar
  • A. Thamrin Poltekkes Kemenkes Makassar

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1723

Keywords:

Bronkopneumonia, Laringomalasia, Proses Asuhan Gizi Terstandar, Bayi, Studi Kasus

Abstract

Bronkopneumonia merupakan infeksi saluran napas bawah yang sering terjadi pada bayi akibat imaturitas sistem imun. Kondisi ini dapat disertai laringomalasia, yaitu kelainan kongenital laring yang menyebabkan kolaps struktur supraglotik saat inspirasi sehingga memperberat gangguan pernapasan dan berpotensi memengaruhi asupan makan serta status gizi pasien. Tujuan dari studi penelitian ini adalah menggambarkan pelaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada pasien usia 2 bulan dengan diagnosis bronkopneumonia akibat laringomalasia. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan penerapan tahapan PAGT yang meliputi asesmen gizi, diagnosis gizi, intervensi gizi, serta monitoring dan evaluasi. Skrining gizi dilakukan menggunakan Strong Kids dan Subjective Global Nutritional Assessment (SGNA). Hasil skrining menunjukkan pasien memiliki risiko malnutrisi berat berdasarkan Strong Kids dan malnutrisi sedang berdasarkan SGNA. Intervensi gizi difokuskan pada pemenuhan kebutuhan energi dan zat gizi untuk meningkatkan asupan dan mendukung pertumbuhan. Hasil monitoring selama tiga hari menunjukkan target peningkatan asupan belum tercapai karena pasien masih mengalami sesak napas sehingga berat badan belum mengalami peningkatan. Keberhasilan terapi gizi pada pasien bronkopneumonia dengan laringomalasia dipengaruhi oleh kondisi klinis pasien dan memerlukan kolaborasi multidisiplin antara dokter, perawat, nutrisionis, fisioterapis, tenaga laboratorium, dan farmasis untuk mengoptimalkan penyembuhan serta perbaikan status gizi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdel-Hady, H., et al. (2023). Nutrition Support in the Pediatric Intensive Care Unit: An Updated Review. Journal of Clinical Medicine.

Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI). (2021). Penuntun Diet Anak. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. (Untuk standar asuhan gizi pediatrik).

IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). (2011). Rekomendasi Praktik Gizi pada Bayi dan Anak. Jakarta: Badan Penerbit IDAI. (Untuk referensi status gizi dan kurva pertumbuhan).

Kemenkes RI. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. (Referensi legal nilai standar antropometri).

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kemenkes RI.

KliegmanRM, et al. (2020). Nelson Textbook of Pediatrics. 21st ed. Philadelphia: Elsevier

Kumar, V., & Davis, A. (2023). Biomarkers of Physiological Stress in the Neonatal Intensive Care Unit. Clinical Immunology in Neonates.

Miller, P., dkk. (2024). Hemodynamic Monitoring in the Pediatric ICU: New Standards. Pediatric Critical Care Medicine.

Pediatric Nutrition Handbook (2024/2025). American Academy of Pediatrics (9th Edition).

Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). (2019). Penatalaksanaan Asuhan Gizi Terstandar (PAGT). Jakarta: Abadi Publishing.

Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). (2025). Penuntun Diet dan Terapi Gizi pada Anak. Jakarta: EGC

Susetyowati (2014). Penerapan Skrining Gizi di Rumah Sakit . Gadjah Mada University Press.

WHO. (2024). Global Nutrition Report: Pediatric Anemia and Micronutrient Deficiencies. Geneva: World Health Organization.

WHO. (2024). Training Course on Child Growth Assessment: Head Circumference-for-age. Geneva: World Health Organizations

Wratney & Klugman. (2024). Society of Critical Care Medicine

Downloads

Published

2026-07-23

How to Cite

Yurianti, R., Sukmawati, S., & Thamrin, A. (2026). Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Anak dengan Bronchopneumonia Berat ec Laringomalasia. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 4157–4163. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1723