Hubungan Higiene Sanitasi Lingkungan Dengan Kepadatan Lalat Pada Tempat Pemasaran Ikan (TPI) Di UPTD Pelabuhan Perikanan Batulicin

Authors

  • M. Munir Politeknik Kesehatan Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1669

Keywords:

higiene sanitasi lingkungan, kepadatan lalat, tempat pemasaran ikan (TPI)

Abstract

Higiene sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi syarat dapat meningkatkan keberadaan vektor penyakit, termasuk lalat. Lalat berperan sebagai vektor mekanis berbagai penyakit yang dapat mencemari bahan pangan dan lingkungan. Berdasarkan observasi awal di Tempat Pemasaran Ikan (TPI) UPTD Pelabuhan Perikanan Batulicin, masih ditemukan sisa ikan berserakan, genangan air, dan saluran drainase yang kurang terpelihara sehingga berpotensi meningkatkan risiko pencemaran lingkungan dan penularan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi lingkungan dengan kepadatan lalat di TPI UPTD Pelabuhan Perikanan Batulicin. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan pada lima area pengamatan menggunakan lembar checklist untuk menilai higiene sanitasi lingkungan, sedangkan kepadatan lalat diukur menggunakan metode fly grill. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi masing-masing variabel dan secara bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian pada 45 unit observasi menunjukkan bahwa kondisi higiene sanitasi lingkungan kategori baik sebanyak 18 (40,0%), cukup 9 (20,0%), dan buruk 18 (40,0%). Kepadatan lalat kategori tinggi ditemukan pada 30 (66,7%) unit observasi, sedang 12 (26,7%), dan rendah 3 (6,7%). Hasil uji Fisher's Exact Test menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara higiene sanitasi lingkungan dengan kepadatan lalat (p=0,264). Disimpulkan bahwa higiene sanitasi lingkungan tidak berhubungan secara signifikan dengan kepadatan lalat di TPI UPTD Pelabuhan Perikanan Batulicin. Meskipun demikian, sebagian besar area masih memiliki kepadatan lalat yang tinggi sehingga perbaikan pengelolaan sampah, drainase, limbah, dan kebersihan lingkungan tetap diperlukan sebagai upaya pengendalian vektor serta menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali As, Z., Pahruddin, M., & Santoso, I. (2024). Analisis Data Penelitian Kesehatan Teori dan Aplikasi. Tahta Media Group.

Al-Nasser, A. S., El-Ghwas, D. E., & Al-Sheikhy, A. A. (2021). Musca Domestica: A Vector Of Pathogenic Microorganisms And Biocontrol Approaches. Global Journal Of Science Frontier Research.

Agushybana, F., KM, S., & DEA, P. D. (2025). Pengembangan Instrumen Penelitian Dan Pengumpulan Data. Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif.

Anggraeni, A., Maksuk, M., & Shobur, S. (2025). Waste Handling And Fly Density Levels In The Traditional Market Of Palembang, South Sumatera. Epidemiological Journal Of Indonesia, 4(1), 32–38.

Anggraini, M. (2022). Gambaran Pengelolaan Sampah Di Pasar Tradisional Tanggulangin Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2022 (Doctoral Dissertation, Poltekkes Tanjungkarang)

Armalia, R., Ardiyansyah, D., Putra, R. I., Reflis, R., & Utama, S. P. (2025). Kajian Pencemaran Dan Strategi Pengelolaan Lingkungan Di Kawasan Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Baai Kota Bengkulu. INSOLOGI: Jurnal Sains Dan Teknologi, 4(3), 301-312.

Astuti, S., & Porusia, M. (2021). Gambaran Sanitasi Lingkungan Dan Kepadatan Lalat Di Pasar Tradisional (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

AZAHRA, J. A. (2025). Gambaran Tingkat Kepadatan Lalat Di Pasar Bandar Agung Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2025 (Doctoral Dissertation, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang).

Bintsis, T. (2017). Foodborne pathogens. AIMS microbiology, 3(3), 529.

Ciptasari, A. D. (2021). Penataan Ulang Tempat Pelelangan Ikan (Tpi) Lappa Berkonsep Higienis (Doctoral Dissertation, Universitas Hasanuddin).

Dahlan, M. S. (2016). Statistik Untuk Kedokteran Dan Kesehatan. Epidemiologi Indonesia.

Enjelina, W., Pratiwi, A., & Simbolon, V. A. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Fasilitas Sanitasi Sebagai Upaya Pengendalian Penyakit Menular Wilayah Pesisir. Segantang Lada: Jurnal Pengabdian Kesehatan.

Hassan, A. O., Uyigue, P. O., Akinleye, A. C., & Oyeromi, O. B. (2021). The role of common housefly as a mechanical vector of pathogenic microorganisms. Funksec here, 3(1), 261-269.

Hasyim, A. A., Adi, R., PD, S., Murtadho, N. M. A., Kep, M., Laelasari, E., ... & Triana, D. (2025). Pengendalian Vektor. wawasan Ilmu.

Hayon, A. K., Sahdan, M., & Geghi, C. W. (2024). Gambaran Sanitasi Lingkungan Pasar Dan Tingkat Kepadatan Lalat Di Pasar Inpres Larantuka, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 3(3), 476–485.

Herwianti, C. O. R., & Wijayanti, Y. (2023). Gambaran Kondisi Fasilitas Sanitasi Lingkungan Pasar Tradisional Di Kota Semarang Tahun 2022. HIGEIA (Journal Of Public Health Research And Development), 7(2), 303-311.

Hidayah, N. (2023). Efektivitas Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Terhadap Mortalitas Lalat Rumah (Musca Domestica) (Doctoral Dissertation, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang).

Hidayat, H., Badruzaman, T. I., Maulana, M. R., Fauzi, W. A., Gustiani, N., & Haryadi, I. A. (2025). Metode Penelitian Dan Etika Ilmiah.

Hutami, W. F. (2024). Populasi dan sampel dalam penelitian. Jurnal Public Relations Mercu Buana, Query date, 21, 23.

Hutasuhut, V. A. (2022). Analisis Kepadatan Lalat Pada Pedagang Ikan Di Pasar Tradisional Kampung Lalang. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 7(2), 115-119.

Issa, R. (2019). Musca domestica acts as transport vector hosts. Bulletin of the National Research Centre, 43(1), 73.

Ikhtiar, M. (2017). Pengantar Kesehatan Lingkungan. CV. Social Politic Genius (Sign).

Irwan, I. (2017). Epidemiologi Penyakit Menular.

Izwara, Y., Kadaria, U., & Pramadita, S. (2023). Sanitasi Lingkungan di Pasar Tradisional. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 7(4), 585-597.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Dan Persyaratan Kesehatan Untuk Vektor Dan Binatang Pembawa Penyakit. Kemenkes RI.

Kurnia, R., Azman, A. N., Iskandar, I., & Kemenkes Tanjungpinang, P. (2023). Survei Kepadatan Lalat Di Pasar Baru Kelurahan Tanjung Uban Selatan Kabupaten Bintan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 2701-2706.

Khamesipour, F., Lankarani, K. B., Honarvar, B., & Kwenti, T. E. (2018). A systematic review of human pathogens carried by the housefly (Musca domestica L.). BMC public health, 18(1), 1049.

Khusaema, D. A. K. (2020). Pengaruh Limbah Pasar Dan Limbah Rumah Makan Terhadap Pertumbuhan Larva Lalat Tentara Hitam (Hermetia Illucens) (Doctoral Dissertation, Universitas Hasanuddin).

Marlinae, L., Khairiyati, L., Waskito, A., Nur Rahmat, A., Ridha, M. R., & Andiarsa, D. (2021). Buku Ajar Pengendalian Vektor Dan Binatang Penganggu.

Nababan, C. R. (2025). Tinjauan Kualitas Sanitasi Di Area Bongkar Muat Ikan Pelabuhan Perikanan Nusantara (Ppn) Sibolga.

Noor, Y. E. I., Sihombing, I. U. A., Oktafiani, D., Veranita, A., Andriani, L., Qurniyawati, E., & Mardian, A. (2025). Pengendalian Vektor Penyakit. Sada Kurnia Pustaka.

Noviyani, E., La, D., & Yasnani, Y. (2019). Gambaran Kepadatan Lalat Di Pasar Basah Mandonga Dan Pasar Sentral Kota Kendari Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 4(1).

Pasaribu, H., Rosidi, A., Pratama, D. A., Wambrauw, A., Muliani, F., Widodo, S. S. S., ... & Widayanti, L. P. (2026). Metodologi penelitian. CV. Insight Media.

Priadana, M. S., & Sunarsi, D. (2021). Metode penelitian kuantitatif.

Putri, E. A. (2021). Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan Pasar Dengan Kepadatan Lalat Di Pasar Tradisional Pagotan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun Tahun 2021 (Doctoral Dissertation, Poltekkes Kemenkes Surabaya).

Poluakan, M., Rumajar, P., & Pakasi, F. (2016). Tingkat Kepadatan Lalat Di Pasar Motoling Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 6(1), 28-35.

Rahayu, S. A., Febria, D., & Puteri, A. D. (2025). Relationship Between Environmental Sanitation And Flies Density Levels In The Inpres Market Bangkinang City. Excellent Health Journal, 3(2), 635–640.

Rahmadana, S., & Lataha, L. (2020). Studi Sanitasi Lingkungan dengan Kepadatan Lalat pada Pelelangan Ikan Beba di Desa Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Sulolipu Media Komun. Sivitas Akad. dan Masy, 20(1).

Rezeki Sri. 2021. Higiene Sanitasi Di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai. Skripsi: Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar.(Tidak Dipublikasikan).

Rudiansyah, R., Sari, A. K., Mualim, M., Rahmawati, U., & Widada, A. (2017). Tingkat Kepadatan Lalat Pada Berbagai Warna Fly Grill Di Tempat Pembuangan Akhir (Tpa) Air Sebakul Kota Bengkulu (Doctoral Dissertation, Poltekkes Kemenkes Bengkulu).

Sulasmi, S., & Wahyuni, R. (2022). Hubungan Kondisi Pasar Dengan Tingkat Kepadatan Lalat Di Kota Parepare. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 22(1), 173-180.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung:(ALFABETA, Red.)

Wispriyono, B., & Afrilia, E. N. (2018). Hubungan Kondisi Rumah Dan Kepadatan Lalat Di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah. Kes Mas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Daulan, 11(2), 99-104

Yanti, C. A., Ediana, D., & Rizki, M. (2018). Hubungan Perilaku Dan Tingkat Kepadatan Lalat Dengan Kejadian Diare Di Pasar Sarilamak. Human Care Journal, 3(1).

Zumartin, T., & Karimuna, S. R. (2021). Hubungan kepadatan lalat dan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare di pemukiman sekitar tempat pelelangan ikan (tpi) kota kendari. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2(4), 22-29.

Downloads

Published

2026-07-21

How to Cite

Munir, M. (2026). Hubungan Higiene Sanitasi Lingkungan Dengan Kepadatan Lalat Pada Tempat Pemasaran Ikan (TPI) Di UPTD Pelabuhan Perikanan Batulicin. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 3802–3820. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1669