Alokasi Biaya Aset Biologis Indukan dalam Perhitungan Harga Pokok Produksi Metode Full Costing Budidaya Koi

Authors

  • Kadek Rian Saputra Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Made Pradana Adiputra Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Gede Nandra Hary Wiguna Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1674

Keywords:

aset biologis, harga pokok produksi, full costing, indukan ikan koi, PSAK 69

Abstract

Usaha budidaya ikan koi memiliki potensi ekonomi yang tinggi, namun pengelolaan biaya produksinya masih sering dilakukan secara sederhana, sebagaimana ditemukan pada usaha budidaya ikan koi milik Komang Sudirpa di Dusun Jembong, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, yang belum mengalokasikan biaya perolehan indukan sebagai aset biologis ke dalam perhitungan harga pokok produksi (HPP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alokasi biaya aset biologis indukan dalam perhitungan HPP menggunakan pendekatan full costing. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi komponen biaya produksi yang terdiri atas biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, serta biaya aset biologis indukan yang dialokasikan menggunakan pendekatan penyusutan dan pendekatan nilai wajar berdasarkan PSAK 69 Agrikultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indukan ikan koi merupakan aset biologis produktif yang digunakan dalam beberapa siklus produksi sehingga biaya perolehannya perlu dialokasikan secara sistematis ke dalam biaya produksi. Perhitungan HPP menggunakan metode full costing menghasilkan nilai sebesar Rp10.987.000 per siklus dengan pendekatan penyusutan dan Rp8.903.667 per siklus dengan pendekatan nilai wajar, atau selisih Rp2.083.333. Pendekatan penyusutan dinilai lebih praktis untuk kepentingan alokasi biaya, sedangkan pendekatan nilai wajar lebih representatif terhadap karakteristik ikan koi sebagai appreciating asset. Penelitian ini memberikan referensi bagi pelaku usaha dalam mengelola biaya produksi dan memperlakukan aset biologis secara lebih tepat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Campos-Llerena, P., Arias-Pérez, M., Toscano-Morales, C., & Barreno-Córdova, C. (2025). Biological Assets In Agricultural Accounting: A Systematic Review Of The Application Of Ias 41. Journal Of Risk And Financial Management. Https://Doi.Org/10.3390/Jrfm18070380

Diatmika, I. P. G., Krisna, I. W., Putra, E., & Irwansyah, M. R. (2021). Resources Efficiency Based On Village-Fund For Local Economic Development. International Journal Of Multidisciplinary Research And Analysis, 4(1), 11–17. Https://Doi.Org/10.47191/Ijmra/V4-I1-02

Diatmika, I. P. G., Yuniarta, G. A., & Putra, P. Y. P. (2021). Overcoming The Trickle-Down Effect Through Financial Inclusion Towards The Industrial Revolution 4.0 Building From The Edge. Advances In Economics, Business And Management Research, 197, 1–4.

Dipya, I. N. T., & Martadinata, I. P. H. (2024). Penentuan Harga Pokok Produksi Dengan Metode Activity Based Costing Produk Minyak Kemiri Bakar Pada Umkm Oemah Uncle B Di Kabupaten Buleleng. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Humanika, 14(1), 43–54.

Ekawati, L. P., Dewi, N. W. Y., & Astria, P. R. (2025). Digitalisasi Akuntansi Sebagai Upaya Tata Kelola Bagi Keberlanjutan Umkm Kabupaten Buleleng. Jimat (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Universitas Pendidikan Ganesha, 16(3), 738–748.

Hansen, D. R., Mowen, M. M., & Kwary, D. A. (2009). Akuntansi Manajerial Buku I (8th Ed.).

Aisyah Ramadhani, N., & Nasim Harahap, M. (2023). Analisis Harga Pokok Produksi Menggunakan Metode Full Costing Dalam Penetapan Harga Jual (Studi Kasus Unit Usaha Camilan Kampungku). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(10), 449–455.

Ikatan Akuntan Indonesia. (2018). Psak 69: Agrikultur. Http://Iaiglobal.Or.Id/V03/Kontak-Kami/Home

Kusuma, K. H., Sujana, E., & Martadinata, I. P. H. (2025). Penerapan Metode Full Costing Dalam Menentukan Harga Pokok Produksi Pada Industri Anyaman Bambu Di Desa Tigawasa. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Humanika, 15(2), 195–204.

Mulyadi. (2018). Akuntansi Biaya (Edisi Ke-5). Yogyakarta: Upp Stim Ykpn.

Mahendra, I. K. A. S., & Diatmika, I. P. G. (2020). Analisis Perlakuan Akuntansi Aset Biologis Berdasarkan Psak 69 Pada Organisasi Simantri Kelompok Tani Ternak Sapi “Sato Amerta Utama.” Vokasi: Jurnal Riset Akuntansi, 9(2), 131–138.

Paramitha, P. D. P., & Yuniarta, G. A. (2024). Pengaruh Digitalisasi Umkm, Persepsi Atas Informasi Akuntansi Dan Prinsip Going-Concern Terhadap Efektivitas Pelaporan Keuangan Umkm Sesuai Sak Emkm. Vokasi: Jurnal Riset Akuntansi, 13(1), 138–149.

Purnami, K. D., Julianto, I. P., & Purnamawati, I. G. A. (2022). Modal Manusia, Modal Struktural Dan Modal Pelanggan Dalam Meningkatkan Kinerja Keuangan Umkm. Jimat (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Universitas Pendidikan Ganesha, 13(3), 779–789.

Sujana, I. K., & Yudantara, G. A. P. (2022). Penerapan Sistem Pencatatan Keuangan Aset Biologis Berdasarkan Sak-Emkm Pada Usaha Ayam Petelur (Studi Kasus Pada Ayodhya Farm Di Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali). Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Humanika, 12(2), 470–480.

Yuniarta, G. A., Purnamawati, I. G. A., & Diatmika, I. P. G. (2021). Determinants Analysis Of Smes Sustainable Competitive Advantage In Go Digital Efforts In Buleleng Regency. Advances In Economics, Business And Management Research, 197, 51–58.

Downloads

Published

2026-07-22

How to Cite

Saputra, K. R., Adiputra, I. M. P., & Wiguna, I. G. N. H. (2026). Alokasi Biaya Aset Biologis Indukan dalam Perhitungan Harga Pokok Produksi Metode Full Costing Budidaya Koi. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 4002–4013. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1674